Di Tengah Pandemi Covid-19, Ekspor Suzuki Naik 22%

Di Tengah Pandemi Covid-19, Ekspor Suzuki Naik 22%
Ekspor CBU All New Ertiga menjadi kontributor terbesar dalam ekspor Suzuki selama periode Januari – Mei 2020. (Foto: Istimewa)
Herman / JAS Jumat, 19 Juni 2020 | 16:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah penurunan penjualan mobil di pasar domestik akibat pandemi Covid-19, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) berhasil membukukan kinerja yang positif untuk ekspor completely built up (CBU) atau ekspor mobil dalam bentuk utuh.

Selama Januari hingga Mei 2020, pertumbuhan ekspor mobil CBU Suzuki lebih tinggi 22 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Sebetulnya kami optimistis pertumbuhan ekspor mobil CBU Januari-Mei bisa lebih tinggi dari 22 persen. Tapi mengingat saat ini kita dihadapkan pada pandemi Covid-19 dan penurunan produktivitas dari berbagai sektor, angka itu adalah sebuah pencapaian positif,” ujar Assistant Dept Head Production Planning Control PT SIM Aris Yuliyantoro dalam keterangan resminya, Jumat (19/6/2020).

Selama periode Januari sampai Mei 2020, primadona ekspor CBU masih didominasi All New Ertiga yang menjadi kontributor terbesar, yaitu sebanyak 7.880 unit. Peningkatan ekspor juga didukung oleh kontribusi New Carry sebanyak 3.339 unit.

Tak hanya itu, XL7 yang diluncurkan sebagai lini produk baru pada Februari lalu turut mendorong ekspor Suzuki dengan kontribusi sebanyak 2.169 unit. Tahun 2020 ini Suzuki akan mengekspor kendaraan ke lebih dari 50 negara di dunia.

“Peningkatan ekspor ini membangun optimisme Suzuki untuk kembali beroperasi setelah menghentikan sementara kegiatan pabrik. Saat ini pasar internasional dalam masa pemulihan, dan untuk memenuhi permintaan ekspor, secara bertahap kami kembali berproduksi dengan menerapkan Suzuki Hygiene Commitment dan protokol kesehatan dari Pemerintah. Kami harap industri otomotif dan lainnya cepat pulih dan bangkit bersama agar bisa memberikan kontribusi positif untuk Indonesia,” ujar Aris.



Sumber: BeritaSatu.com