Pemerintah Persilakan Cabang Olahraga Kembali Gelar Kompetisi

Pemerintah Persilakan Cabang Olahraga Kembali Gelar Kompetisi
Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto (Foto: Antara)
Hendro D Situmorang / CAH Rabu, 29 Juli 2020 | 16:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) mempersilakan kepada masing-masing cabang olahraga (cabor) untuk menggelar lagi kompetisi. Keputusan mengenai hal ini ada pada cabor masing-masing.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora), Gatot S. Dewa Broto mengatakan pemerintah mempersilahkan pihak cabor menggelar kompetisi, namun harus dengan berbagai catatan. Misalnya saja sebelumnya harus ada test swab pcr, tanpa penonton, harus ada koordinasi dari Kempora, cabor, dan Gugus Tugas Penanganan Covid setempat.

“Apalagi sepakbola dan basket, body conctact-nya cukup tinggi. Kami menilai PSSI selangkah lebih maju yang mau menggelar tanpa penonton. Kami pun di pemerintah tidak membatasi pertandingan, tapi melindungi para atlet agar jangan sampai tercipta klaster covid baru,” kata Gatot dalam talkshow Corona yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bertema “Kapan Liga-liga Olahraga Bergulir Kembali?” secara virtual, Rabu (29/7/2020).

Baca Juga: Kempora Kucurkan Rp 50,6 Miliar untuk Fasilitasi Pelatnas PSSI

Oleh karena itu, Kempora mengimbau agar para atlet, ofisial dan lainnya mau menjalankan mekanisme kontrol yang sudah ada. Protokol kesehatan olahraga yang sudah diterbitkan oleh Menpora Zainudin Amali pada 11 Juni 2020 lalu, agar diterapkan dan adanya fungsi kontrol dari pihak Satgas setempat.

“Surat edaran fungsi kontrol harus dilakukan secara ketat. Masyarakat juga harus diedukasi bagaimana cabor menggelar turnamen yang baik di masa ini dan memberi contoh. Jadwal pertandingan pun harus diinformasikan dan penonton tak boleh menonton langsung dan lebih baik menyaksikannya secara virtual atau daring. Jangan sampai gara-gara olahraga tercipta klaster baru covid-19,” ungkap Sesmenpora.

Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, TB Ade Lukman mengakui para atlet di Indonesia sudah sangat antusias dan menunggu kapan bisa berkompetisi kembali. Saat ini masih ada yang berlatih secara mandiri maupun di pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang sudah mendapatkan izin.

Baca Juga: Menpora Pantau Persiapan Olimpiade Cabor Angkat Besi Secara Virtual

“Kami memahami keinginan atlet karena selama 4 bulan ini mereka hanya berlatih berlatih dan berlatih. Butuh wadah untuk bertanding atau berkompetisi. Namun karena pandemi ini beberapa multievent diundur tahun depan seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, Olimpiade dan kejuaraan lainnya,” jelas Ade.

Untuk itu KONI Pusat telah menerbitkan buku panduan atau pendoman olahraga di era pandemi ini yang telah disebarluaskan ke semua cabor dan KONI Provinsi dan kota. Hal itu menjadi arahan apabila mengikuti atau menggelar kompetisi dengan masukan dari Gugus Tugas, Kempora dan Kementerian Kesehatan.

“Saat ini sudah ada 15 cabor mengadakan pertandingan seperti berkuda yang sudah ikut kompetisi berjalan 3 seri. Tentunya dengan jalani protokol kesehatan secara ketat yang diikuti atlet dan ofisial agar mereka aman dari sisi kesehatan dan keselamatan yang menjadi prioritas kami. Begitu juga bulutangkis, tenis, dan lainnya,” ungkap Sekjen KONI Pusat.

Baca Juga: Menpora Minta Seluruh Cabor Kreatif di Tengah Pandemi

KONI Pusat tetap memantau semua pergerakan cabor beserta atletnya yang saat ini terus menjaga kebugaran serta mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Pihaknya yakin semua cabor membuat supervisi dari pelatih ke atletnya agar tetap menjaga daya tahan dan pola latihan yang sesuai dengan adaptasi baru ini.

“Untuk kondisi saat ini, kami menghimbau cabor boleh menggelar kompetisi tanpa penonton dahulu dan optimalkan platform atau live streaming lewat medsos. Kami pun sudah menyiapkan KONI TV, saat mengadakan kompetisi atau pertandingan agar bisa ditonton dan dinikmati pencinta olahraga,” tutup Ade. 

 



Sumber: BeritaSatu.com