Belajar Berkorban Lewat Pandemi Covid-19

Opini: Anang Arslan Asnar

Pengamat Sosial, Senior Konsultan Bidang Standarisasi Internasional (ISO)

Jumat, 31 Juli 2020 | 09:06 WIB

Selama ini setiap individu maupun berbagai jenis organisasi dalam berbagai tatanan selalu disibukkan oleh aktivitasnya masing-masing. Hal ini seakan dihentikan sejenak oleh pandemi Covid-19. Barangkali satu pembelajaran penting di antara luasnya makna universal Iduladha yang identik dengan ibadah haji adalah persatuan berbagai warga dunia untuk bersama-sama menghadapi berbagai tantangan dalam mencapai tujuan yang sama.

Pandemi Covid-19 telah membuat seluruh warga dunia dalam kerangka ini. Suatu kerangka dan partisipasi yang sangat dibutuhkan dalam mengatasi berbagai tantangan global seperti pandemi, perubahan iklim, krisis energi, kelaparan dan kemiskinan ekstrem, dan lain-lain. Demikian juga dengan pencapaian sasaran-sasaran lain dalam pembangunan global awal abad 21 (Millennium Development Goals/MDG’s) yang membutuhkan kesadaran, kerja sama dan peran aktif seluruh warga dunia.

Menengok sekilas ke belakang, patut kita syukuri, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan kerja sama seluruh warga dunia telah berhasil menghapuskan cacar ganas (smallpox) pada tahun 1980. Sebuah penyakit yang menghantui dunia selama berabad-abad. Karena keberhasilan tersebut, vaksinasi untuk penyakit ini sudah tidak lagi diperlukan oleh generasi milenial dan sesudahnya. Demikian juga keberhasilan kerjasama dalam pencegahan beberapa wabah menjadi pandemi seperti SARS-CoV-1, flu burung, MERS dan lain-lain.

Eksploitasi berlebihan oleh manusia terhadap hutan-hutan alam, diperkirakan telah mendorong banyak patogen mampu berpindah inang dari hewan ke manusia. Peran serta seluruh warga dunia dalam mengatasi hal ini hingga akarnya diharapkan dapat mencegah terjadinya pandemi di masa mendatang. Penggunaan berbagai instrumen digital termasuk e-payment untuk mengurangi pemakaian kertas, merupakan satu di antara peran aktif yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Digitalisasi menghasilkan manfaat berantai dalam berbagai hal.

Iduladha dan Covid-19
Iduladha mengajarkan keikhlasan dalam menghadapi cobaan sangat berat sebagaimana Nabi Ibrahim menerima perintah untuk menyembelih anak tercinta yang telah lama sekali dinantikan kehadirannya untuk dijadikan sebagai kurban. Karena kesabaran, keikhlasan dan kesanggupannya, akhirnya hal ini digantikan dengan hewan kurban.

Iduladha ini tentunya dapat dimaknai secara luas oleh setiap individu serta berbagai jenis dan tingkatan organisasi masyarakat pasca-ibadah ritual kurban itu sendiri, dalam bentuk amal dan perbuatan nyata menurut kapasitas dan konteksnya masing-masing, baik untuk kepentingan individu sendiri maupun kepentingan bersama yang lebih luas. Berbagai kesulitan hidup akibat guncangan ekonomi serta ancaman kesehatan dan nyawa oleh pandemi Covid-19 merupakan suatu cobaan besar dan berat bagi warga dunia, di mana sangat dibutuhkan kesabaran, keikhlasan dan tekad dalam menyikapi.

Pembagian daging kurban juga melambangkan dan membangun sikap kepedulian dan empati terhadap sesama, sebagaimana spirit pada zakat dan sedekah. Pandemi Covid-19 telah membangkitkan sikap dan semangat ini di berbagai wilayah dunia yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga-lembaga, dan individu-individu pada berbagai macam dan tingkatan komunitas.

Dapat dirasakan oleh setiap orang dan semua pihak bagaimana kehidupan kota-kota besar seperti Jakarta dan perkotaan lain di Indonesia maupun dunia. Kemacetan luar biasa, polusi udara, air dan lain-lain dirasakan setiap hari oleh segenap warganya. Jika kita telusuri, berbagai sumber daya alam termasuk keanekaragaman hayati yang kita manfaatkan sehari-hari saat ini sejatinya telah disediakan melalui proses sangat kompleks dan panjang selama berpuluh-puluh juta tahun. Namun, seperti halnya bahan bakar minyak (BBM), hampir dihabiskan hanya dalam 2 abad oleh berbagai aktivitas manusia saat ini.

Apabila segala aktivitas warga dunia dengan cara-cara serta tingkat pertumbuhannya dalam berbagai hal sebagaimana saat ini, maka sulit dibayangkan apa yang akan dirasakan oleh generasi mendatang. Pandemi Covid-19 dapat dilihat sebagai sirene darurat terhadap berbagai hal yang perlu segera diatasi bersama oleh warga dunia.

Tentu banyak makna yang dapat kita gali dari pandemi Covid-19. Melatih kesabaran dan keikhlasan, membangun rasa kebersamaan, kerja sama dan persatuan warga dunia, melatih pola hidup sehat, efisiensi dalam berbagai hal, globalisasi digital, melatih fleksibilitas, membangkitkan kreativitas dan menumbuhkan inovasi. Makna-makna ini bilamana tetap dijaga, dipersiapkan, dikembangkan dan diteruskan bersama oleh segenap warga dunia setelah badai pandemi Covid-19 berlalu, banyak perbaikan dapat dihasilkan.

Sebagai contoh, bila pasca-pandemi Covid-19 fleksibilitas dan digitalisasi menjadi semakin banyak dapat dilakukan untuk mendukung pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, maka efisiensi dan manfaat dalam berbagai hal akan dapat dihasilkan. Penghematan tenaga, biaya, waktu, BBM, emisi karbon, akan kemacetan terwujud secara sangat signifikan. Kualitas kehidupan keluarga yang lebih baik mungkin juga dapat dihasilkan dengan cara ini, cara yang telah dilatih oleh pandemi Covid-19.

Dengan demikian pandemi Covid-19 dapat dimaknai sebagai suatu pengorbanan besar dan perjuangan menghadapi persoalan komunal, dengan cara menciptakan suatu tatanan baru berbasis pemanfaatan seluasnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika kita perhatikan kemajuan teknologi informasi saat ini, maka untuk pertama kali dalam sejarah manusia, setiap orang kapan saja dan di mana saja dapat mengajarkan hal apa saja kepada seluruh warga dunia. Yang berarti juga sebaliknya setiap orang dapat belajar apa saja, kapan saja dan di mana saja.

Demikian juga dalam berbagai hal yang lain. Pandemi Covid-19 telah mendorong seluas-luasnya hal tersebut kepada seluruh warga dunia. Bilamana berbagai makna pembelajaran dapat diteruskan pasca-pandemi Covid-19, maka semoga tidak saja mampu memberikan landasan bagi keselamatan dan kesejahteraan bagi generasi mendatang, tetapi juga memberikan peluang besar terjadinya lompatan suatu era baru, hasil terjadinya pemberdayaan sumber daya manusia secara maksimal seluruh warga dunia.