Penjualan Mercy Tak Terpengaruh Pengetatan Impor

Penjualan Mercy Tak Terpengaruh Pengetatan Impor
Mercedes Benz All New A Class dirilis Jumat (5/10). ( Foto: antara )
Ridho Syukro / HK Jumat, 5 Oktober 2018 | 21:38 WIB

Jakarta – Pengetatan impor mobil mewah tak memengaruhi penjualan Mercedes Benz (Mercy) di Indonesia. Sebab, 75% produk Mercy yang dijual sudah dirakit di pabrik Bogor, Jawa Barat.

Product and Pricing Department Manager Mercedes Benz Passenger Car Indonesia Radite Erlangga mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kebijakan pemerintah tersebut. Saat ini, semua model andalan Mercy, seperti C-Class dan E-Class dirakit di Indonesia. "Hanya 25% mobil kami yang diimpor, sehingga kami tidak terlalu terpengaruh dengan pembatasan impor," ujar dia di Jakarta, Jumat (5/10).

Untuk menekan impor dan memulihkan defisit neraca perdagangan, pemerintah menaikkan tarif pajak penghasilan (Pph) 22 untuk barang impor, termasuk mobil dan motor besar. Jika sebelumnya tarif PPh 22 untuk mobil mewah impor dikenakan 7,5%, kini menjadi 10%. Pemerintah juga akan menaikkan bea masuk (BM) mobil mewah antara 10-50%. 

Di sisi lain, untuk mendorong penjualan, PT Mercedes Benz Distribusi Indonesia (MBDI) meluncurkan tiga mobil terbaru, yaitu All New Four Door CLS Coupe, All New Compact A-Class, dan large size MPV New V 260. A-Class adalah mobil hatchback, sedangkan CLS four door coupe. Kedua mobil ini berkarakter kuat.

Adapun New V-260 memakai mesin bensin empat silinder 2 liter dengan harga Rp 1,4 miliar. New A-Class merupakan hatchback terbaru yang memiliki mesin M282, empat silinder, dengan tenaga 163 Hp. Ada teknologi cylinder deactivation dan dijual dengan harga Rp 649 juta.

Sementara itu, CLS Coupe memiliki kabin pengemudi dan penumpang yang nyaman dan dibanderol Rp 1,6 miliar. Radite optimistis penjualan ketiga model baru ini positif, karena sudah memiliki target pasar sendiri. Apalagi, ekonomi Indonesia cukup stabil.

 



Sumber: Investor Daily