Adu Canggih Rudal Hipersonik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Adu Canggih Rudal Hipersonik

Opini: Guntur Soekarno
Pemerhati masalah sosial

Senin, 18 Oktober 2021 | 15:20 WIB

Di era kemajuan teknologi masa kini, negara-negara adidaya dan adikuasa berlomba mengembangkan peluru kendali (rudal) yang mampu melesat dengan kecepatan mendekati mach 6 sampai dengan mach 10 (6 sampai 10 kali kecepatan suara), atau sekitar 6.000 sampai dengan 10.000 km/jam.

Selain negara adidaya dan adikuasa, negara lain yang juga berhasil mengembangkan rudal hipersonik adalah Korea Utara, yang oleh Bung Karno dikategorikan sebagai negara The New Emerging Forces.

Banyak kalangan analis dan pengamat sosial politik menganggap Korea Utara sebagai negara ultrakomunis, atau negara komunis yang sifatnya sangat otoriter dan doktriner. Namun, dari pengamatan penulis selama berada di negara tersebut beberapa tahun yang lalu, secara ideologis ternyata mereka tidak lagi menganut paham komunisme seperti ajaran klasik Marxis-Leninis. Sejak Kim Il Sung berkuasa, di sana dikembangkan apa yang mereka sebut juche idea. Ide-ide juche merupakan pemikiran sosialisme modern tipe Korea Utara dari almarhum Kim Il Sung.

Di dalam ide juche, Kim Il Sung menggunakan metode disiplin yang keras dan doktriner, memang demikian adanya. Ketika penulis berada di sana, setiap bangun pagi kita sudah disuguhi suara-suara loudspeaker di setiap sudut jalan yang berisi ajaran-ajaran juche. Saluran televisi di sana hanya ada dua saluran, satu acara “hiburan” yang tidak lain tidak bukan berisi kesenian rakyat Korea Utara yang dikemas sedemikian rupa dengan propaganda-propaganda politik. Saluran kedua khusus berisi indoktrinasi politik yang dilakukan oleh petinggi-petinggi partai pekerja Korea.

Hasil dari hal tersebut membuat rakyat Korea Utara mempunyai disiplin sosial yang sangat tinggi, di samping kerja kolektif benar-benar terlaksana di bawah kepemimpinan partai pekerja Korea. Acara-acara kesenian dilakukan secara massal seperti dalam pertunjukan Arirang, bertempat di stadion utama kota Pyongyang. Seniman-seniman yang ambil bagian mencapai jumlah ribuan, terutama dalam bentuk konfigurasi lukisan-lukisan perjuangan dan senam artistik yang berlangsung selama 3 jam tanpa henti.

Setelah menonton pertunjukan yang selesai sekitar jam 10 malam, penulis merasakan lapar. Bersama keluarga dan seorang pengawal dari kader partai pekerja Korea yang kemana pun kami pergi selalu ikut, atas sarannya kami diantar ke sebuah restoran untuk menyantap kuliner khas Korea bulgogie, yang terus terang rasanya memang sedap.

Di dalam masalah pertahanan rudal, saat itu Korea Utara hanya memiliki rudal-rudal supersonik yang melesat dengan kecepatan 1 sampai dengan 1,5 kali kecepatan suara (mach 1 hingga 1,5). Dibandingkan saat ini dengan berpegang pada ide juche, Korea Utara berhasil melahirkan lompatan teknologi, dengan memproduksi rudal-rudal hipersonik seperti negara-negara adidaya dan adikuasa. Rudal dimaksud diluncurkan pada 29 September 2021 dan diberi nama Hwansong 8. Rudal tersebut setara dengan rudal-rudal hipersonik milik Amerika Serikat, Rusia, dan Tiongkok.

Rusia, pada Juli 2021, berhasil meluncurkan rudal super canggihnya Zircon. Rudal ini lebih canggih dari rudal-rudal hipersonik Amerika Serikat maupun Tiongkok.

Bagaimana rudal-rudal yang dimiliki Indonesia saat ini? Sejauh yang penulis ketahui, Indonesia belum memiliki rudal hipersonik. Rudal yang kita miliki saat ini adalah rudal supersonik. Itu pun bukan buatan Indonesia melainkan membeli seperti dari Rusia dan Tiongkok.

Jangankan membuat rudal, membuat roket konvensional pun belum bisa. Tahap saat ini adalah merakit roket jenis KAPPA buatan Jepang yang dilakukan di Departemen Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB).

Lokasi peluncuran roket tersebut saat ini juga kurang jelas. Di tahun 1960-an, peluncuran roket dilakukan di instalasi peluncuran Pameungpeuk, Jawa Barat. Kita tidak tahu apakah instalasi tersebut saat ini masih berfungsi.

Menurut penjelasan para pakar kedirgantaraan, khususnya angkasa luar, masa depan umat manusia tidak lagi bergantung pada tanah air, yaitu pulau, benua, dan lautan, melainkan akan bergantung pada angkasa luar. Oleh sebab itu masalah roket, wahana-wahana angkasa luar, stasiun angkasa luar, bahkan rudal hipersonik sangat diperlukan di kelak kemudian hari. Secara khusus, hal itu diperlukan dalam masalah pertahanan udara, karena perang di masa depan berada di angkasa luar dengan persenjataan-persenjataan rudal hipersonik.

Reorientasi Kebijakan
Walaupun pemerintah sedang berkonsentrasi untuk menang perang terhadap agresi pandemi Covid-19 dan rehabilitasi perekonomian, hendaknya hal tersebut tidak berarti lengah atau tidak memikirkan masalah teknologi luar angkasa. Sebab, hari depan kita sangat bergantung pada hal tersebut.

Menurut saya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi harus benar-benar mengubah pola pikir dari riset konvensional ke riset yang berhubungan dengan penanaman fondasi untuk industri-industri angkasa luar, misalnya, industri roket. Industri tersebut agar tidak hanya menyangkut alutsista, seperti yang dilakukan oleh PT Pindad dan PT PAL, walaupun hal tersebut memang perlu dikerjakan. Namun, pemerintah jangan hanya terpaku pada pemikiran masa kini, atau berpola pikir pragmatis, melainkan juga harus berorientasi ke masa depan, berpola pikir wawasan historis.

Di era Bung Karno, sebagai perbandingan, sejak tahun 1960 sudah berwawasan jauh ke depan. Saat itu Indonesia berhasil meluncurkan roket made in Indonesia, yang diberi nama Kartika. Selain itu, Indonesia juga siap untuk menguji coba bom atom pada peringatan Hari Angkatan Perang 5 Oktober 1965, namun akhirnya gagal karena terjadinya peristiwa G30S/PKI.

Menjadi pertanyaan, apakah hal tersebut mungkin dilaksanakan saat ini, mengingat adanya pandemi Covid-19 yang membuat kondisi perekonomian kita dalam keadaan sulit. Apakah pemerintah memiliki cukup dana untuk investasi di bidang industri angkasa luar?

Sebaiknya kita harus tetap berpikir optimistis bahwa hal tersebut dapat mulai dilaksanakan saat ini. Kalau saja sekarang pemerintah berani berinvestasi besar-besaran di bidang infrastruktur, pembangunan food estate, bahkan memindahkan ibu kota negara, mengapa kita harus takut berinvestasi di industri angkasa luar, yang notabene menyangkut hari depan Indonesia, masa depan anak cucu kita. Atau kita (Indonesia) menginginkan hari depannya kembali menjadi bangsa kuli dan kuli di antara bangsa-bangsa?

Buanglah jauh-jauh pikiran pesimistis ke dalam tong sampah. Berorientasilah pada pemikiran optimistis, progresif, dan historis teleskopis!

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN



TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
Perluas Pasar, PGN Gandeng 4 Kawasan Industri di Jawa Timur

Perluas Pasar, PGN Gandeng 4 Kawasan Industri di Jawa Timur

EKONOMI | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings