Perusahaan Inggris Akan Produksi Mobil Listrik di Singapura

Perusahaan Inggris Akan Produksi Mobil Listrik di Singapura
James Dyson ( Foto: Global Manufacturing )
Heru Andriyanto / HA Rabu, 24 Oktober 2018 | 02:39 WIB

London - Perusahaan asal Inggris, Dyson, mengumumkan rencana untuk memproduksi mobil listrik di Singapura, dimulai pada 2020.

Dalam pernyataannya Selasa (23/10), perusahaan pembuat mesin vakum dan hair dryer (pengering rambut) itu memilih Singapura karena keunggulannya di bidang manufaktur, tenaga kerja terlatih, dan kedekatannya dengan pasar-pasar yang tumbuh pesat di Asia.

Konstruksi pabrik akan dimulai Desember ini.

"Singapura secara komparatif adalah wilayah berbiaya tinggi, tetapi juga memiliki keahlian teknologi dan fokus yang hebat," kata CEO Dyson Jim Rowan.

"Karena itu negara ini adalah tempat yang tepat untuk membuat mesin dengan teknologi berkualitas, dan tempat yang tepat untuk membuat mobil listrik kami."

Tahun lalu, pendiri perusahaan James Dyson mengumumkan bahwa pihaknya akan bergabung dalam kompetisi industri mobil listrik global.

Saat itu dia mengungkapkan rencana investasi £ 2 miliar (Rp 39,5 triliun) untuk memproduksi mobil listrik dimulai pada 2021.

Sekitar 400 pekerja termasuk insinyur dan designer saat ini sedang menggarap proyek tersebut di bekas pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris yang dibeli Dyson pada 2016.

Dyson sudah memperkerjakan 1.100 orang di Singapura untuk memproduksi motor. Perusahaan itu juga punya fasilitas produksi di Malaysia.

Dengan membuat mobil di luar Inggris, Dyson bisa menghindari kemungkinan gangguan rantai pasokan yang diakibatkan oleh keluarnya Inggris dari Uni Eropa. James Dyson adalah pendukung Brexit.

Industri otomotif yang punya pabrik di Inggris memperingatkan bahwa pemeriksaan bea akibat Brexit bisa menghambat pengiriman suku cadang dan bisa memaksa mereka menutup pabrik.

Namun, tampaknya mobil Dyson nanti tidak akan murah, karena perusahaan dikenal memasang tarif premium untuk produk-produknya. Misalnya, pengering rambut Dyson dijual seharga US$ 400 atau Rp 6 juta.



Sumber: CNN Money