Digaji Terlalu Tinggi, CEO Nissan Mundur

Digaji Terlalu Tinggi, CEO Nissan Mundur
CEO Nissan Motors Hiroto Saikawa dalam jumpa pers di markas perusahaan di Yokohama, Kanagawa prefecture, 19 November 2018, saat mengumumkan dugaan pidana yang dilakukan Chairman Carlos Ghosn. ( Foto: AFP )
Heru Andriyanto / HA Senin, 9 September 2019 | 21:22 WIB

Beritasatu.com - Chief Operating Officer (CEO) Nissan Hiroto Saikawa telah mengundurkan diri setelah terungkap dia digaji terlalu tinggi.

Dewan direksi produsen otomotif Jepang itu mengumumkan pengunduran diri Saikawa, Senin (9/9/2019), dan akan berlaku efektif 16 September mendatang. Chief Operating Officer Yasuhiro Yamauchi ditunjuk sebagai pelaksana CEO sembari menunggu ditunjuknya CEO baru.

Beberapa hari sebelumnya, kepada wartawan di Jepang Saikawa mengakui bahwa dia dan sejumlah eksekutif puncak Nissan lainnya menerima pembayaran terlalu tinggi sebagai bagian dari rencana pembayaran saham. Dia mengklaim tidak melakukan kejahatan, dan berjanji untuk mengembalikan kelebihan pembayaran yang diterimanya.

Dewan direksi Nissan sudah mendengar laporan investigasi internal terkait sistem kerja menjelang pertemuan hari Senin. Investigasi ini dilakukan setelah November tahun lalu mantan chairman Nissan Carlos Ghosn ditangkap pihak berwenang Jepang.

Program apresiasi hak atas saham perusahaan atau stock appreciation rights (SAR) menjadi salah satu objek penyelidikan, menurut chairman Nissan Yasushi Kimura dalam jumpa pers di Yokohama, Senin.

Meskipun pembayaran yang dilakukan bukan tindakan ilegal, tetapi program ini "sengaja dimanipulasi" untuk meningkatkan jumlah uang yang didapat dari SAR, kata Kimura.

"Sebagai sebuah masalah pengelolaan perusahaan, kami menanggapi hal ini secara serius," tegasnya.

Kimura tidak mengatakan apakah pengunduran diri Saikawa terkait langsung dengan kelebihan pembayaran yang dia terima. Yang terjadi adalah, CEO ingin menyerahkan tongkat estafet kepada penerusnya dan perusahaan ingin membuka lembaran baru, imbuhnya.

Sementara itu, Saikawa menegaskan kembali bahwa dia telah memutuskan untuk mengembalikan uang yang bukan haknya.

Penangkapan Ghosn telah menciptakan krisis di dalam perusahaan. Aliansi Nissan dengan produsen mobil asal Prancis, Renault, dan juga Mitsubishi menjadi berantakan. Setelah itu disusul berbagai berita soal bayaran para eksekutif Nissan.

Ghosn sekarang dikenakan tahanan rumah di Tokyo, di mana dia menghadapi dakwaan kejahatan keuangan. Dia dituduh sengaja melaporkan pendapatan yang lebih rendah selama bertahun-tahun, dan membebankan kerugian investasi pribadi ke Nissan.

Ghosn membantah semua tuduhan, dan berdalih penangkapannya dipicu oleh ketakutan terjadinya merger.

Kinerja Nissan di bawah Saikawa memang tidak meyakinkan. Pada Mei, laporan keuangan perusahaan disebutkan mencapai "titik terendah". Pada Juli, Nissan mengatakan akan mengurangi 12.500 tenaga kerja di seluruh dunia.



Sumber: CNN Business