Mitsubishi Fuso Kuasai 45% Pasar Kendaraan Niaga

Mitsubishi Fuso Kuasai 45% Pasar Kendaraan Niaga
Ilustrasi Fuso ( Foto: beritasatu.com )
Herman / Ridho Syukro / FMB Jumat, 19 Januari 2018 | 14:33 WIB

Jakarta - Sepanjang 2017, Mitsubishi Fuso berhasil mempertahankan posisinya sebagai market leader dengan mendominasi 45 persen pangsa pasar di segmen kendaraan niaga. Penjualannya mencapai 42.319 unit truk, meningkat 28 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) selaku distributor dari Mitsubishi Fuso Truck & Bus Corporation (MFTBC), Duljatmono mengungkapkan peningkatan ini sebenarnya sudah mulai terasa sejak akhir tahun 2016 lalu dan kondisi ini berlanjut di tahun 2017.

“Proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan pemerintah sangat membantu mendongkrak pasar kendaraan niaga. Ditambah lagi sektor perkebunan kelapa sawit juga ikut menyumbang kenaikan yang cukup signifikan," kata Duljatmono dalam keterangan resminya, Jumat (19/1).

Sektor lain yang berkontribusi besar terhadap penjualan Mitsubishi Fuso adalah sektor logistik untuk consumer goods. Menurut Duljatmono, pertumbuhan sektor logistik cenderung stabil mengikuti pertumbuhan pasar, namun sektor inilah yang menjadi penyumbang terbesar terhadap angka penjualan Mitsubishi Fuso.

Jika dirinci lebih detil, segmen light duty truck menyumbang kontribusi terbesar, di mana produk Colt Diesel berhasil membukukan penjualan sebanyak 38.116 unit dengan pangsa pasar 58 persen pasar pada kategori yang sama. Sedangkan di segmen medium & heavy duty truck, produk Fuso, New Fuso dan Tractor Head penjualannya sebesar 4.203 unit dengan pangsa pasar 19 persen.

Dari data tersebut, terlihat bahwa dominasi Colt Diesel masih sangat kuat. Sedangkan di segmen medium & heavy duty truck, KTB akan gencar mengupayakan perolehan market share yang lebih besar lagi. Untuk itu di tahun 2018, Duljatmono mengatakan KTB akan melakukan banyak peningkatan di segmen tersebut, salah satunya dengan mempersiapkan produk-produk baru yang menyesuaikan kebutuhan pasar.



Sumber: BeritaSatu.com