Logo BeritaSatu

Ketum Airlangga Nyapres, So What Gitu Loh

Opini: Lalu Mara Satriawangsa
Politisi Partai Golkar.

Jumat, 17 Juni 2022 | 18:56 WIB

Istana Negara tengah pekan ini begitu riuh. Para tokoh mondar-mandir. Para tokoh dan/atau pejabat tidak memberi komentar kepada awak media. Kalau toh ada, komentarnya biasa saja.

Memang desas-desus yang berembus sepekan terakhir ini adalah soal kabinet bakal dirombak. Beberapa nama santer disebut akan di-reshuffle hingga nama pendatang baru di kabinet Jokowi-Ma'ruf. Broadcast nama-nama menteri yang diganti dan pengganti dengan ilmu cocokologi mengalir deras di berbagai grup WhatsApp, tiada henti. Berhari-hari dan berulang.

Desas-desus pergantian kabinet pun terjawab sudah. Rabu Pahing (15/6/2022), Presiden Jokowi benar mengganti dua menterinya (menteri perdagangan dan menteri ATR/BPN), dan mengisi tiga jabatan wakil menteri (wamen ATR/BPN, wamendagri, dan wamenaker).

Jabatan menteri perdagangan dari M Lutfi beralih ke Zulkifli Hasan. Lalu, menteri ATR/BPN dari Sofyan Djalil beralih ke Hadi Tjahjanto. Ada juga tiga wamen, yakni Raja Juli Antoni sebagai wamen ATR/BPN, Wempi Wetipo sebagai wamendagri, dan Afriansyah Noor sebagai wamenaker.

Efek kejutnya adalah masuknya Zulkifli Hasan. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu masuk dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Zulkifli Hasan menyusul dua koleganya dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)--koalisi bentukan Partai Golkar, PAN, dan PPP--, yakni Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa masuk dalam jajaran kabinet.

Reshuffle kabinet ini tentunya punya bobot penting bagi KIB, karena secara politis menguatkan posisi KIB. Tiga ketua umum parpol anggota KIB semuanya duduk di dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin. Artinya, mereka punya akses terhadap persoalan-persoalan pemerintahan maupun kenegaraan. Terlebih penting lagi, ketiganya terbebas dari gangguan internal partai masing-masing.

Kehadiran tiga tokoh KIB dalam kabinet ini sekaligus mematahkan anggapan miring bahwa KIB ditengarai tidak direstui Presiden Jokowi, mengingat pembentukannya dilakukan saat Presiden Jokowi berkunjung ke Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

Kini "restu" Jokowi sangat tampak jelas dengan masuknya Zulkifli Hasan dalam kabinet. Bukan saja merestui, Presiden Jokowi secara tidak langsung memperkuat posisi KIB. Ketiga Ketua Umum parpol anggota KIB memiliki posisi kuat dalam mengelola internal partai masing-masing untuk mempersiapkan diri pada Pemilu dan Pilpres 2024.

Bagi saya sebagai kader Partai Golkar, masuknya Zulkifli Hasan dalam jajaran kabinet semakin meneguhkan posisi Airlangga Hartarto sebagai tokoh sentral KIB karena suara Partai Golkar paling besar, sekaligus sebagai menko perkonomian.

Sebelumnya, Menko Airlangga digempur melalui broadcast mesin WhatsApp bakal kena reshuffle seiring dengan terbentuknya KIB yang disebut-sebut tanpa sepengetahuan, apalagi "restu" Presiden Jokowi. Isunya digoreng sedemikian rupa agar Airlangga dicopot. Tujuannya jelas, mendorong munaslub. "Si penggoreng" lupa, sebagai menko tentu Airlangga memiliki akses langsung untuk melapor kepada Presiden Jokowi.

Langkah melengkapi kabinet dengan ketum PAN, Presiden Jokowi secara de facto bisa ikut memberikan saran dan pertimbangan kepada KIB, termasuk tentunya dalam menentukan calon presiden yang kelak bakal diusung KIB. Minimal, KIB akan melaporkan setiap kesepakatan yang diambil dengan musyawarah dan mufakat kepada Presiden Jokowi.

Kader Organik Parpol
Menarik. Belum lama ini Airlangga memberikan pernyataan yang menunjukkan posisinya sebagai capres Partai Golkar hasil keputusan Munas dan Rapimnas Partai Golkar. Dia menepis anggapan para pengamat yang mengatakan KIB sebagai kendaraan bagi Ganjar Pranowo!

Airlangga secara terang benderang menyatakan capres dari KIB, bukan kader parpol lain! Namun, kader organik parpol anggota KIB. Artinya KIB tidak akan mengusung kader hasil mencangkok dan/atau membajak kader parpol lain.

Pernyataan Airlangga ini sangat baik bagi iklim demokrasi. Bagaimanapun, proses pemilihan kepemimpinan nasional haruslah dari partai politik, bukan produksi lembaga survei. Pasalnya, parpol-lahyang memiliki hak mencalonkan presiden dan wakil presiden.

Lembaga survei terus memproduksi figur-figur yang diklaimnya populer di mata respondennya. Publikasi hasil survei atas tokoh yang diproduksi lembaga survei seolah-olah ingin mendikte partai politik agar memilih figur dari lembaga survei. Atas nama elektabilitas dan popularitas/tingkat keterkenalan, haruskah parpol bertekuk lutut pada produk lembaga survei? Tidak!

Bagi ketua umum parpol, langkah paling elegan ya harus mencalonkan diri sebagai calon presiden untuk menguji kinerja dan gagasannya dalam membangun bangsa. Soal hasil, kalah atau menang adalah hal biasa dalam sebuah kontes. Yang utama adalah ikut bertanding.

Buat relawan dan lembaga-lembaga survei yang ngebet mendukung capres tertentu, ada baiknya membuat partai politik, sehingga tahu bagaimana beratnya mengurus parpol. Jangan sampai tidak mau menanam padi, tetapi ingin memanen gabah. Itu seperti peribahasa, kerbau punya susu, sapi punya nama.

Ketua umum parpol yang bersusah payah bekerja untuk partainya sudah selayaknya untuk bertarung dalam pilpres. Soal hasil akhir, itu soal kemudian. Jadi ketum Airlangga nyapres, so what gitu loh, karena memang hak Airlangga dan juga merupakan keputusan Rapimnas dan Munas Partai Golkar.

Terbayang nanti saat kampanye pilpres, wajah Airlangga dan atribut Partai Golkar berkibar di mana-mana. Liputan media yang masif tiada henti, tentunya berdampak pula ada elektoral Partai Golkar.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN



TAG POPULER

# Pertalite


# Kepala RS Tewas Ditikam


# Timnas U-19


# Presidential Threshold


# Covid-19 di Jepang


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
KJRI Johor Bahru Rawat Anak Terpisah dari Ibunya di Malaysia

KJRI Johor Bahru Rawat Anak Terpisah dari Ibunya di Malaysia

NEWS | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings