Pasar Otomotif Anjlok, Daihatsu Tetap Incar Posisi Nomor Dua

Pasar Otomotif Anjlok, Daihatsu Tetap Incar Posisi Nomor Dua
Marketing & Customer Relation Division Head Astra Daihatsu Hendrayadi Lastiyoso (kiri) bersama Kepala Wilayah DKI 1 Astra Daihatsu David Gunawan, memperkenalkan tampilan baru Daihatsu Ayla dan Sirion di Gedung Daihatsu Astra Biz Center BSD City, Tangerang, Sabtu (21/3/2020). (Foto: Ist)
Herman / FER Jumat, 19 Juni 2020 | 16:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 yang telah memengaruhi banyak sektor juga turut memukul industri otomotif di Indonesia. Penjualan berbagai brand anjlok sangat drastis, tidak terkecuali Daihatsu yang selama ini memiliki pangsa pasar terbesar kedua di bawah Toyota.

Baca Juga: Daihatsu Bidik 17% Pangsa Pasar Mobil Nasional

Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), Hendrayadi Lastiyoso memaparkan, rata-rata penjualan ritel untuk keseluruhan brand pada 2019 mencapai 89.900 unit per bulan. Tetapi di 2020 rata-rata penjualan bulanannya hanya 52.100 unit atau anjlok 40 persen. Bahkan penjualan ritel di bulan Mei hanya 17.100 unit.

Kondisi yang sama juga terjadi di pasar wholesales. Rata-rata penjualan bulanan untuk keseluruhan merek pada 2019 sebanyak 85.800 unit, tetapi di 2020 ini hanya 49.700 unit atau turun 41,2 persen. Pada Mei 2020, penjualan wholesales juga hanya mencapai 3.600 unit.

"Bila di market ritel turunnya 40 persen, di market wholesales lebih besar lagi mencapai 41,2 persen, sehingga supply-nya rata-rata hanya 49.000 unit. Ini karena sejak April 2020 pabrik otomotif sudah mulai berhenti produksi,” kata Hendrayadi Lastiyoso dalam konferensi pers market update melalui webinar, di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Baca Juga: Tidak Ada PHK di Astra Daihatsu Motor

Untuk Daihatsu sendiri, penjualannya ritel hingga Mei 2020 mencapai 48.000 unit atau turun 38,6 persen. Penurunan yang lebih rendah dari penurunan pasar ini membuat pangsa pasar Daihatsu naik dari 18 persen menjadi 18,4 persen. Sedangkan untuk wholesales mencapai 49.400 unit atau turun 39 persen. Pangsa pasarnya juga naik dari 19,2 persen menjadi 19,9 persen.

Dengan penurunan pasar tersebut, Hendrayadi mengatakan, Daihatsu tetap mematok target pangsa pasar minimal 17 persen sampai akhir tahun dan berada di posisi kedua terbesar.

"Untuk target, kita selalu melihat dari sisi market share, bukan jumlah unitnya. Sampai akhir tahun, kita belum tahu market-nya akan seperti apa. Tetapi kita berharap minimal market share-nya 17 persen dan di posisi nomor dua,” kata Hendrayadi.



Sumber: BeritaSatu.com