26 Tim Mahasiswa Indonesia Siap Bertarung di SEM Asia 2019

26 Tim Mahasiswa Indonesia Siap Bertarung di SEM Asia 2019
Shell Indonesia melakukan acara pelepasan peserta Shell Eco-marathon Asian 2019 secara simbolis di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (25/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Shell )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 25 April 2019 | 23:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Shell Indonesia melakukan acara pelepasan peserta Shell Eco-marathon (SEM) Asian 2019 secara simbolis di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (25/4/2019).

Baca Juga: Shell Eco Marathon Asia 2019 Digelar di Sirkuit Sepang

Tahun ini, sebanyak 26 tim mahasiswa Indonesia yang mewakili 20 perguruan tinggi di 8 provinsi akan berkompetisi di ajang Shell Eco-marathon (SEM) pada Make the Future Live Asia 2019 yang digelar pada tanggal 29 April-2 Mei 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dengan mengusung 26 kendaraan futuristik yang dirancang dan dibangun sendiri, tim-tim mahasiswa akan berlaga di lintasan balap untuk meraih gelar kendaraan yang paling hemat energi dengan menggunakan berbagai sumber energi seperti bensin, baterai elektrik, diesel/solar, etanol dan hidrogen.

Shell Indonesia melakukan acara pelepasan peserta Shell Eco-marathon Asian 2019 secara simbolis di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (25/4/2019).

Baca Juga: Shell Dorong Mahasiswa Temukan Solusi Energi

Presiden Direktur Shell Indonesia, Darwin Silalahi, mengatakan, pihaknya menyambut antusiasme dari berbagai perguruan tinggi dalam memberikan dukungan kepada mahasiswa-mahasiswa mereka untuk melakukan inovasi dalam pembuatan kendaraan hemat energi.

"Dalam 10 tahun terakhir, Shell Eco-marathon Asia telah menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk merealisasikan impian inovasi di bidang mobilitas dan efisiensi/diversifikasi energi serta berkompetisi di ajang internasional. Kami sangat bangga dengan partisipasi yang semakin meluas dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta dari Sabang sampai Merauke dan menjadikan Shell Eco-marathon Asia sebagai platform bersama membangun solusi dalam menjawab tantangan energi di masa depan,” kata Darwin.

Sejak pertama kali ajang Shell Eco-marathon Asia diadakan pada tahun 2010, tim mahasiswa Indonesia selalu berpartisipasi dan menunjukkan prestasi di ajang tersebut. Tahun ini, tim mahasiswa Indonesia yang akan berpartisipasi di ajang SEM Asia 2019 hadir tak hanya dari perguruan tinggi negeri tetapi juga dari perguruan tinggi swasta yang ada di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof Samsul Rizal, mengatakan, Shell secara konsisten telah memberi ruang dan kesempatan kepada generasi muda di seluruh dunia, termasuk untuk Indonesia dan khususnya di Aceh, untuk berinovasi di bidang teknologi dan mengasah kemampuan manajemen organisasi.

“SEM menjadi wadah bagi anak-anak muda Universitas Syiah Kuala, untuk turut berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan yang lebih luas serta membangun karakter inovasi melalui berbagai proses yang mereka jalani dalam mengembangkan mobil hemat energi dan mengikuti kompetisi internasional,” kata Prof Samsul Rizal.

Manager Tim Malem Diwa, Hekal Ambia, mengatakan belajar dari kompetisi sebelumnya, pihaknya melakukan beberapa perubahan untuk meningkatkan performa kendaraan agar tim dapat mencapai target capaian yang lebih baik dari tahun lalu.

"Kami berharap dengan hadir di Sirkuit Internasional Sepang kami bisa mendapatkan pengalaman balap yang nyata, menjadikannya trek yang menantang untuk menguji inovasi yang telah kami persiapkan selama berbulan-bulan,” pungkas Hekal.



Sumber: BeritaSatu.com