Pelti Terus Evaluasi Pelatnas Tenis

Pelti Terus Evaluasi Pelatnas Tenis
Rildo Ananda Anwar (Foto: Suara Pembaruan/Hendro Situmorang)
Hendro D Situmorang / JAS Kamis, 18 Juni 2020 | 13:19 WIB

Jakarta, Beritastau.com - Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (PP Pelti) terus evaluasi pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang sudah kembali di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta. Tapi baru sektor putri.

Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar, mengatakan saat ini baru sektor putri yang menjalani latihan secara bersama-sama. Sementara sektor putra belum bisa karena mereka tersebar ada di beberapa kota lain yang terkena PSBB di kotanya masing-masing. Namun petenis putra tetap menjalani latihan mandiri.

"Kami sudah mulai latihan pekan ini dan melakukan kompetisi internal saja. Ya ini dilakukan antara pemain saja tapi khusus putri. Semua ada enam petenis putri. Mereka semua masih konsisten dan bagus penampilannya, karena tetap menjaga pola main selama PSBB dan latihan mandiri baik di tempat tinggalnya maupun di Pantai Indah sebelumnya. Jadi pola main mereka masih bagus dan tidak menurun sama sekali," ungkap Rildo ketika dihubungi Suara Pembaruan, Kamis (18/6/2020).

Saat memasuki masa transisi pembatasan sosial skala besar (PSBB) PP Pelti mengajukan izin penggunaan lapangan tenis kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) dan Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) untuk melanjutkan proses pelatnas tenis.

Rildo menegaskan selama menjalani latihan, tim tenis putri menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan baik saat jeda maupun usai latihan. Begitu saat penggunaan handuk untuk mengelap keringat, mereka diminta untuk mencuci tangan lebih dulu.

"Jadi sebisa mungkin harus bersih. Kami masuk GBK pun dicek dulu suhu tubuhnya. Setelah itu, kami menggunakan aturan dari protokol kami sendiri," jelas dia.

Terkait rencana untuk menggelar turnamen atau kompetisi, Rildo dijelaskan belum ada informasi lebih lanjut dan masih menunggu. PP Pelti masih terus berkomunikasi dengan Federasi Tenis Interasional (ITF) dan pemerintah. Selain itu juga ada evaluasi di internal induk cabor tenis.

"Nanti kami lihat jika sudah memungkinkan. Karena ada aturan dari pemerintah soal menghindari penonton dalam jumlah besar. Tenis memang risikonya paling kecil karena tidak kontak badan, jaraknya tetap jauh. Kami tunggu regulasinya saja. Kami juga harus berkoordinasi dengan ITF. Apakah ada pertandingan yang kami mulai karena sudah mulai masuk poin," tegas dia.

Sebelumnya Direktur Utama GBK, Winarto mengungkapkan tenis sudah mengajukan izin untuk berlatih di area tersebut. Namun, belum ada olahraga lain yang melakukan hal serupa. Pelti sudah mengirim atlet mereka untuk berlatih di area GBK. Mereka menjadi cabang olahraga (cabor) pertama yang mengajukan izin latihan di kompleks GBK.

Sementara itu, belum ada cabor lain yang melakukan permintaan izin untuk berlatih di GBK. Tenis sudah mengajukan izin sejak kali pertama area tersebut kembali dibuka.

"Tenis latihan pada Senin sampai Jumat pada pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB. Mereka mengajukan setelah PSBB transisi. Setelah itu baru mulai. Setelah PSBB transisi baru tenis yang mengajukan, cabor lain belum ada. Sampai saat ini baru mereka yang resmi mengajukan. Kami sudah membuka akses GBK setelah 5 Juni untuk olahraga masyarakat," jelasnya.

"Jangan terlalu ramai (yang latihan di GBK), nanti seram juga, jangan dikompor-kompori. Kalau tenis aman karena orangnya sedikit," urai Winarto. 



Sumber: BeritaSatu.com