Gaikindo Akui Target Penjualan 600.000 Mobil Sulit Terealisasi

Gaikindo Akui Target Penjualan 600.000 Mobil Sulit Terealisasi
Pengunjung melihat mobil yang dipamerkan di Astra Auto Fest 2020, di BSD City, Tangerang, Rabu (19/2/2020). Pameran otomotif tahunan yang telah terselenggara sejak 2018 ini akan berlangsung selama lima hari hingga hari Minggu mendatang. (Foto: BeritaSatu Photo / Mohammad Defrizal)
Herman / FER Minggu, 17 Mei 2020 | 18:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penjualan mobil di Indonesia selama masa pandemi Covid-19 mengalami penurunan yang sangat dalam. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) bahkan telah merevisi target penjualan pada tahun ini dari sebelumnya 1.050.000 unit menjadi 600.000 unit. Target baru itu pun dirasa sulit untuk terealisasi.

Baca Juga: Walau Terpuruk, Peluang Industri Otomotif Tetap Ada

Ketua Gaikindo Yohannes Nangoi menyampaikan, penjualan mobil (wholesales) pada April 2020 hanya mencapai 7.871 unit atau turun sekitar 90 persen dibandingkan dengan kondisi normal, sedangkan untuk retail sales sebanyak 24.300 unit. Jika ditotal selama periode Januari-April 2020, penjualan wholesales mencapai 244.762 unit, sementara retail sales 243.634 unit.

"Ini merupakan pukulan yang luar biasa. Bisa dikatakan penjualan di April 2020 ini adalah yang terendah selama 10 tahun 15 tahun terakhir ini. Kalau kita lihat, kondisi di bulan Mei juga masih akan sama. Apalagi Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB) sudah berlaku di banyak tempat, dan juga menjelang Idul Fitri. Sehingga penjualan mobil diperkirakan akan lebih rendah dari April,” kata Yohannes Nangoi dalam diskusi Industry Rountable yang dilakukan secara virtual, akhir pekan lalu.

Dengan melihat hasil tersebut, Yohannes memperkirakan target penjualan 600.000 unit pada tahun ini masih akan berat. "Terus terang, ada perasaan was-was. Karena kemungkinan 600.000 unit akan sangat berat sekali,” kata Nangoi.

Baca Juga: Pangsa Pasar Daihatsu Justru Naik Jadi 18,2%

Kondisi yang berbeda terjadi pada pasar ekspor. Nangoi menyampaikan, ekspor mobil dari Indonesia mengalami pertumbuhan yang positif hingga mencapai 9,2 persen. Namun. peningkatan ekspor tersebut merupakan permintaan yang memang sudah datang sebelum Covid-19 menyebar ke banyak negara.

“Ekspor kita mengalami pertumbuhan yang signifikan. Kalau di Januari sampai Maret 2019 jumlahnya 70.779 unit, di tahun ini mencapai 77.315 unit. Tetapi rupanya ini hasil simpanan atau order dari sebelumnya. Jadi kami perkirakan ekspor juga akan turun 50 persen,” kata Nangoi.

Sebelumnya, pemerintah menargetkan ekspor mobil dari Indonesia bisa mencapai 1 juta unit pada 2025. Gaikindo pun menargetkan pada tahun ini bisa mengekspor hingga 400.000 unit mobil. "Dengan melihat kondisi saat ini, kami memperkirakan tahun ini hanya bisa mengekspor 150.000 unit atau setinggi-tingginya 200.000 unit," kata Nangoi.

Baca Juga: Penghentian Operasi Pabrik Suzuki Diperpanjang

Saat ini industri otomotif Indonesia memiliki kapasitas produksi 2,2 juta sampai 2,3 juta unit kendaraan. Apabila ditambah dengan rencana produksi pabrik Hyndai pada tahun depan, total kapasitas produksinya bisa mencapai 2,5 juta unit.

“Bisa dibayangkan bahwa dengan kapaitas produksi sampai 2,5 juta unit, sedangkan market di Indonesia mungkin di tahun depan belum akan normal, mungkin hanya 800.000 unit sampai 900.000 unit dan ekspor kembali ke angka 250.000 unit sampai 300.000 unit, kita baru bisa mencapai separuh dari angka kapasitas produksi tersebut,” kata Nangoi.



Sumber: BeritaSatu.com