Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Puji Investasi Toyota, Airlangga: Masa Depan Kendaraan Listrik Cerah

Senin, 21 November 2022 | 21:53 WIB
Oleh : Herman / FER
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mencoba mengendarai Kijang Innova Zenix Hybrid usai acara seremoni produksi di Karawang, Jawa Barat, 21 November 2022.

Karawang, Beritasatu.com - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meyakini industri otomotif Indonesia ke depan akan semakin besar.

Saat ini, Indonesia merupakan pasar kendaraan bermotor terbesar di ASEAN. Akan tetapi car ratio R4 atau rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih relatif rendah, yaitu sebesar 99 mobil per 1.000 penduduk.

"Hal ini menandakan industri otomotif berpotensi besar untuk tumbuh ke depannya,” kata Airlangga saat menghadiri seremoni produksi lokal Kijang Innova Zenix, di pabrik perakitan Toyota di Karawang, Jawa Barat, Senin (21/11/2022).

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan secara wholesales atau dari pabrik ke dealer pada Oktober 2022 sebanyak 93.190 unit, tumbuh 23,37% yoy jika dibandingkan Oktober 2021.

Kebijakan pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP) juga berdampak positif pada pertumbuhan industri otomotif secara signifikan hingga kuartal III-2022 sebesar 10,26%.

Airlangga juga menyoroti masa depan kendaraan listrik yang cerah. "Potensi permintaan electric vehicle (EV) di dunia diperkirakan akan terus meningkat dan mencapai sekitar 55 juta unit hingga tahun 2040," jelasnya.

Menangkap peluang tersebut sekaligus mendukung agenda Conference of Parties tentang Perubahan Iklim (COP21), kata Airlangga, Indonesia telah menerbitkan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KBL BB)/BEV Untuk Transportasi Jalan, serta mempercepat pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan dan pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik/KBL-BB melalui peta jalan industri otomotif nasional dan Industri KBL-BB.

“Berbagai regulasi turunan dari perpres tersebut juga telah diterbitkan dalam rangka mempercepat pengembangan ekosistem KBL-BB di Indonesia,” kata Airlangga.

Berkaitan dengan upaya percepatan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai tersebut, Airlangga juga mengapresiasi kinerja PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) hingga saat ini.

Sebelumnya pada tahun 2020, Toyota Group telah mempersiapkan industri mobil listrik di Indonesia, salah satunya dalam hal infrastruktur, hingga pengembangan rantai pasok/supply chain industri pendukung.

Toyota sudah menyiapkan lahan besar untuk pengembangan kendaraan listrik tersebut. Selain itu, investasi sebesar US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28,3 triliun disiapkan dalam 5 tahun ke depan.

"Semoga langkah investasi Toyota dalam mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia dapat memunculkan investasi-investasi baru lainnya di sektor manufaktur kendaraan listrik di Indonesia,” kata Airlangga.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI