Logo BeritaSatu

Merajut Kemajuan Nasib Petani

Opini: Usep Setiawan
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI, Ketua Dewan Eksekutif IKA Antropologi Unpad Bandung

Rabu, 31 Agustus 2022 | 17:41 WIB

Salah satu kunci sukses reforma agraria adalah peran aktif dari rakyat secara teroganisir, khususnya petani sebagai subjek utama. Petani yang miskin ditempatkan sebagai prioritas subjek dari reforma agraria.

Menurut Perpres 86/2018 tentang Reforma Agraria, yang dimaksud reforma agraria adalah penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset dan penataan akses untuk kemakmuran rakyat Indonesia (Pasal 1, Ayat 1).

Terciptanya keadilan sosial dan kemakmuran rakyat menjadi tujuan akhir dari reforma agraria. Menata aset berupa tanah untuk didistribusikan dan diredistribusi serta menata akses lainnya kepada rakyat kecil, khususnya petani, menjadi agenda utama dari reforma agraria.

Hal ini dilandasi kesadaran bahwa petani harus memiliki tanah sebagai alat produksi yang utama dalam berproduksi. Tanah adalah sumber pekerjaan dan sumur mata pencaharian hidup pokok kaum tani. Akan tetapi, reforma agraria yang dianut kita anut bukanlah semata-mata program bagi-bagi tanah dan sertipikatnya, tetapi lebih luas dari itu.

Fondasi Pembangunan
Dalam pengertian yang utuh, reforma agraria juga bermakna penyediaan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan rakyat, khususnya bagi petani. Penyediaan bibit, pupuk, informasi pasar, teknologi hingga pengolahan hasil produksi dan pemasaran produk-produk yang dihasilkan dari atas tanah tersebut adalah juga bagian penting dari reforma agraria.

Reforma agraria menjadi agenda bangsa Indonesia yang sangat penting dijalankan, agar kita bisa keluar dari ketimpangan agraria guna melahirkan keadilan agraria sebagai wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Reforma agraria adalah fondasi dari pembangunan nasional kita. Dengan reforma agraria akan tersedia fondasi yang kokoh untuk membebaskan rakyat dari jerat kemiskinan struktural dan pengangguran massal di pedesaan.

Oleh karena itu, organisasi dan gerakan petani perlu mereaktualisasi semangat dan pemikirannya, serta memperkuat strategi dalam praktik reforma agraria di berbagai tingkatan. Kekuatan aras ideologis pada kaum pergerakan petani dan reforma agraria harus diimbangi kemampuan strategis dan teknis di level menengah dan lapangan.

Dalam pengertian reforma agraria yang kompleks itu, peran petani diposisikan sebagai subjek utama yang paling berkepentingan dengan target, sasaran, dan tujuan reforma agraria. Petani bukan subjek pelengkap, apalagi objek penderita.

Petani harus memahami makna perjuangan reforma agraria secara benar. Petani harus berorganisasi agar mampu merumuskan masalah-masalah, mencari solusi dan mengartikulasi kepentingannya secara bersama. Petani harus bersatu untuk bisa menang. Jika tidak, petani itu berjumlah banyak tapi seperti buih di lautan.

Gerakan petani perlu melihat realitas sosial ekonomi yang ada di sekitarnya. Misalnya eksistensi perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan usaha skala besar lainnya, harus menjadi objek analisis petani dalam perjuangannya.

Organisasi gerakan petani berperan sebagai katalisator dari perjuangan petani. Ia perlu mengambil langkah konkret dalam menjangkau petani miskin yang tak punya tanah atau berlahan sempit. Ia harus bisa menjadi artikulator kepentingan petani untuk memiliki tanah dan alat-alat produksi lainnya dalam kerangka reforma agraria.

Organisasi gerakan petani harus berkomunikasi secara sinergis dengan pemerintah. Kementerian atau lembaga terkait yang melaksanakan reforma agraria harus dalam jangkauannya, misalnya kementerian di bidang agraria/pertanahan, kehutanan, desa, koperasi dan UKM, pertanian dan peternakan, serta kelautan dan perikanan. Kerja sama hendaknya dibangun di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Peran Petani
Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah petani di Indonesia per 2019 sebanyak 33,4 juta orang. Dari jumlah tersebut, petani muda yang berusia 20-39 tahun hanya 8% atau setara dengan 2,7 juta orang. Lalu, sekitar 30,4 juta orang (91%) berusia di atas 40 tahun, dengan mayoritas usia mendekati 50-60 tahun.

Untuk itu, semua pihak perlu menaruh perhatian besar pada regenerasi petani. Usia petani cenderung kian menua, sementara regenerasi terbilang langka.

Pendidikan, pelatihan dan kaderisasi untuk melahirkan generasi baru petani menjadi kewajiban setiap organisasi gerakan petani. Memberi peran khusus kepada petani milenial yang melek teknologi dan dunia digital akan menjadikan pertanian menarik bagi generasi tersebut.

Selain itu, organisasi gerakan petani juga perlu mengambil peran sebagai penghubung yang mumpuni antara petani dengan pasar dan dunia usaha. Diharapkan dapat berkembang sinergi antara organisasi gerakan petani dengan pengusaha pro-ekonomi rakyat dalam mendukung reforma agraria. Harmoni juga bisa dikembangkan organisasi tani dengan pasar dan dunia usaha dalam membangun ekonomi kerakyatan.

Untuk itu, pengurus dan anggota organisasi gerakan petani di semua tingkatan perlu terus meningkatkan kapasitasnya agar sanggup menginternalisasi dan berkonsolidasi strategis hingga teknis dalam memperkuat peran penting petani dalam pelaksanaan reforma agraria. Memperkuat petani berarti memperkuat rakyat Indonesia sebagai pemegang kedaulatan atas negara ini. Memperkuat petani juga bermakna memperkuat demokrasi kita.

Dibutuhkan kebersamaan antara unsur-unsur progresif pemerintahan, dengan aktor-aktor badan usaha yang berwatak kerakyatan, dan kaum cerdik cendikia yang memihak kaum lemah dengan kalangan organisasi gerakan petani dalam merajut kemajuan nasib petani kita. Berbagai potensi perubahan ini harus terus disambungkan hingga sinergis.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN



TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Astra Infra Raup Rp 9,9 M Per Hari dari Bisnis Jalan Tol

Astra Infra Raup Rp 9,9 M Per Hari dari Bisnis Jalan Tol

EKONOMI | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings