Penghentian Operasi Pabrik Suzuki Motor dan Mobil Diperpanjang

Penghentian Operasi Pabrik Suzuki Motor dan Mobil Diperpanjang
Deretan mobil All New Ertiga di halaman pabrik perakitan Suzuki di Cikarang, Jawa Barat, 28 Agustus 2019. ( Foto: Beritasatu / Heru Andriyanto )
/ WBP Sabtu, 9 Mei 2020 | 06:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Suzuki Indonesia kembali memperpanjang penghentian sementara kegiatan operasional pabrik mulai 11-22 Mei 2020, menyusul perpanjangan periode Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut President Director PT Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales, Seiji Itayama, saat ini Suzuki menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Suzuki mematuhi perpanjangan PSBB dari pemerintah. Di luar itu, Suzuki juga memiliki kebijakan hygiene commitment yang berlaku bagi perusahaan dan semua diler," kata President Director PT Suzuki Indomobil Motor/PT Suzuki Indomobil Sales, Seiji Itayama, melalui keterangannya, Sabtu (9/5/2020).

Baca juga: Suzuki Indonesia Perpanjang Penutupan Pabrik Hingga Mei

Semua kegiatan di tiga pabrik Suzuki yang berada di Cakung, Tambun, dan Cikarang berhenti beroperasi, termasuk pengadaan unit ekspor yang sebelumnya beroperasi selama empat hari untuk memenuhi permintaan di beberapa negara. Lebih lanjut, Itayama berharap pihaknya dapat membuka kembali operasional pabrik dengan normal. "Selama dua minggu ke depan kami akan kembali menghentikan sementara semua kegiatan di pabrik," ujarnya.

Ia mengatakan Suzuki akan melakukan pengkajian penerapan protokol keamanan dan keselamatan yang sesuai aturan pemerintah dan hygiene commitment Suzuki. "Saat ini kami merencanakan untuk melakukan studi dan mempertimbangkan bagaimana agar operasional pabrik bisa berjalan dengan tetap menerapkan protokol keamanan dan keselamatan yang ketat," kata dia.

Pada prinsipnya, kata dia, perusahaan sangat berhati-hati dan mengikuti aturan pemerintah demi keselamatan bersama.

Selama perpanjangan periode penghentian sementara kali ini, Suzuki juga tetap akan memberikan upah dasar secara penuh kepada karyawan yang sementara tidak bekerja sesuai dengan ketentuan berlaku.



Sumber: ANTARA