Global Fund dan Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Global Fund dan Covid-19

Opini: Tjandra Yoga Aditama
Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas YARSI, Mantan Direktur WHO SEARO dan Mantan Dirjen P2P & Ka Balitbangkes

Kamis, 1 April 2021 | 14:23 WIB

The Global Fund to Fight AIDS, TB and Malaria (GF ATM) yang sekarang dikenal sebagai Global Fund adalah kemitraan multilateral antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat yang bersifat mandiri. Kemitraan ini pertama kali digagas oleh Sekretaris Jenderal PBB ketika itu, Kofi Annan, pada tahun 2001, dan kemudian didirikan pada 2002.

Tujuan utama kemitraaan ini adalah untuk mengumpulkan dana dari pemerintah-pemerintah, perusahaan dan perseorangan di seluruh dunia, untuk dialokasikan bagi program pengendalian infeksi HIV/AIDS, tuberkulosis (TB) dan malaria. Indonesia adalah salah satu negara penerima hibah Global Fund dalam pengendalian ketiga penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat ini. GF ATM sudah membantu Indonesia sejak tahun 2003, baik untuk pengendalian HIV/AIDS, TB dan malaria serta penguatan sistem kesehatan (Health System Strengthening/HSS).

Dengan pandemi Covid-19 sekarang ini, Global Fund juga menyumbangkan dana untuk penanggulangan pandemi, dengan tentu tetap mempertahankan fungsi utamanya untuk penanggulangan HIV/AIDS, TB, dan malaria. Sejauh ini Global Fund sudah menyalurkan dana respons Covid-19 sejumlah US$ 980 juta ke 106 negara di dunia, termasuk ke Indonesia. Diperkirakan masih diperlukan dana sekitar US$ 313 juta lagi yang harus diupayakan Global Fund. Dana antara lain segera diperlukan untuk pengadaan alat pelindung diri (APD), pelaksanaan 3T (test, trace, and treat) Covid-19 dan tentu untuk mengatasi dampak mengancam jiwa akibat infeksi HIV/AIDS, TB, dan malaria.

Kita ketahui bersama bahwa investasi pada sistem kesehatan masyarakat di dunia merupakan hal yang amat penting dalam jaminan keamanan kesehatan global (global health security) serta upaya kita menanggulangi infeksi HIV/AIDS, TB, dan malaria, pandemi COVID-19 sekarang ini, serta kemungkinan ancaman kesehatan di masa datang.

Tulisan ilmiah di jurnal kesehatan internasional The Lancet pada Februari 2021 membahas situasi di 10 negara, termasuk Indonesia. Tulisan berjudul “Global Fund Contributions to Health Security in Ten Countries, 2014–20: Mapping Synergies Between Vertical Disease Programmes and Capacities for Preventing, Detecting, and Responding to Public Health Emergencies” menyatakan bahwa lebih dari sepertiga kegiatan Global Fund untuk mendukung jaminan keamanan kesehatan global adalah dalam bentuk deteksi dan respons terhadap kedaruratan kesehatan masyarakat (public health emergencies) melalui penguatan sistem laboratorium, pengendalian resistensi antimikrobial (antimicrobial resistance), dan pengadaan alat kesehatan serta ketersediaan petugas kesehatannya.

Tiga Penggunaan
Negara-negara pada umumnya menggunakan dana dari Global Fund untuk menangani Covid-19 dalam tiga bentuk. Pertama, adalah langsung untuk respons lapangan Covid-19, termasuk pengadaan alat dan reagen untuk tes, sarana pengobatan, pengadaan APD bagi petugas, serta kegiatan tes di lapangan, pelacakan, pengobatan dan isolasi.

Kedua, kegiatan mitigasi dampak Covid-19 pada program pengendalian penyakit HIV/AIDS, TB, dan malaria termasuk pengadaan obat, pembagian kelambu berinsektisida untuk mencegah gigitan nyamuk malaria dan juga kerja lapangan dari pintu ke pintu oleh petugas kesehatan untuk mendeteksi dan mengendalikan penyakit.

Ketiga, perbaikan sistem pelayanan kesehatan masyarakat secara umum, termasuk peningkatan keterlibatan aktif masyarakat dalam program kesehatan.

Dengan belum terkendalinya pandemi Covid-19 ini, maka memang berbagai kemungkinan sumber daya perlu terus diupayakan, salah satu di antaranya adalah Global Fund ini. Di sisi lain, pengendalian masalah kesehatan non-Covid-19 juga harus dapat perhatian seksama, termasuk HIV/AIDS, TB, dan malaria.

Kita perlu mengantisipasi agar sesudah pandemi Covid-19 teratasi jangan sampai kita harus berhadapan dengan masalah besar penyakit-penyakit lain yang pengendaliannya tidak dilakukan maksimal pada era pandemi sekarang ini.


BAGIKAN






TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS