Jojo: Baiknya Masyarakat Olahraga di Rumah

Jojo: Baiknya Masyarakat Olahraga di Rumah
Pebulu tangkis Jonatan Christie. (Foto: Antara Foto / Aditya Pradana Putra)
Hendro D Situmorang / CAH Minggu, 21 Juni 2020 | 14:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Atlet bulutangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie menyarankan kepada masyarakat agar di masa pandemi ini berolahraga di rumah saja. Menurutnya sebisa mungkin menghindari melakukannya di tempat keramaian atau tempat umum. Pasalnya langkah ini sebagai pencegahan agar tidak tertular virus corona atau Covid-19.

“Ini masa transisi PSBB atau new normal dan sebaiknya kalau menurut saya pribadi, lebih baik olahraga di rumah dulu. Apalagi perkembangan penyebaran virus corona masih ada dan yang positif terus bertambah pesat. Kalau pun mau di tempat umum harus protokol dijalani,” kata Jojo, sapaan akrabnya, dalam talkshow “Olahraga yang Tertunda” yang diselenggarakan BNPB melalui virtual, Minggu (21/6).

Dia menanggapi banyaknya masyarakat yang sudah kembali berolahraga di jalan protokol Sudirman-Thamrin DKI Jakarta pada hari bebas kendaraan (car free day/CFD) yang sudah dibuka kembali. Jikapun harus berolahraga ke tempat umum, harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan. Mulai dari menjaga jarak atau sosial distancing, memakai masker, mencuci tangan, dan lainnya.

Baca Juga: Jojo Ungkap Awal Terjun ke Bulutangkis

Jojo menyarankan agar tidak berkumpul atau berdekatan dengan orang lain yang juga berolahraga di tempat dan waktu yang bersamaan. Ia juga mengungkapkan bahwa aktivitas di pelatnas saat ini sangat ketat demi menjaga keselamatan dan kesehatan. Seluruh pemain tidak boleh keluar dan masuk pelatnas. Jika ada yang akan masuk ke pelatnas, maka hanya sampai di satpam.

Sejak Maret lalu turnamen bulutangkis dihentikan. Jojo pun mengaku belum pulang ke rumahnya usai dari turnamen All England. Tes juga dilakukan beberapa kali selama tiga bulan ini untuk memastikan para pemain tak terpapar Covid-19. Peraih medali emas Asian Games 2018 itu belum mengetahui kapan turnamen akan kembali bergulir.

Namun, menurutnya bulutangkis adalah olahraga yang relatif aman dilakukan jika dibandingkan dengan sepakbola. Pasalnya, jarak antarpemain dalam olahraga ini memenuhi standar protokol dan tak akan kontak fisik. “Tapi kami tetap mengikuti protokol yang ada, jaga jarak sebisa mungkin jangan bersentuhan,” jelasnya.

Baca Juga: Kepada Menpora, Jojo Beberkan Alasan Memulai Bisnis Pakaian

Sejumlah kalender turnamen BWF banyak yang tertunda bahkan dibatalkan untuk tahun 2020 karena pendemi. Ini dilakukan untuk menghindari penyebaran virus dan menjaga keselamatan para atlet.

Jonatan dan pebulutangkis nasional lain kini terus berlatih di pelatnas PBSI. Program latihan sudah mulai normal sejak 2 Juni 2020 sebagai upaya persiapan menjelang kembali bergulirnya kompetisi yang direncanakan berlangsung pertengahan Agustus mendatang.

Sementara salah satu atlet bola basket nasional, Dimaz Muharri juga menyarankan para pecinta olahraga bola basket tidak bermain basket seperti biasanya lebih dulu bersama tim yang terdiri dari banyak orang. Sebisa mungkin olahraga di rumah baik fisik ataupun bola basket dengan keranjang yang ada di halaman rumah.

"Atau latihan berdua saja dengan coach. Kalau basket kan juga suka keringat, kalau bisa gunakan handuk dan botol minum sendiri," tutup Dimaz.



Sumber: BeritaSatu.com