Logo BeritaSatu

Kronologi Sanksi WADA yang Berdampak Pahit buat Tim Thomas Indonesia

Senin, 18 Oktober 2021 | 09:45 WIB
Oleh : Iman Rahman Cahyadi / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Sanksi kepada Indonesia dengan tidak memperbolehkan bendera Merah Putih berkibar saaat seremoni gelar juara Piala Thomas seakan mengejutkan banyak pihak. Padahal, jauh-jauh hari stakeholder Indonesia (Kemenpora, LADI, KONI dan KOI) sudah diperingatkan soal sanksi ini oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA).

Sebenarnya WADA tanggal 7 Oktober lalu menyatakan Indonesia, Thailand dan Korea Utara sebagai negara yang tidak menerapkan program pengujian yang efektif. Sanksinya adalah Indonesia tidak memenuhi syarat untuk diberi hak menjadi tuan rumah kejuaraan regional, kontinental, atau dunia selama penangguhan.

Advertisement

Tidak itu saja, perwakilan dari tiga negara juga tidak memenuhi syarat untuk duduk sebagai anggota dewan di komite sampai negara mereka dipulihkan atau untuk jangka waktu satu tahun, mana yang lebih lama.

Atlet dari tiga negara tersebut masih diizinkan turun di kejuaraan regional, kontinental dan dunia, namun tidak bisa mengibarkan bendera nasional mereka selain di Olimpiade. Dan, sanksinya sudah langsung diterima tim bulutangkis Indonesia yang menjadi juara di Piala Thomas 2020.

Soal teguran ini, Menpora Zainudin Amali mengatakan sudah langsung memberikan respons dengan melakukan koordinasi dengan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) untuk mempertanyakan di mana posisi Indonesia sehingga sampai dikatakan tidak patuh tersebut.

"Surat WADA tersebut hadir lebih kepada pengiriman sampel, di mana pada tahun 2020 lalu kita memang merencanakan untuk memberikan sampel, namun lantaran pandemi Covid-19 hadir di tahun yang sama, sehingga tidak ada kegiatan-kegiatan olahraga yang bisa kita jadikan sampel untuk antidoping pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut. Ini yang menyebabkan tidak terpenuhinya sampel itu," ucap Menpora Amali saat menggelar jumpa pers secara virtual pada Jumat (8/10/2021) dari Jayapura.

Menpora Amali sangat optimis jika masalah ini akan selesai. "Saya optimis permasalahan ini akan beres, setelah kita melakukan komunikasi untuk tahun 2021 ini dengan sampel-sampel anti-doping yang diambil dari pelaksanaan PON ini," lanjutnya.

Amali mengaku sudah langsung mengirimkan surat balasan ke WADA pada 8 Oktober lalu. Dia memastikan bahwa Indonesia tidak akan kehilangan hak-haknya di ajang olahraga internasional dan masih bisa menjadi tuan rumah kejuaraan internasional.
Menurut dia, WADA juga akan menunggu sample uji doping di PON Papua sehingga ambang batas minimal sample pengujian (TDP) Indonesia dapat terpenuhi.

“Saya kira tidak ya, setelah kami menyampaikan surat pada tanggal 8 Oktober kemarin kemudian WADA sudah merespons bahwa mereka memahami apa yang terjadi di Indonesia, situasi di Indonesia,” ujar Menpora.

Namun ancaman sanksi WADA ternyata langsung sudah diterima tim bulutangkis Indonesia. Lagu Indonesia raya yang berkumandang tidak diiringi dengan naiknya berndera Merah Putih di Ceres Arena, Aarhus, Denmark. Bendera PBSI terlihat berkibar diantara bendera Tiongkok (peringkat kedua) dan bendera Jepang dan Denmark (peringkat ketiga).



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Banjir di Jalan Bangun Nusa Raya Cengkareng karena Drainase Buruk

Banjir yang kerap melanda Jalan Bangun Nusa Raya, Cengkareng, Jakarta Barat disebabkan sistem drainase yang buruk.  

NEWS | 29 Januari 2023

Raih 20 dari 36 Suara, Chandra Terpilih Jadi Ketum HMI Palembang

Chandra berhasil meraih 20 suara dari total 36 suara dan terpilih menjadi ketua umum HMI Cabang Palembang.

NEWS | 29 Januari 2023

Bus Persis Solo Dilempari Batu, Polisi Periksa Saksi dan Cek CCTV di Lokasi

Polres Tangerang telah memeriksa CCTV di lokasi kejadian saat bus Persis Solo dilempari batu oleh oknum suporter Persita Tangerang. 

NEWS | 29 Januari 2023

Dinkes Sulteng Kekurangan Stok Vaksin Booster Kedua

Jumrini mengatakan, pelaksanaan vaksin booster kedua belum sepenuhnya bisa berjalan maksimal karena stok vaksin yang ada masih kurang.

NEWS | 29 Januari 2023

Pinjam Golok Orang Lain, Pemain Debus di Sukabumi Terluka

Pemain debus di Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat terluka karena melakukan atraksi debus dengan meminjam golok orang lain, Sabtu (28/1/2023).

NEWS | 29 Januari 2023

Mensos Risma Dorong Kemandirian Penyandang Disabilitas

"Penyandang disabilitas tidak bisa selamanya bergantung pada orang lain, perlahan mereka harus bisa mandiri," kata Mensos Risma.

NEWS | 29 Januari 2023

Bus Persis Solo Dilempari Batu, Terduga Pelaku Sudah Ditangkap Polisi

Polres Tangerang Selatan menangkap terduga pelaku yang melempari bus Persis Solo dengan Batu. Saat ini, polisi juga sudah mendalami alat bukti yang ada. 

NEWS | 29 Januari 2023

Jatim Targetkan Angka Stunting Turun 14 Persen di 2024

Dinkes Jatim gencar melakukan kolaborasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan elemen masyarakat untuk menekan angka stunting.

NEWS | 29 Januari 2023

Viral, Rekaman CCTV Pelempar Batu Dikeroyok Sekelompok Orang Diduga Pemain Persis Solo

Salah seorang pelaku pelemparan bus sampai dikejar dan dikeroyok oleh sekelompok orang yang diduga pemain Persis Solo.

NEWS | 29 Januari 2023

Soal Isu Reshuffle di Rabu Pon 1 Februari, Jokowi: Tunggu Saja

Presiden Jokowi menanggapi isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju yang disebut bakal dilakukan pada Rabu 1 Februari 2023 yang bertepatan dengan Rabu Pon. 

NEWS | 29 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jalur Semarang-Grobogan Ambles Sepanjang 25 Meter

Jalur Semarang-Grobogan Ambles Sepanjang 25 Meter

NEWS | 13 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE