Dwifungsi Rakyat, Jalan Tengah Pertahanan Negara
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dwifungsi Rakyat, Jalan Tengah Pertahanan Negara

Opini: Steve Rick Elson Mara
Kader Intelektual Bela Negara

Minggu, 6 Juni 2021 | 09:50 WIB

Dalam menjalankan sistem pemerintahan, Indonesia menganut sebuah paham yang disebut dengan demokrasi, yang artinya dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat atau semua kewenangan dimiliki oleh rakyat. Rakyat memiliki peran penting dalam pembentukan negara Indonesia sehingga Indonesia dikenal dengan negara yang mendapatkan kemerdekaan dengan cara “direbut bukan diberikan”.

Sejak 20 Mei 1908, yang dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional, Indonesia memasuki sebuah fase baru, yaitu perjuangan bangkitnya pergerakan nasional, semangat kesatuan dan persatuan untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Sebagai negara demokratis, rakyat berdaulat penuh dan dijamin oleh undang-undang untuk bersuara, menyampaikan pendapat dimuka umum, bahkan menolak kebijakan pemerintah yang tidak pro kepada masyarakat.

Selain itu, masyarakat Indonesia juga merupakan bagian integral dalam pertahanan negara, karena sistem peatahanan Indonesia yang semesta atau sistem pertahanan yang melibatkan seluruh komponen dan sumber daya yang dimiliki untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “dwi” berarti bentuk terikat yang berarti dua dan “fungsi” merupakan sesuatu yang dikerjakan. Sehingga, jika diartikan, dwifungsi rakyat berarti ada dua hal yang harus dikerjakan oleh masyarakat Indonesia.

Selama ini, kita sering mendengar tentang dwifungsi ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) yang berarti ABRI (sekarang TNI) pada saat itu memiliki dua fungsi, yaitu sebagai kekuatan militer Indonesia dan juga sebagai pemegang kekuasaan dan pengaturan negara.

Kebijkan dwifungsi ABRI ini lahir sejak era Orde Baru, di mana pada saat itu ABRI memiliki peran ganda. Hal itu merupakan dampak dari semangat ABRI di dalam perkembangannya sejak Indonesia merdeka. Konsep dwifungsi ABRI ini merupakan konsep yang berasal dari pemikiran Jenderal AH Nasution, yang dianggap sebagai jalan tengah atau dengan kata lain konsep ini menempatkan militer sebagai alat dalam keamanan dan pertahanan negara, yang juga dapat berpartisipasi langsung dalam politik, sosial, dan budaya.

Pada penerapan dwifungsi ABRI di zaman pemerintahan Presiden Soeharto, kekuatan militer berhasil mendominasi lembaga eksekutif dan legislatif.

Dwifungsi Rakyat
Dalam membangun pertahanan Indonesia saat ini menuntut peran seluruh komponen bangsa dalam membela negara demi kelangsungan hidup dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagaimana yang telah diingatkan oleh Bung Karno, bahwa perang modern bukan sekadar perang militer, melainkan peperangan yang menyangkut seluruh aspek kehidupan masyarakat. Dengan demikian, tidak hanya militer yang berperan, tetapi juga seluruh rakyat mempunyai peran di dalamnya.

Dwifungsi rakyat merupakan jalan tengah di dalam mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Penulis melihat bahwa di dalam sistem demokrasi, rakyat memiliki kewenangan dalam hal sosial politik. Rakyat tanpa dibatasi dapat dipilih dan memilih untuk mendapatkan kekuasaan, hal itu merupakan salah satu dari fungsi utama rakyat.

Namun, selain fungsi sosial politiknya, rakyat Indonesia saat ini masuk era di mana, ancaman yang datang bukan lagi ancaman militer, tetapi ancaman nonmiliter, sehingga rakyat dituntut untuk terlibat aktif di dalam upaya-upaya bela negara

Pada Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 disebutkan bahwa semua warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Lalu, Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menyebutkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Artinya, masyarakat perlu memahami bahwa selain dapat berkuasa di dalam bidang pemerintahan, masyarakat juga memiliki tugas lain, yaitu menjadi komponen pendukung dalam sistem pertahanan negara (nirmiliter).

Sehingga, dwifungsi rakyat sebagai jalan tengah dalam pertahanan adalah rakyat memiliki dua tugas utama yang harus dijalankan saat ini, yaitu rakyat mendapatkan hak sebagai warga negara untuk dipilih dan memilih serta kewajiban untuk menjadi bagian di dalam komponen pendukung pertahanan negara sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional.

Program perekrutan generasi muda sebagai komponen cadangan merupakan hal penting yang saat ini sedang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan. Ini akan menciptakan kekuatan pertahanan baru di Indonesia yang berasal dari generasi muda nirmiliter yang siap berperang bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Rakyat Kuat, Indonesia Hebat
Rakyat Indonesia perlu untuk selalu bersyukur atas kemerdekaan yang didapatkan, di mana masyarakat mendapatkan hak untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan. Sehingga, yang harus dijaga saat ini adalah rasa cinta Tanah Air dengan selalu melakukan sesuatu yang baik untuk bangsa dan negara dalam tugas dan profesi masing-masing.

Selanjutnya, penanaman nilai-nilai dasar bela negara harus ditanamkan di dalam ingatan rakyat Indonesia. Setiap masyarakat Indonesia memiliki hak dan kewajiban dalam pertahanan negara yang dijamin oleh undang-undang.

Dalam segenap gatra kehidupan, penulis mengharapkan, tentunya kita harus selalu menjaga semangat persatuan dan kesatuan. Bagi anak muda Indonesia, kita harus terus belajar agar dapat menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan. Bagi pekerja birokrasi, pemerintahan terus melakukan transformasi birokrasi ke arah good and clean governance. Serta, seluruh masyarakat Indonesia wajib menjadikan bidang profesi masing-masing sebagai upaya bela negara.

Dwifungsi rakyat sebagai jalan tengah menjaga pertahanan negara merupakan hal yang harus dipahami rakyat Indonesia bahwa tugas kita bukan hanya menjadi rakyat dalam melakukan aktivitas sosial dan politik. Namun, dengan landasan aturan dan disrupsi dari ancaman militer ke ancaman nonmiliter, membuat kita, masyarakat Indonesia, harus selalu siap untuk mempertahankan kedaulatan negara.


BAGIKAN






TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS