Memperkuat Presisi, Melanjutkan Reformasi Polri
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Memperkuat Presisi, Melanjutkan Reformasi Polri

Opini: Romadhon Jasn
Romadhon Jasn saat ini menjabat sebagai Pj Ketua Umum PB HMI serta sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Millenial Mitra Polisi (DPP MMP).

Kamis, 4 November 2021 | 12:05 WIB

Belakangan ini, institusi Kepolisian didera sejumlah persoalan. Sederet persoalan tersebut menyebabkan kepercayaan publik menurun terhadap Korps Bhayangkara. Betapa tidak pasalnya, dalam dua bulan terakhir ini telah terjadi insiden buruk dan peristiwa memalukan karena telah mencoreng muruah dan cintra institusi Polri.

Beberapa kasus yang disorot publik dan menjadi perbincangan aktual di jagat digital antara lain terkait, oknum polisi terlibat dalam perampokan mobil mahasiswa, polisi membanting mahasiswa, korban pemukulan preman jadi tersangka polisi, lalu kasus oknum polisi cabuli istri tersangka.

Sederat kasus di atas menyebabkan akumulasi kekecewaan publik sehingga mengakibatkan meredupnya kepercayaan publik atas institusi Kepolisian. Hanya saja, publik juga harus jernih dan obyektif dalam menyikapi dan melihat pelbagai persoalan yang terjadi di institusi Kepolisian.

Sangat tidak logis jika paramiternya hanya merujuk pada sederet kasus tersebut, karena tak berbanding lurus, sebab di satu sisi capain serta prestasi institusi Polri juga tak dapat dinafikan. Karena itu, tidak tepat kalau institusi yang 'dikambing hitamkan'. Kritik dan evaluasi boleh dilakukan tetapi dengan catatan semangatnya adalah konstruktif dan untuk perbaikan secara menyeluruh.

Demikian juga dalam konteks menyikapi problem institusi Polri, tentu tak cukup dengan satu sudut pandang saja tetapi harus dilihat dari perspektif yang komprehensif sehingga tidak terkesan tendensius. Sebab yang terjadi belakangan ini, penilaian terhadap institusi Polri sangat politis dan tendensius, karena narasi yang dibangun kontradiktif denga fakta bahkan sangat menyudutkan institusi Polri yang saat ini justru sedang gencar melakukan reformasi dan penegakan hukum dengan agenda mewujudkan Polri Presisi.

Oleh karena, narasi 'darurat reformasi Polri' yang tak berbasis fakta itu tak lebih sekadar halusinasi dan imajinasi yang tak perlu di-counter. Sebaliknya, Polri cukup menjawab dengan kinerja yang terbukti memuaskan publik.

Perkuat Presisi Lanjutkan Reformasi
Dalam perspektif penulis, sejak dipimpin Jenderal Listyo Sigit Prabowo, citra dan muruah institusi Polri di mata publik tidak lagi dipandang sebagai institusi 'buruk rupa' bahkan kepemimpinannya dinilai berhasil mengembalikan muruah Polri yang acapkali dipersepsikan kerap paradoks.

Keberhasilannya menahkodai institusi Polri menuai apresiasi dari berbagai elemen. Hal itu tentu tal lepas dari kepribadian sang jenderal yang dikenal tegas dan tak mau 'kompromi' dalam urusan penegakan hukum.

Terlalu banyak bukti jika diungkap perihal reformasi dan penegakan hukum yang tak pandang bulu, tak kenal kasta, dan jauh dari nepotisme. Seperti Irjen Napoleon Bonaparte yang notabene petinggi Polri kini mendekam di jeruji tahanan karena terbukti menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangannya sebagai aparat penegak hukum.

Demikian juga, penangkapan Djoko Tjandra buron kasus korupsi Bank Bali yang notabene ditangkap saat Jenderal Listyo Sigit menjabat Kabareskrim Polri. Artinya, reputasi, integritas, dan sepak terjang Listyo Sigit tak dapat diragukan kepemimpinan dan ketegasan serta ketangksannya meskipun nampak terlihat kalem dan santun bawannya, tetapi dalam konteks urusan penegakan hukum tak ada kata toleransi dan kompromi sepanjang itu melanggar konstitusi negara.

Maka tak heran bila Kapolri menyatakan akan melakukan "potong kepala" terhadap siapa pun khususnya di internal Polri jika melanggar dan tak menjadi contoh bagi masyarakat. Sikap tegas Kapolri menghasilkan tatakelola kepemimpinan di tubuh Polri lebih terbuka, tidak alergi kritik bahkan saking terbukanya Kapolri terhadap kritik, dibuktikan dengan digelarnya festival mural kritik.

Pun terkait penyalahgunaan kekuasaan oleh sejumlah oknum di institusi Polri, sangat tidak fair kalau institusi yang dikambing-hitamkan sebab itu perbuatan oknum, dan Kapolri secara tegas memberikan sanksi. Bahkan upaya Kapolri dalam melakukan reformasi diinternal Polri bukan hanya ditataran struktural dan instrumental saja, tetapi Kapolri telah mengubah kultur Polri lebih humanis, terbuka dan tak alergi dengan kritik.

Dari aspek regulasi dan penegakan kode etik telah diejahwantahkan secara menyeluruh. Karena itu, sangat disayangkan bila ada anggapan bahwa platform Polri Presisi tidak berjalan dengan sejumlah alasan yang menurut hemat penulis tak obyektif bahkan terkesan tendensius alasannya.

Padahal platform Polri Presisi hampir semua diaplikasikan dan dampaknya sangat luar biasa. Sebab, hanya di era kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo, polri tampil lebih humanis dan terbuka. Dengan demikian, memperkuat platform Polri Presisi adalah upaya melanjutkan reformasi secara komprehensif untuk mewujudkan institusi Polri bermartabat dan menjadi pengayom masyarakat.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN



TAG POPULER

# Mahasiswi Bunuh Diri


# Kasus Anak Ahok


# Kereta Api Tabrak Angkot


# Marcus/Kevin


# Jokowi 3 Periode



TERKINI
Azis Syamsuddin Didakwa Suap Eks Penyidik KPK Rp 3,6 M

Azis Syamsuddin Didakwa Suap Eks Penyidik KPK Rp 3,6 M

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings