Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Pasar Otomotif Pulih, Ini Strategi BOLT Genjot Penjualan

Jumat, 25 November 2022 | 04:56 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP
Ilustrasi kendaraan di tol.

Jakarta, Beritasatu.com- Sejalan pulihnya permintaan otomotif pascapandemi, emiten komponen kendaraan PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mendorong penjualan dengan pengembangan produk dan pemasaran. Adanya aturan untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi berkah bagi kinerja perseroan.

Manajemen Garuda Metalindo dalam paparan publik Kamis (24/11/2022) berkomitmen untuk meneruskan rencana yang telah dijalankan selama beberapa tahun terakhir yaitu otomatisasi mesin, pengembangan sumber daya manusia serta meningkatkan efisiensi dan produktivitas di semua bagian secara berkelanjutan. Strategi ini dilakukan perseroan sejalan dengan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang menunjukkan, bahwa penjualan mobil (whole sales) sampai kuartal ketiga tahun 2022 tumbuh sebesar 20,82% menjadi 758.218 unit dibandingkan periode yang sama tahun 2021. Sedangkan penjualan sepeda motor, merujuk data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sampai kuartal ketiga tahun 2022 mencapai 3,61 juta unit atau turun sebesar 3,96% dibandingkan periode yang sama di tahun 2021 yang hanya 3,76 juta unit.

Selain pulihnya perekonomian, proyeksi peningkatan penjualan juga didukung oleh PERPRES No.18/2020 untuk meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di setiap sektor usaha ikut memberikan peluang yang cukup besar dalam peningkatan penjualan domestik perusahaan kedepannya. Bahkan, BOLT mengungkapkan, telah mendapatkan banyak permintaan atas produk-produk baru oleh pelanggan lama dan juga pelanggan baru yang terdampak oleh intensitas pemerintah dalam menjalankan program peningkatan TKDN ini.

Manajemen mengatakan pelanggan yang sebelumnya banyak melakukan impor komponen otomotif mulai banyak melakukan aktivitas pengalihan pengadaan komponen tersebut untuk diproduksi oleh perusahaan. "BOLT memproyeksikan, sebagian besar permintaan ini akan terealisasi menjadi penjualan di tahun 2023 dan juga terus di tahun-tahun mendatang," kata manajamen dalam.

Selain itu, perseroan juga turut mengembangkan beberapa komponen pendukung kendaraan listrik yang sudah ada di Indonesia. BOLT berharap, dukungan pemerintah atas produksi dan penggunaan kendaraan listrik akan berdampak positif terhadap penjualan perusahaan kedepannya.

Sampai kuartal III- tahun 2022, penjualan ekspor BOLT mengalami peningkatan 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun 2021. "Selama 2022 BOLT melakukan perluasan dengan mengikuti pameran Automechanika di Meksiko, BOLT berhasil mengembangkan bisnisnya ke pasar Meksiko," kata manajemen.

Sementara hingga kuartal III 2022, Garuda Metalindo berhasil mengantongi pendapatan Rp 1,03 triliun atau bertumbuh 23,28% dari periode yang sama tahun lalu Rp 837,81 miliar. Meski demikian, akibat meningkatnya harga material dan biaya operasional laba bersih perseroan menurun 28,06% menjadi Rp 31,17 miliar.

Manajemen menyebutkan bahwa penurunan keuntungan ini terjadi akibat adanya kenaikan harga material dan biaya operasional untuk peremajaan fasilitas produksi. Selain itu,nilai tukar mata uang asing yang berfluktuasi pada tahun 2022 turut menjadi sebab pelemahan untung dari BOLT.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI