Pemain Nilai Kompetisi IBL Diundur ke Oktober Sudah Tepat

Pemain Nilai Kompetisi IBL Diundur ke Oktober Sudah Tepat
Pemain Satria Muda (SM) Pertamina Jakarta, Sandy Ibrahim. (Foto: iblindonesia.com)
Hendro D Situmorang / JAS Senin, 27 Juli 2020 | 13:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemain basket asal Satria Muda (SM) Pertamina Jakarta, Sandy Ibrahim, menilai keputusan kelanjutan kompetisi Indonesia Basketball League (IBL) yang diundur ke Oktober 2020 sudah tepat. Kini, setiap tim memiliki waktu persiapan yang lebih lama.

IBL 2020 sebelumnya berencana dimulai kembali pada 4 September hingga 5 Oktober. Namun, setelah melakukan rapat dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, diputuskan IBL 2020 dilanjutkan pada 13-27 Oktober 2020 di Mahaka Square, Jakarta.

“Saya setuju saja IBL diundur, karena kan pasti keputusan itu diambil dari hasil musyawarah atau pertimbangan banyak faktor. Sekarang kondisi di luar juga tidak bisa diprediksi," ujar Sandy dalam keterangan resmi IBL Indonesia, Senin (27/7/2020).

Saat ini, beberapa tim belum ada yang bisa memulai latihan karena terbentur aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan mundurnya jadwal, persiapan bisa lebih matang dan adil bagi setiap tim.

“Kami sebagai pemain merasa diberi waktu untuk latihan bersama tim dan beradaptasi kembali. Membiasakan diri juga dengan satu sama lain setelah tidak latihan bersama selama kurang lebih empat bulan,” ujar Sandy.

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah sebelumnya menyatakan pihaknya memundurkan pelaksanaan lanjutan kompetisi setelah mempertimbangkan beberapa aspek, termasuk untuk memberi waktu persiapan lebih banyak kepada klub-klub menghadapi babak play off mendatang. Jadwal pelaksanaan tersebut juga sudah diinformasikan kepada semua klub-klub peserta IBL.

"Dalam memutuskan opsi kota, juga setelah menimbang berbagai macam aspek seperti fasilitas, antisipasi operasional dalam menjalankan pedoman kesehatan serta tanggapan dari pemerintah daerah setempat. Penjadwalan ini juga telah mendapat dukungan dari kantor Wali Kota Jakarta Utara," ucap Junas.

Sebelumnya dukungan juga diberikan kepada IBL oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kesehatan, Kementerian Pemuda dan Olahraga serta pihak-pihak terkait lainnya.

"Setelah IBL mendapatkan rekomendasi pedoman penyelenggaraan dari BNPB, kami memantapkan rencana dan penjadwalan pelaksanaan baru ini," sambungnya.

Junas berharap dan mengingatkan seluruh pihak terkait dalam kompetisi IBL 2020, terutama klub-klub untuk selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan, baik saat latihan maupun ketika pertandingan berlangsung.

"Kita harus disiplin terhadap pedoman kesehatan. Seperti yang dikatakan Bapak Presiden bahwa penyebaran virus corona dapat dicegah dengan kedisiplinan yang kuat dari diri kita sendiri," ulas Junas.

Dengan pelaksanaan protokol secara disiplin dan pengawasan ketat dari semua pihak, terutama klub akan menekan terjadinya infeksi Covid-19.

Hal ini juga sesuai dengan arahan Dinas Kesehatan yang mengharuskan semua pihak terlibat berkomitmen tinggi menerapkan protokol kesehatan setiap saat.

Manajemen IBL akan terus memonitor dan gencar melakukan sosialisasi pedoman atau protokol kesehatan yang telah disusun.

"Kedisiplinan menjadi kunci pencegahan penyebaran Covid-19," pungkas Junas. 



Sumber: BeritaSatu.com