Muhammad Rafli Setiawan, Atlet Esport Termuda di PON Papua
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Muhammad Rafli Setiawan, Atlet Esport Termuda di PON Papua

Selasa, 21 September 2021 | 07:39 WIB
Oleh : JAS

Jayapura, Beritasatu.com - Muhammad Rafli Setiawan, 13 tahun, menjadi atlet esport termuda di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Dia tergabung dalam Kontingen DKI Jakarta.

Rafli, begitu panggilan akrabnya, mulai bermain Free Fire sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD) saat dia berusia 11 tahun.

"Pertama sih saya lihat teman main game, saya jadi ingin main game," kata Rafli saat ditemui di Wisma Atlet Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, yang masih berada pada satu kawasan arena hoki dan kriket yang menjadi tempat bertanding cabang olahraga eksibisi tersebut.

Salah seorang teman bermain Rafli yang bertempat tinggal tidak jauh dari rumahnya kemudian mengenalkan dia kepada teman-temannya yang lain. Dari situ lah terbentuk tim Free Fire yang dinamai Basreng.

Bersama tim Basreng, Rafli kemudian mulai memasuki dunia kompetitif pada 2019 dengan mengikuti beberapa turnamen offline tingkat komunitas.

Semakin serius dengan dunia esport, Rafli mulai memantapkan diri untuk menempati posisi sebagai rusher atau penyerang di timnya.

"Saya pernah melihat YouTuber menjadi rusher, setelah itu saya ikuti cara mainnya, saya latihan akhirnya saya suka. Dari sana mulai atur strategi cara jadi rusher bagaimana. Saya pun mulai paham cara jadi rusher, akhirnya sampai saat ini masih jadi rusher," ujar Rafli.

Berlaga di PON Papua
Memiliki usia yang tergolong lebih muda dari rata-rata para pemain esport lain, bahkan dari teman satu timnya sendiri, Rafli mengaku tidak pernah merasakan diskriminasi.

Rafli mengaku dapat mengimbangi kemampuan teman-temannya di yang memiliki usia jauh di atasnya, yakni Luthfan Aufa Faqih berusia 23 tahun dan Muladi Ahmad Yasin 20 tahun, termasuk Muhammad Haikal yang satu tahun di atasnya.

"Enggak disepelein, mereka kasih tahu aku kalau salah bagaimana. Kalau ada kesalahan-kesalahan pas main turnamen dievaluasi," kata Rafli menegaskan.

Kerja keras Rafli bersama tim yang melakukan latihan delapan jam sehari terbayarkan ketika lolos kualifikasi esport PON Papua tingkat provinsi, menjadi perwakilan DKI Jakarta untuk tim Free Fire.

Tidak hanya itu, tim tersebut bahkan mampu mengungguli provinsi-provinsi lain dalam gelaran Pra-PON dan lolos ke babak utama untuk terbang ke Papua bertanding secara offline.

"Senang bisa sampai sini bisa mewakili DKI Jakarta, latihan enggak sia-sia," ujar Rafli.

Menjadi pemain esport termuda di PON Papua juga tidak membuat Rafli gentar atau pun merasa ada beban untuk membuktikan kemampuannya.

"Main santai pokoknya musuh di depan hajar, mau lawannya sekeras apa intinya mah lawan dulu aja. Di dalam game semua sama," kata siswa SMP Negeri 181 Jakarta Pusat itu.

Namun, sebelum menginjakkan kakinya di tanah Papua, Rafli ternyata sempat terganjal restu orang tua.

Menjadi atlet esport di usia muda ternyata tidak mudah bagi Rafli, mengingat olahraga elektronik tersebut adalah cabang olahraga yang terbilang baru.

"Orangtua sih pertama marahin mulu, soalnya main game males-malesan, makan telat. Nah, kemarin pas tahu esport mewakili DKI Jakarta pertamanya enggak tahu apa itu esport, terus dijelasin sama ofisial DKI, akhirnya diizinin buat mewakili DKI Jakarta," ujar Rafli.

Kantongi Restu Orangtua
Restu orang tua tentunya menjadi hal terpenting bagi Pengurus Besar Esport Indonesia (PB ESI) untuk dapat membawa Rafli terbang lebih dari 3.400 km dari rumahnya di Jakarta.

"Pasti namanya orangtua apalagi ini jauh di Papua ada kekhawatiran, bagaimana keselamatannya, kesehatannya, tapi pada akhirnya kita dapat meyakinkan orangtuanya," kata Ketua Kontingen Esport DKI Jakarta, Michael Eprafas.

Michael mengatakan PB ESI mengeluarkan surat rekomendasi yang menyebutkan bahwa Rafli sudah terpilih dan berhak mewakili DKI Jakarta, yang seharusnya menjadi suatu kebanggaan bagi orangtua karena anaknya yang berusia muda dapat berprestasi.

"Selanjutnya kita juga jelaskan kepada orang tua bahwa PON ini suatu cabang olahraga yang resmi, turnamen nasional yang sangat besar dan resmi didukung oleh pemerintah, dari segi kesehatan, protokol kesehatan juga ketat, dari segi keselamatan juga ketat," ujar Michael.

Tidak hanya orang tua, ESI DKI Jakarta juga mengeluarkan surat izin untuk sekolah agar Rafli, dan anak-anak usia sekolah lainnya dapat mengikuti pertandingan PON di Papua.

Rafli mengaku mendapat dukungan dari sekolah, juga semangat dari guru-gurunya untuk berlaga di PON Papua dan membawa pulang medali emas.

Meski telah menjadi atlet esport, Rafli tetap mengutamakan sekolah, "pendidikan nomor satu sih, harus belajar," ujar dia.

Dia juga tidak ragu lagi untuk melangkah menggapai cita-citanya. "Ingin jadi pemain profesional, jadi juara dunia," pungkas Rafli.

Esport merupakan cabang olahraga yang baru pertama pertama kali pertandingkan di kejuaraan terbesar di Tanah Air meski baru sebatas ekshibisi. Meski demikian kontingen DKI Jakarta tetap mengirimkan atlet terbaik demi meraih hasil maksimal termasuk melalui Muhammad Rafli Setiawan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Basket NBA, Upaya Blazers Paksa Perpanjangan Waktu Kandas

Ini merupakan kekalahan kedua Blazers dari Kings. Karena sebelumnya saat pertandingan prakompetisi 12 Oktober lalu, Kings mengatasi Blazers 107-93.

OLAHRAGA | 21 Oktober 2021

Stadion Pakansari Bogor Uji Coba Pertandingan Liga 1 Berpenonton

Pemkab Bogor melakukan uji coba pertandingan Liga 1 di Stadion Pakansari berpenonton.

OLAHRAGA | 21 Oktober 2021

Denmark Terbuka: Cedera Otot Pinggang Jadi Penyebab Anthony Ginting Mundur

Menurut pelatih fisik PP PBSI Iwan Hermawan, otot pinggang Ginting mengalami pemakaian berlebihan sehingga menyebabkan sakit.

OLAHRAGA | 21 Oktober 2021

Kasus LADI, ISORI: Ada Aroma Tak Sedap Terkait Sanksi Doping WADA

ISORI mendukung kebijakan Menpora Amali membawa persoalan sanksi doping WADA ke LADI ke jalur hukum.

OLAHRAGA | 21 Oktober 2021

Lima Wakil Indonesia Tersingkir di Babak Pertama Denmark Terbuka

Anthony Ginting, Hendra/Ahsan, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Siti Fadia/Ribka Sugiarto, dan Shesar Rhustavito tumbang di babak pertama Denmark Terbuka 2021

OLAHRAGA | 21 Oktober 2021

Rajai ISSOM di Sentul, CRK Motorsport Incar Juara Umum

Hasil gemilang yang diraih CRK Motorsport memang menunjukkan bahwa Charock tidak main-main dalam membentuk timnya.

OLAHRAGA | 20 Oktober 2021

Nita/Putri Melaju ke 16 Besar Denmark Open

Nita Violina Marwah/Putri Syaikah berhasil melaju ke babak 16 Besar Denmark Open setelah mengalahkan Jakkampudi Meghana/Poorvisha S RAM 21-8, 21-7.

OLAHRAGA | 20 Oktober 2021

Gregoria Mariska Tunjung Lolos ke 16 Besar Denmark Open 2021

Tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung berhasil melaju ke babak 16 Besar turnamen bulu tangkis Denmark Open 2021, Rabu (20/10/2021).

OLAHRAGA | 20 Oktober 2021

Denmark Terbuka: Gregoria Menang, Siti Fadia/Ribka Sugiarto Tersingkir

Gregoria menjadi satu-satunya harapan Indonesia di tunggal putri setelah Ruselli Hartawan dikalahkan Busanan Ombangrumphan di babak pertama Denmark Terbuka.

OLAHRAGA | 20 Oktober 2021

Insiden Bendera di Piala Thomas, Politisi PDIP: Ini Bukan Masalah Kecil

Politisi PDIP Aria Bima menilai luapan kekecewaan kepada Menpora Zainudin Amali atas kejadian di Piala Thomas adalah salah alamat.

OLAHRAGA | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Losmen Bu Broto


# Pedang Perang Salib


# Syarat Perjalanan Domestik


# Aipda Ambarita


# Anies Baswedan



TERKINI
RSM Indonesia Rilis Transparency Report 2021

RSM Indonesia Rilis Transparency Report 2021

NASIONAL | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings