Revisi UU SKN Harus Akomodasi Pihak Sponsor
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Revisi UU SKN Harus Akomodasi Pihak Sponsor

Senin, 7 September 2020 | 17:47 WIB
Oleh : Alexander Madji / AMA

Jakarta, Beritasatu.com - Revisi Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) oleh DPR dan pemerintah diharapkan bisa mengakomodasi dan mengatur peran sponsor dalam mencetak atlet berprestasi di masa mendatang. Pasalnya, pembinaan atlet berprestasi sejak usia dini butuh pembiayaan yang tidak sedikit. Di tengah keterbatasan dana pemerintah, maka peran pihak sponsor menjadi sangat penting.

Hal itu terungkap dalam diskusi virtual bertajuk “Peran Klub dalam Pembinaan Bulutangkis Indonesia”, Senin (7/9/2020). Hadir sebagai pembicara adalah Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation Yoppy Rosimin, Manager Tim PB Djarum, dan legenda bulutangkis Indonesia Christian Hadinata yang berbicara dari Kudus, serta mantan pemain tunggal putra kenamaan Indonesia, Hariyanto Arbi, dan moderator Yuni Kartika di Jakarta.

Yoppy Rosimin menjelaskan, untuk mencetak atlet bulutangkis berkelas dunia, misalnya, pihaknya tidak melakukan seorang diri. Mereka menggaet sejumlah sponsor untuk sama-sama mendukung atlet-atlet bulutangkis Indonesia. Merek mereka dibuat semenarik mungkin dan bisa dilihat dengan jelas. Hanya, menjadi sponsor memang tidak bisa langsung merasakan hasilnya.

“Kadang ada sponsor yang pengen atlet yang mereka dukung bisa langsung menjadi atlet kelas dunia. Tidak bisa seperti itu. Kami saja butuh 10 tahun lebih untuk menjadikan Kevin (Sanjaya Sukamuljo) menjadi atlet kelas dunia. Begitu juga Marcus,” katanya.

Sehubungan dengan itu, ia berharap badan-badan usah milik negara (BUMN) mau dan berani membina atlet cabang olahraga apa pun, termasuk bulutangkis, sejak usia dini. Sebab, berdasarkan pengalaman mereka, itu cara terbaik untuk menghasilkan atlet berprestasi yang membanggakan bangsa di kemudian hari.

Selain sponsor, untuk mencetak atlet berprestasi di masa depan, PB Djarum juga melakukan pembinaan yang begitu panjang. Mereka membina atlet sejak dini yang bibit-bibitnya mereka cari dari seluruh Indonesia. Mereka membuat pembinaan berdasarkan kelompok umur yaitu di bahwa usia 11 tahun, U-13, U-15, U-17, dan U-19, sebelum kemudian mereka menjadi atlet nasional yang mengharumkan nama Indonesia di pentas internasional.

Fung Permadi menambahkan, PB Djarum saat ini membina lebih dari 200 atlet bulutangkis sejak U-11 hingga U-19. Dari jumlah itu, sebanyak 41 atlet sudah berada di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Cipayung. Kerja keras mereka, kata Fung, membuat para pebulutangkis muda Indonesia selalu menjadi juara Asia junior dan dunia junior sejak 2017 hingga 2019.

Sementara Christian Hadinata dan Hariyanto Arbi menambahkan, kunci lain untuk mencetak atlet berprestasi di masa depan adalah latihan keras sejak dini. Itu sudah mereka ditunjukkan selama menjadi atlet. Latihan keras membuat keduanya meraih begitu banyak prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia. Padahal, zaman mereka, semuanya serba sulit dan terbatas dibanding sekarang, termasuk dalam hal pendanaan.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ini Jeritan Shelby Rogers, Perempat Finalis US Open

Lawan selanjutnya adalah unggulan ke-4 Naomi Osaka dari Jepang.

OLAHRAGA | 7 September 2020

Menang di Monza, Gasly Jadi Pembalap Prancis Pertama Juara F1 sejak 1996

Hamilton terkena sanksi penalti stop-go 10 detik akibat pelanggaran di pit.

OLAHRAGA | 6 September 2020

Qarrar Firhand Ali Matangkan Persiapan ke Kejuaraan Dunia Karting di Italia

Di sesi latihan babak final Eshark Rok Cup round 4, Qarrar Firhand Ali hanya finish di tempat kedua.

OLAHRAGA | 7 September 2020

Pukul Bola ke Hakim Garis, Djokovic Didiskualifikasi dari US Open

Insiden yang menimpa ofisial perempuan itu ketika Djokovic tertinggal 5-6 pada set pertama melawan petenis Spanyol Pablo Carreno Busta.

OLAHRAGA | 7 September 2020

Orang Tua dan Guru Perlu Dampingi Anak yang Gemar Esports

Orang tua dan guru perlu mendampingi pelajar yang senang bermain game daring agar nilai-nilai positif dari game bisa dimanfaatkan secara optimal.

OLAHRAGA | 4 September 2020

Atlet Pelatnas PBSI Jalani Swab Test

Setelah menjalani kompetisi internal dengan format Piala Thomas dan Uber, para atlet bulutangkis menjalani swab test di Pelatnas Cipayung, Jumat (4/9/2020).

OLAHRAGA | 4 September 2020

Abdul Gafur Dikenang sebagai Pendiri Haornas

Menpora zaman Orde Baru yang menjabat dua periode, Abdul Gafur, meninggal dunia pada Jumat (4/9/2020) dalam usia 81 tahun.

OLAHRAGA | 4 September 2020

Klub Voli Milik Mantan Presiden SBY Ikut Proliga 2021

Kompetisi yang akan memasuki tahun ke-20 ini hanya akan berlangsung di satu tempat.

OLAHRAGA | 3 September 2020

Simulasi Piala Thomas: Tumbangkan Harimau, Garuda Amankan Posisi Kedua

Tim Garuda berhasil memetik kemenangan dari tim Harimau pada laga perebutan posisi runner-up PBSI Simulasi Piala Thomas 2020.

OLAHRAGA | 3 September 2020

MPL Indonesia Jadi Turnamen E-Sports Terpopuler di Dunia

MPL Indonesia tercatat sebagai turnamen e-sports terpopuler di dunia dengan raihan total penonton lebih dari 1,1 juta di April lalu (MPL Indonesia Season 5).

OLAHRAGA | 3 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS