Logo BeritaSatu

Koperasi Memajukan Ekonomi Petani

Opini: Usep Setiawan
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden RI, Ketua Dewan Eksekutif IKA Antropologi Unpad Bandung

Sabtu, 10 September 2022 | 14:28 WIB

Tanggal 24 September dikenang sebagai Hari Tani Nasional, sekaligus Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional. Dalam bingkai pemikiran Bung Karno, kemandirian ekonomi menjadi bagian dari matra Trisakti yang senantiasa relevan hingga hari ini.

Sementara itu, petani sebagai mayoritas warga bangsa Indonesia perlu mengembangkan koperasi sebagai wadah usaha ekomoni untuk meningkatkan keadilan dan kemakmurannya. Bung Hatta (1966) pernah menyerukan bahwa koperasi akan mendidik seseorang untuk membantu dirinya sendiri dengan kemampuannya sendiri dan secara bersama-sama dengan orang lain (Gitiyarko, 2021).

Kini, gerakan ekonomi petani melalui pembentukan dan pengembangan koperasi perlu digencarkan. Sejatinya koperasi adalah sokoguru ekonomi nasional berdasarkan semangat Pancasila dan Konstitusi. Koperasi itu sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan petani sekaligus pengungkit ekonomi nasional kita.

Organisasi gerakan petani perlu menempatkan pembangunan dan pengembangan koperasi sebagai bagian dari agenda strategis perjuangan petani, di samping agenda reforma agraria. Disadari, koperasi sebagai badan usaha milik bersama dari rakyat merupakan pilar penting dalam pelaksanaan reforma agraria. Setelah mendapatkan tanah dan sertifikatnya, petani harus mengembangkan koperasi untuk usaha ekonomi bersamanya.

Koperasi menjadi kelembagaan penting dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian kita menuju kemandirian dan kedaulatan pangan. Hidup dan tumbuh suburnya semangat gotong royong dalam menghidupi koperasi, menjadi salah satu fondasi dari hak asasi petani. Hak untuk berorganisasi, hak untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan, dan hak untuk mandiri secara ekonomi di kalangan petani di pedesaan.

Sistem agroekologi yang dianut dan dikembangkan petani, menjadi pilihan strategi yang tepat. Suatu sistem pertanian yang ramah terhadap layanan lama. Suatu sistem pertanian yang selaras dengan pelestarian lingkungan hidup. Dengan demikian, pertanian dapat dibangun bukan hanya untuk meningkatkan produktivitas pertanian pangan, tapi juga memastikan layanan alam senantiasa terjaga dan terpelihara secara adil dan berkelanjutan.

Serikat Petani Indonesia yang dipimpin Henry Saragih, telah menggencarkan pembangunan koperasi di basis-basisnya. Pada 2017, SPI mendeklarasikan pembangunan koperasi Indonesia sebagai basis kelembagaan ekonomi petani dan masyarakat pedesaan. Di ranah politik praktis, SPI belum lama ini menggabungkan diri dengan Partai Buruh yang dipimpin Said Iqbal untuk berkontestasi pada Pemilu 2024.

Ekonomi Petani
Refleksi atas eksistensi koperasi petani harus dilakukan secara intensif. Berangkat dari upaya menggerakkan petani dalam pembentukan dan pengembangan kelembagaan usaha ekonomi bersama yang berbentuk koperasi masih harus ditingkatkan. Ini menjadi agenda bersama petani, pemerintah dan dunia usaha. Koperasi menjadi gerakan rakyat dalam ikut berkiprah dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat dan negara.

Di sinilah peran penting organisasi gerakan petani yang diharapkan dapat terus menggencarkan pembentukan dan pengembangan koperasi sebagai agenda strategisnya. Hal ini perlu terus diperluas, baik dari sisi cakupan bidang kerja dari koperasi yang ada, maupun dari segi sebaran dan jumlah keanggotaan masing-masing koperasi tersebut.

Koperasi petani yang kita bayangkan sekarang berbeda dengan Koperasi Unit Desa (KUD) yang dikembangkan di era Orde Baru. KUD selama ini terjebak menjadi distributor pupuk dan pestisida kimia, yang membuat petani bergantung dan menurunkan kualitas pertanian rakyat.

Tidak pernah ada skema pembedayaan petani yang sejati dalam program dan kegiatan KUD. Pemeo yang menyindir KUD sebagai “ketua untung duluan” harus dikubur dalam-dalam.

Bung Hatta menyatakan, “Kita membangun koperasi supaya koperasi membangun kemakmuran masyarakat”. Lalu, koperasi yang berasal dari kata “ko” yang berarti bersama dan “operasi” yang bermakna bekerja. Jadi koperasi merupakan perkumpulan kerja sama dalam mencapai suatu tujuan. Dalam koperasi tidak ada anggota yang berpangku tangan, tapi semuanya bekerja untuk mencapai tujuan bersama (Mubarok, 2021).

Hal yang sangat penting dan harus dipikirkan dan dikerjakan secara sungguh-sungguh adalah penguatan basis produksi pertanian sebagai bidang utama dari koperasi petani. Peningkatan produksi berbagai produk pertanian --misalnya: padi, jagung, kedelai, sorgum, dan sebagainya-- perlu terus dijadikan fokus utama dari kiprah koperasi petani.

Kemajuan Petani
Organisasi gerakan petani yang sudah memiliki sejumlah koperasi, perlu terus mengaitkannya dengan kerja-kerja produksi dari berbagai komoditas pertanian. Setiap koperasi petani sebagai tulang punggung ekonomi petani yang utama, mempunyai produksi pertanian sebagai andalannya. Produktivitas petani secara kolektif diwadahi oleh koperasi petani sehingga dari sisi skala usaha dan penghasilan yang didapatkan dari produksi pertanian tersebut bisa lebih besar dan signifikan.

Selain itu perlu dikembangkan jaringan koperasi petani yang bergerak di bidang sejenis untuk meningkatkan dan mengkonsolidasikan gerakan ekonomi petani secara masif. Koperasi petani yang sudah ada, perlu ditautkan satu sama lain agar terbentuk jaringan koperasi petani lintas jenis usaha dan lintas lokasi.

Gerakan koperasi yang dilakukan organisasi gerakan petani dikembangkan menjadi jaringan koperasi petani yang kuat dan luas, sehingga peranannya bisa lebih signifikan dalam mempengaruhi dunia ekonomi dan pembangunan bangsa yang lebih luas. Semacam holding bagi koperasi perlu dikembangkan.

Koperasi juga harus mampu bersaing dengan model korporasi atau perusahaan yang berbasis modal besar. Koperasi sebagai badan usaha yang pada umumnya dengan modal dari rakyat yang secara jumlah lebih kecil, perlu dihimpun agar mampu meluas dan menguat dari segi keterlibatan rakyat di dalamnya.

Koperasi dari organisasi gerakan petani boleh berskala kecil, tetapi dia harus terkoneksi satu sama lain dalam sinergi pengembangan usaha. Koperasi petani harus terkoneksi dalam proses produksi, pengolahan, pengemasan, distribusi dan konsumsinya secara terintegrasi. Koperasi petani harus mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan meluas di tengah masyarakat.

Organisasi gerakan petani sebagai aktor strategis reforma agraria perlu dikombinasikan dengan pengembangan koperasi petani. Koperasi petani penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan hak-hak asasi petani untuk memajukan kehidupan petani. Kemajuan ekonomi petani butuh koperasi sebagai kelembagaan usaha ekonomi rakyat yang pengembangannya harus digencarkan secara bersama.

Karenanya, Hari Tani Nasional, atau Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2022 harus menjadi momentum penguatan komitmen bersama untuk memperkuat ekonomi petani.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN



TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ini Tips Agar Jejak Digital di Internet Tidak Negatif

Ini Tips Agar Jejak Digital di Internet Tidak Negatif

LIFESTYLE | 41 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings