Peran Orang Tua dan Peningkatan Kualitas Belajar Anak di Rumah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Peran Orang Tua dan Peningkatan Kualitas Belajar Anak di Rumah

Opini: Hasannudin Wahid
Sekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan anggota Komisi X DPR.

Selasa, 20 Juli 2021 | 09:31 WIB

Belajar dari rumah menjadi cara paling aman bagi pelajar untuk menghindari penularan virus Covid-19 di masa pandemi saat ini. Keluarga, khususnya orang tua, memiliki peran penting mendampingi anaknya saat belajar dari rumah.

Peran orang tua sangat diperlukan untuk proses pembalajaran anak selama study from home. Peran orang tua juga sangat diperlukan utuk memberikan edukasi kepada anak yang belum bisa memahami pandemi agar tetap berdiam diri di rumah, sehingga tidak tertular dan menularkan Covid-19.

Ada banyak strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan ketika anak-anak diwajibkan belajar di rumah. Salah satu yang amat sering digaungkan adalah penyediaan insfstruktur jaringan internet dan fasilitas belajar, seperti komputer, laptop, atau smartphone. Namun, di atas segalanya, hal yang paling menentukan adalah pola parenting, yaitu bagaimana orang tua berperan dalam proses belajar anak-anak.

Konsep Parenting yang Berbeda
Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat tak disangkal telah mengurung anak-anak di rumah dan memaksa mereka beradaptasi dengan modalitas belajar yang berbeda. Penutupan sekolah bagi kegiatan belajar anak, tampaknya sepele. Namun, pada kenyataannya membawa implikasi yang luas. Sebab, anak kehilangan pola belajar yang sudah diakrabi. Sang anak juga kehilangan ruang dan kesempatan berinteraksi dengan guru, serta belajar, bermain, dan bersenang-senang di ruang kelas bersama teman-teman sebaya.

Lebih dari itu, sang anak pun dipaksa beradaptasi dengan teknologi serta meningkatkan akses informasi dan berkomunikasi melalui perangkat teknologi informasi.

Pada sisi lain, orang tua dan anggota keluarga pun menghadapi banyak tantangan. Pasalnya, pandemi Covid-19 menimbulkan ancaman kesehatan fisik dan stres karena kehilangan orang-orang dekat dan raibnya pekerjaan atau penghasilan. Lebih dari itu, untuk tetap survive, orang tua dan anggota keluarga harus bekerja dari rumah serta bergulat dengan cara kerja baru berbasis teknologi informasi.

Pada saat yang sama, orang tua dan keluarga mendapat "beban" baru untuk membantu anak-anak belajar di rumah. Semenjak anak-anak diwajibkan belajar di rumah, orang tua dan anggota keluarga harus mengambil peran guru dan konselor untuk anak-anak mereka, sambil menangani kecemasan dan stres sendiri.

Marc H Bornstein dalam buku Handbook of Parenting Volume 4 (2019) menyebutkan bahwa parenting atau pengasuhan adalah sebuah proses yang bersifat biologis dan sosiologis sekaligus. Dalam proses tersebut orang tua dan anggota keluarga berperan untuk mendorong dan mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, dan intelektual seorang anak sejak bayi hingga dewasa.

Namun, berkenaan dengan pandemi Covid-19, sehingga anak dikurung untuk belajar dari rumah, orang tua dan anggota keluarga perlu mengembangkan konsep parenting atau pengasuhan yang berbeda dari biasanya. Artinya, orang tua dan anggota keluarga perlu meningkatkan kelekatan hubungan dengan anak, mendampingi proses belajar, sehingga dapat melihat langsung perkembangan anaknya dalam belajar. Orang tua (dan anggota keluarga) dapat mengembangkan konsep parenting yang berbeda itu dengan memainkan beberapa peran.

Harmoni
Proses belajar di rumah sangat berbeda dengan yang terjadi di ruang kelas. Di ruang kelas, anak-anak mendapatkan suasana ideal untuk belajar. Di sana ada guru yang siap mendampingi, ada fasilitas yang mendukung, dan suasana yang kondusif.
Di sekolah anak-anak belajar bersama dengan teman-teman sekelas. Mereka bisa berdiskusi dan belajar dari yang lain. Ruang kelas menciptakan motivasi dan suasana kompetisi belajar yang sewajarnya.

Sementara di rumah, beberapa hal yang disebutkan di atas, tidak tersedia. Di rumah, satu-satunya yang dapat berperan menunjang belajar adalah orang tua atau anggota keluarga.

Oleh karena itu, peran yang dapat dilakukan keluarga bagi anak adalah menciptakan suasana yang harmonis. Suasana yang harmonis dapat mendukung proses belajar mengajar yang baik dari rumah. Jika suasana dalam keluarga tidak harmonis, tentu mengurangi kenyamanan belajar anak.

Selain itu, orang tua dan anggota keluarga perlu menciptakan lingkungan yang aman dan menarik bagi sang anak. Misalnya, dengan mematikan televis dan telepon saat anak belajar dan menciptakan rutinitas harian yang fleksibel, tetapi konsisten bagi sang anak.

Mereka juga dapat mengajak sang anak menentukan rutinitas harian dan menentukan jadwal belajar yang sesuai. Di pengujung hari, orang tua dan anggota keluarga dapat meluangkan waktu untuk mengevaluasi kegiatan pada hari itu. Mereka dapat menanyakan tentang hal-hal yang menyenangkan.

Peran parenting yang dapat dikembangkan oleh orang tua atau keluarga untuk menjamin kualitas belajar anak di rumah adalah memilih metode yang digunakan untuk mendidik anak. Berkenan dengan itu, orang tua dan seluruh anggota keluarga perlu berdiskusi dan membuat kesepakatan untuk memilih metode atau cara belajar yang dapat diterapkan oleh anak selama belajar di rumah. Orang tua dan anggota keluarga dapat berbagi tugas untuk mendampigi sang anak dalam proses belajar di rumah. Tujuannya agar proses belajar dapat berjalan dengan lancar.

Dalam konteks itu, orang tua dan anggota keluarga seolah mengambil alih untuk sementara waktu peran yang biasa dimainkan guru di ruang kelas. Orang tua atau anggota keluarga harus bisa menjadi tempat bertanya atau teman berdikusi bagi sang anak dalam proses belajar di rumah.

Untuk memperlancar proses belajar anak di rumah, orang tua dapat berbagi peran. Misalnya, sang ayah membantu mengoperasikan laptop atau smartphone untuk anaknya, sedangkan sang ibu memasak makanan. Pembagian peran seperti itu akan sangat membantu anak merasa nyaman belajar di rumah.

Dalam melakoni peran parenting, orang tua dan anggota keluarga harus tetap terhubung dengan guru secara teratur.
Artinya, orang tua atau anggota keluarga yang bertanggung jawab atas belajar sang anak perlu memosisikan dirinya sebagai jembatan antara sang anak dan guru. Orang tua wajib mengikuti secara detail segala informasi dan pesan yang dibagikan oleh guru.

Demikian pun sebaliknya. Orang tua bisa menyerap segala aspirasi anak untuk diteruskan kepada guru. Informasikan kepada guru tentang apa yang sedang dipelajari anak dan hal apa saja atau dukungan tambahan macam apa yang dibutuhkan anak dari gurunya. Orang tua dapat meminta guru membagi video pendidikan atau materi online apa pun untuk diteruskan kepada anak.

Perhatian
Peran parenting berikutnya yang dapat dilakoni orang tua dan anggota keluarga adalah memperhatikan anaknya selama belajar di rumah. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui perkembangan usaha belajar sang anak.

Hal lain yang juga dilakukan orang tua dan anggota keluarga adalah melakukan komunikasi demokratis di lingkungan keluarga. Melalui proses komunikasi yang demokratis, anak merasa didengarkan, dihargai, dan diakui, sehingga tumbuh rasa percaya diri. Selebihnya, orang tua dan anggota keluarga perlu memberikan apresiasi terhadap hasil belajar anak. Apresiasi terhadap pencapaian belajar anak itu sangat penting. Sebab hal itu dapat meningkatkan semangat anak untuk terus belajar dan melaksanakan tugasnya.

Misalnya, anak mendapat tugas dari guru untuk menggambar atau melukis. Tentu saja, hal pertama yang harus dilakukan oleh orang tua dan anggota keluarga adalah menyediakan peralatan menggambar yang dibutuhkan. Selanjutnya, orang tua dapat berdiskusi dengan anak untuk menemukan ide untuk memulai menggambar dan mewarnai gambarnya. Pada tahap akhir, orang tua memberi apresiasi atas hasil karya sang anak. Kalau hasil karya anak tidak diapresiasi, bahkan dicemooh karena tidak bagus misalnya, anak mungkin tidak mau mengerjakan tugas lainnya.

Garry Hornby dalam bukunya Parental Involvement in Childhood Education - Building Effective School-Family Partnerships (2011) menyatakan terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pola parenting orang tua dan anggota keluarga dalam membantu proses belajar anaknya.

Beberapa faktor yang dimaksud yaitu karakter orang tua dan anggota keluarga, tingkat pendidikan dan kadar inteligensia, kondisi ekonomi, kondisi kesehatan, dan kebiasaan atau gaya hidup orang tua/anggota keluarga. Hal-hal ini akan memengaruhi kemampuan orang tua/anggota keluarga untuk memenuhi tuntutan untuk berperan dan berpartisipasi aktif dalam proses belajar anak di rumah.

Jadi, kunci utama dalam peningkatan mutu pendidikan, walau anak harus belajar di rumah, adalah partisipasi orang tua dan anggota keluarga seluruhnya. Orang tua dan anggota keluarga perlu menunjukkan kepada anak bahwa mereka ikut ambil bagian dalam setiap kegiatannya. Meskipun orang tua dan anggota keluarga memiliki kegiatan masing-masing, mereka tetap harus ikut memfasilitasi, mendampingi, dan memantau proses belajar anak di rumah. Dengan demikian, kualitas belajar tetap terjamin dan sang anak dapat terus meningkatkan prestasi walau harus belajar di rumah akibat Covid-19.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BAGIKAN






BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS