Menimbang Prospek Petani Milenial
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menimbang Prospek Petani Milenial

Opini: Usep Setiawan
Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden RI

Jumat, 8 Oktober 2021 | 07:52 WIB

Harapan akan lahir dan bertumbuhnya generasi muda petani terus berkembang, diantaranya melalui Program Petani Milenial yang digulirkan pemerintah. Sebagai contoh, Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil telah meluncurkan Program Petani Milenial (26 Maret 2021). Kang Emil mengatakan, program ini diharapkan bisa menahan laju urbanisasi dan bisa memberikan kesempatan kerja kepada anak muda korban PHK di era-pandemi, atau bagi yang baru lulus perguruan tinggi untuk memajukan perekonomian desa.

Sejumlah bantuan diberikan Pemprov Jabar, seperti peminjaman lahan, permudahan akses bank, sampai mencarikan off-taker atau pembeli. Program inovatif Jabar ini bertujuan mengurangi pengangguran, khususnya pasca pandemi Covid-19. Selain itu, program ini dapat memperkuat ketahanan pangan karena sektor pangan terbukti tangguh meski dihantam pandemi.

Program ini menjadi bagian dari program food security, sehingga Jabar diharapkan bisa mandiri pangan dan tidak perlu lagi mengimpornya, Selama ini anak muda cenderung tidak senang kembali dan tinggal di desa, sehingga memicu krisis petani. Akibatnya, kini sekitar 75% petani usianya di atas 45 tahun. Anak-anak tak bangga jadi petani, kebanyakan hijrah mencari kerja di kota.

Semua ekosistem Petani Milenial harus dihadirkan. Mulai dari pembeli, penyedia lahan, pemberi modal hingga komitmen perguruan tinggi pengembang teknologi pertanian. Program ini akan menuntut petani muda mengedepankan teknologi dalam mengelola produk pertanian dan mengembangkan inovasi untuk mengubah wajah petani dan pertanian kita.

Tantangan Utama
Pada laman petanimilenial.jabar.prov.go.id dituliskan, “Jadilah penentu kemajuan pertanian masa depan melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi digital. Kamu bisa jadi wajah baru pertanian modern Jawa Barat yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.”

Di bawah tajuk “Tinggal di Desa, Rezeki Kota, Bisnis Mendunia!” dijelaskan maksud Program Petani Milenial, yaitu mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian Jawa Barat memiliki inovasi, gagasan, dan kreativitas. Hal itu diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi digital, petani milenial akan menggerakkan kewirausahaan bidang agrikultur yang menjadikan wajah pertanian menjadi lebih segar dan atraktif untuk bisa berkelanjutan di Jawa Barat.

Apa saja tantangan bagi pelaksanaan Program Petani Milenial ini? Sektor pertanian belum menjadi magnet pekerjaan bagi generasi milenial. Jumlah petani muda di Jawa Barat masih relatif kecil. Padahal dibutuhkan tenaga baru di bidang pertanian sebagai sektor penyumbang ekonomi terbesar ke-3 di Jawa Barat. Program ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah keterbatasan tenaga kerja sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan mencapai swasembada pangan.

Tantangan lainnya berupa inventarisasi potensi lahan, inventarisasi peluang pasar, penentuan komoditas pertanian, pendataan petani milenial, pengembangan kapasitas, pemberian bantuan benih, bibit, pupuk, pestisida, dan peralatan, serta pemberian fasilitasi pembiayaan dan pemasaran produk. Sedangkan cakupan siapa saja yang bisa jadi petani milenial, syaratnya berusia 19-39 tahun, dan mengenal inovasi teknologi bidang pertanian.

Petani milenial mempunyai peran penting, mengingat untuk kelanjutan pembangunan di sektor pertanian dibutuhkan dukungan dari manusia di bidang pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Hal ini bisa didapatkan dari pendidikan vokasi. Pengembangan pendidikan vokasi menjadi kunci terhadap cikal bakal lahirnya petani milenial.

Pengembangan sistem pendidikan dan kaderisasi petani milenial ini sangat penting untuk disusun dan digalakan. Adanya kurikulum untuk proses pendidikan dan kaderisasi yang mudah diikuti oleh pemerintahan daerah dan organisasi masyarakat dalam aplikasinya akan mempercepat perluasan pelaksanaan program petani milenial ini.

Peran Milenial
Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, jumlah petani Indonesia di tahun 2020 sekitar 33 juta jiwa. Dari jumlah itu, hanya 29% yang usianya kurang dari 40 tahun, atau disebut petani milenial.

Faktor pengungkit produktivitas adalah inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, serta kebijakan peraturan perundangan termasuk kearifan lokal, yang masing-masing kontribusinya sekitar 25%. Sedangkan kualitas manusia kontribusinya 50% dalam produktivitas.

Output dari pendidikan vokasi ini adalah petani mandiri, dan mampu membuka peluang kerja buat generasinya. Petani semacam inilah yang diharapkan lahir dari pendidikan vokasi.

Pembangunan pertanian membutuhkan peningkatan kualitas manusianya. Menurut Dedi, petani milenial harus terampil dan menguasai pekerjaannya yang bisa ditempatkan di seluruh sektor dunia usaha dan industri pertanian. Petani milenial produk vokasi harus mampu masuk dunia usaha dan industri. Sistem vokasi harus selaras dengan dunia usaha dan industri, termasuk dalam kurikulum, proses belajar mengajar.

Karena itulah Kementerian Pertanian RI menargetkan 1 juta petani milenial yang tergabung dalam 40.000 kelompok di tiap daerah. Dalam setiap kelompok terdiri dari 20-30 orang. Sebuah target yang cukup ambisius. Target tersebut harus direalisasikan dalam beberapa fokus di sektor komoditas pertanian tanaman pangan, holtikultura. perternakan, dan perkebunan.

Inisiasi dari pemerintah pusat ini hendaknya digulirkan terus di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Akan menarik jika disusun parameter baru untuk mengukur keberhasilan pembangunan bagi provinsi dan kabupaten/kota yakni sejauh mana berjalannya program petani milienial ini. Selain bagi regenerasi petani di dunia pertanian juga diukur tingkat partisipasi petani milenial dalam meningatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani kita.

Dengan berkembangnya gagasan dan praktik petani milenial ini, kekhawatiran akan punahnya profesi petani dapat dibendung signifikan. Berkembangnya minat kaum muda untuk bertani dan meningatnya kesejahteraan petani akan kian dekat dengan harapan.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN



TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
Jakarta PPKM Level 2, Anies Tetap Ingatkan Warga Disiplin Protokol Kesehatan

Jakarta PPKM Level 2, Anies Tetap Ingatkan Warga Disiplin Protokol Kesehatan

MEGAPOLITAN | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings