PCR Covid-19 yang Positif Berkepanjangan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.61)   |   COMPOSITE 6251.05 (39.2)   |   DBX 1329.86 (14.38)   |   I-GRADE 180.794 (0.27)   |   IDX30 506.396 (0.81)   |   IDX80 136.709 (0.46)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.9)   |   IDXESGL 140.339 (0)   |   IDXG30 143.133 (0.64)   |   IDXHIDIV20 446.039 (1.06)   |   IDXQ30 145.232 (0.05)   |   IDXSMC-COM 293.729 (3.78)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (2.89)   |   IDXV30 135.556 (1.75)   |   INFOBANK15 1043.56 (-0.65)   |   Investor33 435.417 (0.44)   |   ISSI 183.035 (1.43)   |   JII 629.726 (4.13)   |   JII70 221.943 (1.98)   |   KOMPAS100 1220.71 (4.06)   |   LQ45 950.717 (1.87)   |   MBX 1696.63 (9.05)   |   MNC36 322.327 (0.36)   |   PEFINDO25 325.87 (1.49)   |   SMInfra18 306.901 (2.86)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.17)   |  

PCR Covid-19 yang Positif Berkepanjangan

Opini: Tjandra Yoga Aditama
Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas YARSI, Mantan Direktur WHO SEARO dan Mantan Dirjen P2P & Ka Balitbangkes

Sabtu, 6 Februari 2021 | 17:20 WIB

Tidak jarang kita dengar keluhan pasien Covid-19 yang menyatakan bahwa hasil tes polymerase chain reaction (PCR) tetap saja positif sampai berminggu-minggu. Walaupun sudah beberapa kali diulang, tidak ada keluhan sama sekali.

Cukup banyak pasien yang mempersoalkan hal ini. Ada yang menjadi sedih karena tetap positif. Ada juga yang mempertanyakan apakah sudah boleh beraktivitas kembali atau tidak.

Pada akhir 2020 ada hasil laporan penelitian berskala besar yang dipublikasikan di jurnal kesehatan internasional Lancet yang membahas hal ini. Penelitian itu ikut memberi penjelasan tentang apa yang sebenarnya mungkin terjadi.

Laporan ilmiah di Lancet ini bersifat systematic review dan meta-analisis. Artinya tim penelitinya menganalisis dengan mendalam puluhan publikasi ilmiah yang ada, menyelaraskan metodologinya dan lalu mengambil kesimpulan yang tepat.

Laporan ilmiah kali ini dilakukan dengan menelaah 98 hasil penelitian di berbagai negara dari berbagai jenis virus corona, yaitu 79 penelitian virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 dengan total data dari 5.340 orang; delapan penelitian tentang penyakit severe acute respiratory syndrome (SARS) dengan melibatkan data 1.858 orang; serta 11 penelitian Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV) dengan melibatkan data 799 orang.

Hasilnya menunjukkan bahwa angka rata-rata ditemukannya ribonukleat acid (RNA) virus SARS-CoV-2 pada tubuh pasien adalah 17 hari sesudah infeksi terjadi. Hasil penelitian ini mendapatkan waktu terlama virus masih ditemukan adalah sampai 83 hari sesudah infeksi.

Kalau masih ada RNA virus maka hasil PCR-nya memang masih positif, walaupun adanya hanya RNA tidak bisa dikatakan bahwa virusnya masih “hidup”. Sebab, yang ditemukan hanya materi genetik.

Hasil lain laporan ilmiah ini menunjukkan bahwa tidak ada virus hidup yang masih ditemukan sesudah 9 hari mulai sakit, walaupun jumlah viral loads masih tinggi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa jumlah virus Covid-19 tertinggi terjadi pada minggu pertama sakit, sementara pada penyakit SARS angka tertingginya pada hari ke 1-14, dan pada MERS-CoV pada hari ke 7-10.

10 Hari Isolasi
Hasil penelitian ini menunjukkan 3 hal penting. Pertama, ternyata sesudah sembilan hari, tidak ditemukan lagi virus corona hidup pada ribuan kasus yang dilaporkan. Artinya, sesudah sembilan hari, pasien sudah tidak menular lagi. Hal ini sejalan dengan Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/MENKES/413/2020 yang menyatakan bahwa seorang pasien dinyatakan selesai isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:

a. Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

b. Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.

Dalam bagian lain Keputusan Menteri Kesehatan ini juga dibahas tentang tata laksana klinis pasien terkonfirmasi Covid-19, yang juga mengambil cut off 10 hari. Disebutkan bahwa pada prinsipnya pasien terkonfirmasi Covid-19 yang tanpa gejala tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit, tetapi pasien harus menjalani isolasi selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi, baik isolasi mandiri di rumah maupun di fasilitas publik yang dipersiapkan pemerintah.

Penelitian lain tentang hal ini antara lain menyebutkan bahwa virus SARS-CoV-2 dapat mulai ditemukan 1 sampai 2 hari sebelum gejala timbul, dan lalu dapat menetap sampai 7-12 hari pada kasus sedang, serta sampai 2 minggu pada kasus yang berat.

Positif Berkepanjangan
Hal kedua yang dapat diambil dari laporan penelitian ini bahwa ternyata memang hasil PCR dapat saja masih positif walaupun pasien sudah sembuh. Bahkan ada yang sampai 80-an hari masih bisa saja positif.

Penelitian lain tentang hal ini antara lain dilakukan di Singapura, yang menemukan virus Covid-19 masih ditemukan sampai 24 hari sesudah gejala timbul. Peneliti di Jerman juga pernah melaporkan ditemukannya virus dalam waktu lama sesudah gejala, walaupun mereka tidak melakukan kultur sehingga tidak tahu apakah virus itu masih hidup atau tidak. Juga ada penelitian yang masih menemukan virus sampai 22 hari pada anak-anak yang sembuh dari Covid-19 ringan.

Ini tentu tidak berarti bahwa semua pasien yang sembuh dari Covid-19 masih akan positif PCR-nya. Sebagian besar pasien hasil PCR-nya juga akan negatif sesudah sembuh. Hanya saja, laporan penelitian di jurnal Lancet itu mengungkapkan bahwa RNA virus corona masih dapat ditemukan sampai 83 hari, walaupun pasien sudah tidak sakit dan juga tidak menularkan penyakit.

Tentu jangan pula cepat-cepat mengambil kesimpulan bahwa kalau PCR masih positif maka artinya sudah sepenuhnya sembuh dan tidak menular lagi. Tetap saja perlu kajian medis yang tepat. Jadi, kalau ada kasus PCR positif yang masih berulang, sebaiknya berkonsultasi secara mendalam dengan dokter dan petugas kesehatan yang menangani, mungkin sekali itu adalah virus mati yang kebetulan masih terdeteksi walaupun penyakitnya sudah sembuh.

Diskusi dan pemahaman yang menyeluruh juga perlu dilakukan apabila hasil PCR ini menjadi salah satu dasar seseorang dapat masuk bekerja kembali, yang dalam hal ini tentu lebih banyak lagi pertimbangan lain yang diperhatikan.

Hal ketiga yang dapat ditarik dari hasil laporan ilmiah ini adalah untuk menentukan kebijakan harus berdasar pada penelitian ilmiah yang valid (evidence based). Jadi, di tengah kesibukan menangani pasien Covid-19 sehari-hari, data harus terus dikumpulkan secara sistematis dan dianalisis mendalam, didukung dengan data laboratorium serta data epidemiologi yang lengkap.

Penyakit Covid-19 ini baru sekitar setahun umurnya. Dengan demikian masih banyak yang perlu diteliti agar didapat cara penanggulangan yang tepat.

Untuk kita semua, sekali lagi tidak bosan-bosannya diingatkan harus selalu menjaga protokol kesehatan 3M dan berbagai “M” lainnya. Sebab, kita tidak tahu pasti ada tidaknya sumber penularan di sekitar kita. Selalulah mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mematuhi etiket batuk dan memberi salam, serta menjalankan pola hidup bersih sehat.


BAGIKAN






TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS