Pembinaan Olahraga Prestasi Wajib Penuhi Syarat Ketat

Pembinaan Olahraga Prestasi Wajib Penuhi Syarat Ketat
Doni Monardo (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Hendro D Situmorang / CAH Kamis, 25 Juni 2020 | 14:39 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo menetapkan syarat ketat apabila pertandingan dan kompetisi sepakbola di Indonesia ingin digelar di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Bukan hanya menyangkut tentang pertandingan namun juga penonton.

Syarat itu dikemukakan Doni Monardo saat menerima kunjungan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman beserta jajaran pengurus KONI Pusat lainnya di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tidak tanggung-tanggung. Marciano dalam kunjungannya ke markas Gugus Tugas Nasional didampingi jajarannya yakni Wakil Ketua Umum I, Suwarno, Wakil Ketua Umum III, Tursandi Alwi, dan Sekretaris Jenderal Tb. Ade Lukman, Wakil Ketua Bidang Media dan Humas, M. Tirto Prima Putra.

Dalam pertemuan itu dibicarakan tentang olahraga paling populer di masyarakat, sepakbola. Apalagi akhir-akhir ini induk organisasi cabang olahraga sepakbola nasional, PSSI tengah berupaya untuk bisa kembali menggelar kompetisi Liga 1 dan 2.

Baca Juga: KOI Libatkan Cabor Susun Protokol Olahraga

Menyinggung hal itu, Doni menyatakan, terkait sepakbola memerlukan sejumlah syarat. Menurutnya, atlet sepakbola perlu dikarantina dan juga PCR Test. Jika kompetisi digelar kembali, Gugus Tugas berharap agar pertandingan tanpa penonton sebagaimana telah dilakukan di sebagian Eropa.

Terkait latihan olahraga, Gugus Tugas memberikan izin pelatihan selama tidak membuat kerumunan dan ada yang melakukan pengawasan. Penerapan protokol sendiri perlu dilaksanakan dengan disiplin dan juga diawasi dengan baik.

"Kami menyarankan agar olahraga individu bisa dijalankan dan ditingkatkan intesitasnya. Olahraga individu dengan intensitas serta durasi yang cukup dapat meningkatkan imunitas tubuh. Olahraga individu perlu untuk tingkatkan imunitas," ujar dia keterangan resmi KONI Pusat Kamis (25/6/2020).

Karena itu Doni mengemukakan, untuk mencegah terpapar dari Covid-19, pihaknya menganjurkan tetap dilakukannya olahraga di masa pandemi. Dia juga menyatakan bahwa atlet cenderung memiliki risiko terpapar yang rendah karena imunitas yang baik. Meski terpapar, daya tahan tubuh tersebut yang akan membantu melawan virus.

Baca JugaTahap Awal, Protokol Kesehatan Fokus ke Olahraga Perorangan

Namun penularan bisa tetap terjadi pada sekitarnya jika imunitas rendah. Terlebih jika orang-orang di sekitar atlet penderita penyakit ginjal, diabetes, kanker dan hipertensi. “Atlet tidak masalah, yang bermasalah di sekitarnya,” ucap Doni.

Mengingat hak tersebut maka Doni mengemukakan, pembinaan olahraga prestasi dapat dilakukan namun dengan syarat dan ketentuan tertentu. Protokol kesehatan tetap dilaksanakan dengan disilin. Selain itu perlu ada pengawasan yang ketat.

Marciano mengemukakan, masukan dari Gugus Tugas akan menjadi pertimbangan utama bagi KONI Pusat dalam melaksanakan pembinaan olahraga prestasi. Pada akhir pertemuan, Ketua Umum KONI Pusat menyerahkan protokol kesehatan olahraga karya KONI Pusat kepada Gugus Tugas.

Baca JugaAtlet Siap Kembali ke Pelatnas pada New Normal

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat di bawah pimpinan Ketua Umum Letjen TNI (Purn) Marciano Norman terus berjuang agar pembinaan olahraga prestasi nasional tidak surut di tengah pandemi visrus corona (Covid-19) yang melanda Tanah Air dan dunia. Langkah besar dilakukan Marciano dengan langsung bertemu Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo untuk mendapatkan masukan tentang aktivitas olehraga prestasi yang aman di masa new normal penanganan Covid-19.

Menurut Marciano, tujuan dari kunjungan tersebut untuk membangun hubungan yang baik dalam berkoordinasi terkait penyelenggaraan pembinaan olahraga prestasi. Dia mengharapkan pembinaan olahraga prestasi tetap dapat digelar tanpa melanggar aturan pemerintah. Selain itu, tentunya diharapkan juga keselamatan bagi yang terlibat pelatihan. “Ingin selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas,” tutup Marciano. 

 



Sumber: BeritaSatu.com