Marcus/Kevin Alami Tekanan Besar

Marcus/Kevin Alami Tekanan Besar
Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon. (Foto: Antara)
Hendro D Situmorang / AMA Rabu, 17 Juni 2020 | 16:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pasangan ganda putra terbaik dunia asal Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mengakui, semakin tinggi prestasi yang mereka capai, tekanan juga semakin besar. Sebab, ekspektasi terhadap keduanya sangat tinggi.

“Tekanan itu pasti banyak, apalagi makin ke atas, makin banyak pressure. Kalau pergi (bertanding) pasti targetnya juara. Kalau sampai final saja dibilang gagal. Pasti ada pressure, tetapi karena memang ini hobi dan pekerjaan kami, ya dinikmati saja,” kata Marcus dalam keterangan resmi PBSI, Rabu (17/6/2020).

Marcus/Kevin telah mengoleksi banyak gelar juara turnamen bulutangkis di berbagai belahan dunia dan hingga saat ini mereka masih bertengger di peringkat satu BWF. Keduanya menjadi andalan Indonesia baik di turnamen individu maupun beregu. Namun apa yang mereka raih bukanlah pekerjaan mudah. Selain itu, bertaburan gelar juara justru membuat tekanan yang mereka alami juga makin besar karena ekspektasi banyak orang terhadap mereka juga makin besar.

Sebagai ganda putra terbaik, Marcus/Kevin juga diberi target tinggi. Dalam setahun, mereka ditarget meraih lima gelar dari turnamen level Super 500 hingga Super 1.000.

“Kami juga diberi target gelar juara dunia tahun lalu dan tahun ini harusnya diberi target dapat medali apa pun di Olimpiade. Tetapi karena tahun lalu tidak dapat gelar juara dunia, maka target di Olimpiade dinaikkan jadi harus medali emas,” kata Kevin menambahkan.

Hanya saja, tantangan Minion, julukan Marcus/Kevin, untuk meraih emas Olimpiade bakal tidak mudah. Sebab mereka selalu mendapat perlawanan sengit dari ganda putra Tiongkok, Han Chen Kai/Zhou Hao Dong, dan pasangan Korea Selatan Choi Solgyu/Seo Seung Jae. Namun kedua ganda putra ini berhasil ditaklukkan Kevin/Marcus. Yang belum bisa diatasi Marcus/Kevin adalah ganda putra Jepang, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

“Rasa penasaran pasti ada, cuma ya sudahlah, main itu kalau enggak menang ya kalah. Pasangan lain yang tanding sama kami kan juga ada yang kalah berturut-turut. Dalam bulutangkis memang biasanya ada yang seperti ini, namanya ganjalan, biar jadi seru dan menantang,” beber Marcus lagi.

Ganda-ganda putra lain di dunia ini memang berlomba-lomba ingin mengalahkan Marcus/Kevin. Karena itu, mereka harus selalu mencoba mengubah permainan sehingga tidak mudah ditebak lawan.

“Habis main saya suka ngobrol sama Kevin, banyak tanya ‘kurang saya di mana, biar enak mainnya’. Permainan kami sering dipelajari, orang sudah pakai video, kami harus ganti lagi cara mainnya. Harus berubah terus dan banyak belajar, perkembangan pasti ada terus, kalo enggak mau belajar ya monoton mainnya," jelas Marcus.

Lawan-lawan yang ingin mengalahkan Marcus/Kevin juga datang dari sesama ganda putra Indonesia seperti pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. “Sebetulnya kami sudah tau kelemahan dan kelebihan masing-masing. Di pertandingan itu mental juga berpengaruh. Kalau Kevin kan PD-nya (perdaya diri) luar biasa, saya masih naik turun,” tutup Marcus.



Sumber: Suara Pembaruan