Logo BeritaSatu

Mudik Lebaran dan Minyak Goreng

Opini: Usep Setiawan
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI, Ketua Dewan Eksekutif IKA Antropologi Unpad Bandung

Kamis, 28 April 2022 | 22:48 WIB

Hari Raya Idul Fitri 1443 H sudah di depan mata, setelah sebulan penuh umat Islam menjalankan puasa wajib di bulan suci Ramadhan. Pada Lebaran tahun ini, kaum Muslim Indonesia diizinkan mudik ke kampung halaman dengan menjaga protokol kesehatan.

Kepastian warga boleh mudik lebaran tahun ini disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 14 April 2022. Antusiasme warga terasa menyambutnya, setelah dua tahun mudik “dilarang” akibat pandemi. Kini, mudik tengah disiapkan jutaan keluarga Indonesia.

Di sisi lain, kisruh dan kesulitan warga terhadap minyak goreng membayangi perayaan Lebaran. Kejaksaan Agung tengah membongkar mafia penyebab minyak goreng langka dan mahal di masyarakat. “Saya minta diusut tuntas, sehingga kita bisa tahu siapa ini yang bermain, bisa ngerti,” ujar Jokowi (20 April 2022). Dukungan Presiden atas penangkapan empat orang tersangka mafia minyak goreng oleh Kejagung menjadi modal penting bagi aparat.

Selain itu, Presiden Jokowi telah membuat kebijakan baru untuk mengendalikan dampak kelangkaan dan mahalnya minyak goreng. Di antaranya dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng bagi warga miskin. Presiden menyatakan, harga minyak goreng naik cukup tinggi sebagai dampak dari lonjakan harga minyak sawit internasional.

Untuk meringankan beban masyarakat, pemerintah memberikan BLT minyak goreng bagi 20,5 juta keluarga yang masuk daftar Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH), serta 2,5 juta pedagang kaki lima yang berjualan makanan gorengan.

Bantuan ini diberikan sebesar Rp 100.000 setiap bulan untuk tiga bulan sekaligus, yaitu April, Mei, dan Juni. Pembayarannya sekaligus pada April 2022 sebesar Rp 300.000. Presiden telah menugaskan Kementerian Keuangan, Kementerian Sosial, TNI, serta Polri berkoordinasi agar penyaluran bantuan ini berjalan dengan baik dan lancar.

Multi Sebab
Lepas dari urgensi BLT minyak goreng sebagai katup pengaman sosial ekonomi bagi warga miskin, kita perlu menengok produktivitas kelapa sawit sebagai bahan baku minyak goreng, dan memikirkan penataan distribusi hasil-hasil produksi minyak goreng. Dalam hal ini, dimensi perkebunan, industri dan perdagangan saling terkait.

Jika dikaji latar belakang merebaknya kelangkaan minyak goreng di pasar belum lama ini, para pengamat menyebut beberapa sebab. Tak ada faktor tunggal dalam fenomena sosial-ekonomi ini. Satu poin telah diungkapkan Presiden, yakni lonjakan harga minyak sawit dunia di pasar internasional sebagai penyebab. Faktor lain perlu diketahui dan diantisipasi agar tidak ada pembiaran terhadap masalah-masalah tersebut.

Pembiaran terhadap faktor-faktor yang melekat dalam produksi dan distribusi minyak goreng ini akan menjebak bangsa ini pada krisis minyak goreng yang berulang dan berkelanjutan. Tentu kita tak menginginkannya.

Sering diungkapkan, krisis minyak goreng erat kaitannya dengan maraknya spekulasi dan tindakan mafia dalam jaringan distributor minyak goreng. Indikasi ini ditandai dengan berbagai temuan atas penimbunan minyak goreng di sejumlah daerah.

Sejumlah langkah shock therapy kepada penimbun perlu dilakukan aparat penegak hukum. Setelah penggerebekan, dilanjutkan penghukuman yang adil bagi penimbun. Tanpa tindakan hukum yang tegas, tak akan ada efek jera bagi permainan spekulan dan mafia minyak goreng (dan bahan pangan lainnya) di masa depan. Langkah Kejaksaan Agung layak diapresiasi.

Pada 22 April 2022, setelah memimpin rapat tentang pemenuhan kebutuhan pokok rakyat, utamanya yang berkaitan dengan ketersediaan minyak goreng di dalam negeri, Presiden Jokowi telah memutuskan pemerintah melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng, mulai 28 April 2022 sampai batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Kebijakan Afirmatif
Selain pada masalah distribusi tersebut, eksistensi minyak goreng erat kaitannya dengan suplai bahan bakunya yang berasal dari CPO yang dihasilkan kebun sawit. Perkebunan sawit di Indonesia itu terluas di dunia, yakni lebih dari 15 juta hektare (ha).

Merujuk data Kementerian Pertanian RI, luas areal perkebunan sawit di Tanah Air selama 2017-2021 mengalami tren meningkat, dengan luas mencapai 15,08 juta ha (2021). Luas tersebut naik 1,5% dibanding tahun sebelumnya yang 1,48 juta ha. Dari 15,08 juta ha tersebut, mayoritas dimiliki perkebunan besar swasta seluas 8,42 juta ha (55,8%). Kemudian, perkebunan rakyat 6,08 juta ha (40,34%), dan perkebunan besar negara 579.600 ha (3,84%).

Kementan juga mencatat, produksi sawit nasional mencapai 49,7 juta ton pada 2021. Angka tersebut naik 2,9% dari tahun sebelumnya 48,3 juta ton.

Areal perkebunan sawit tersebar di 26 provinsi di Indonesia. Provinsi Riau memiliki areal terluas dengan 2,89 juta ha (2021) atau 19,16% dari total luas areal perkebunan sawit di negeri ini.

Mencermati data luas kebun sawit dan tingkat produktivitas minyak sawit ini, sejatinya kita tak perlu khawatir kekurangan minyak goreng. Jika ini benar, problem utamanya bukanlah faktor produksi, melainkan pada rantai pasok dalam jalur distribusi minyak goreng. Setelah ekspor dilarang sampai batas waktu yang ditentukan kemudian, lantas apa langkah penting yang perlu dilakukan dalam usaha penyediaan bahan baku minyak goreng?

Yang menyisakan soal adalah pembagian keuntungan dari hasil produksi kebun sawit dan distribusi minyak goreng bagi pekebun sawit rakyat dan usaha kecil minyak goreng. Tampaknya diperlukan kebijakan afirmatif guna mengangkat derajat hidup petani sawit dan pengusaha kecil minyak goreng yang lebih beradilan.

Barangkali menjadi tepat jika kita berupaya serius dalam membebaskan warga miskin dari kemiskinan adalah aktualisasi dari hikmah puasa yang transformatif. Selamat ldulfitri 1443 H.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN



TAG POPULER

# Anggota TNI Tewas


# Medina Zein


# Vaksinasi Covid-19


# Piala Thomas


# Timnas Indonesia


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Elon Musk: Indonesia Memiliki Masa Depan yang Hebat

Elon Musk: Indonesia Memiliki Masa Depan yang Hebat

DUNIA | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings