Logo BeritaSatu

Ini 4 Tips Perencanaan Keuangan bagi Pemilik Mobil

Jumat, 9 Oktober 2020 | 20:34 WIB
Oleh : YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Kendati nilainya terus mengalami depresiasi dari tahun ke tahun, mobil merupakan sebuah aset. Kepemilikan sebuah mobil tentu menuntut seseorang untuk memiliki perencanaan keuangan yang baik. Keberadaan mobil sebagai aset tentu akan menambah nilai kekayaan bersih Anda. Namun sebagai sebuah aset, mobil bisa dikategorikan sebagai aset pribadi maupun investasi.

Ketika mobil hanya digunakan untuk keperluan mobilitas sehari-hari, maka statusnya pun menjadi aset pribadi. Namun ketika mobil digunakan untuk mencari uang seperti mengantar penumpang, mengangkut barang dagangan, diperjual-belikan ke showroom atau pelanggan, maka mobil akan menjadi aset investasi.

Seperti diketahui, ada banyak biaya yang harus dikeluarkan bagi mereka yang memiliki mobil. Berikut adalah tips perencanaan keuangan dari Lifepal.co.id untuk para pemilik mobil.

Mobil juga butuh dana darurat
Idealnya, seorang harus menyediakan dana darurat setara minimal 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan. Mengapa? Karena dana darurat akan berguna untuk menalangi biaya hidup di saat orang yang bersangkutan kehilangan penghasilan.

Lantas seperti apa bentuk dana darurat untuk mobil?

Semakin tua usia mobil, maka semakin sering pula pergantian suku cadangnya. Pergantian suku cadang saat servis berkala jelas memunculkan biaya tak terduga yang harus dibayarkan.

Sebut saja aki mobil yang habis masa pakainya, kampas kopling, rem, busi, oli, dan filter-filter yang harus diganti dalam hitungan kilometer. Belum lagi, pemilik mobil rentan terkena risiko ban kempes di tengah perjalanan, baik karena tekanan anginnya yang kurang atau karena musibah lain.

Oleh karena itulah, cukup penting tentunya untuk mengalokasikan dana untuk kebutuhan ini. Tidaklah salah untuk menabung setidaknya 1% hingga 5% dari pemasukan per bulan untuk dana darurat mobil. Simpan saja dana tersebut di tabungan agar tetap likuid.

Total aset lancar Anda harus 15% hingga 20% dari kekayaan bersih. Seperti dijelaskan di atas bahwa keberadaan mobil yang merupakan aset, akan menambah nilai kekayaan bersih Anda. Nilai kekayaan bersih sendiri didapat dari hasil pengurangan antara total aset dan total utang.

Semakin tinggi kekayaan bersih, maka makin tinggi pula persentase aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) yang harus Anda miliki.

Wajar saja, mobil tentunya butuh biaya operasional seperti biaya bahan bakar, biaya kebersihan, biaya jasa servis ringan, servis berat dan pajak. Itu sebabnya, seseorang yang memiliki mobil harus memiliki kas yang cukup, bukan hanya untuk keperluan yang sifatnya darurat melainkan juga untuk operasional.

Total aset lancar ideal harus Anda miliki adalah 15% hingga 20% dari kekayaan bersih. Jika kurang dari 15%, itu tandanya jumlahnya terlalu kecil, namun jika lebih dari 20% Anda terlalu banyak menyimpan uang di tabungan dan kurang berinvestasi untuk masa depan.

Mobil juga harus dilindungi
Satu-satunya yang bisa melindungi Anda dari risiko finansial atas rusak atau hilangnya mobil Anda adalah asuransi mobil.

Secara garis besar, asuransi mobil terdiri dari all risk dan total loss only (TLO). All risk akan menanggung apapun risiko yang terjadi, termasuk lecet di bagian bodi asal sesuai dengan aturan yang berlaku. Sedangkan TLO menanggung biaya pertanggungan ketika mobil Anda hilang, atau mengalami kerusakan total hingga mencapai 70% dari harga mobil.

TLO cenderung lebih murah daripada all risk. Namun pemilihannya harus disesuaikan dengan potensi risiko yang bakal dialami si pemilik mobil.

Kalau mobil masih dicicil, pastikan cicilannya sesuai dengan pemasukan Anda. Bagi Anda yang tengah mencicil mobil, Anda mungkin tidak mengetahui apakah besaran cicilan mobil per bulan Anda terlalu besar atau tidak.

Cara mengukurnya tentu saja dengan mengetahui debt service ratio (DSR) kita. DSR menunjukkan total cicilan utang yang kita miliki berbanding pemasukan bulanan, tidak hanya cicilan mobil, melainkan juga cicilan kartu kredit, dan kredit lainnya bila ada.

Untuk menghitung nilai DSR, Anda bisa melakukan perbandingan dari jumlah total cicilan Anda dengan pemasukan bulanan. Bila besaran cicilan mobil dan utang-utang lainnya masih di bawah 35% dari penghasilan, maka jumlah cicilan itu masih wajar.

Tapi jika berlebih, tandanya sudah terlalu besar. Itu artinya Anda harus mengatur ulang pembayaran utang Anda, bisa dengan melakukan perpanjangan tenor pinjaman atau dengan melunasi utang-utang lain di luar kredit mobil yang berbunga besar.

Ada cara mudah untuk melakukan perhitungan ini, yaitu menggunakan Kalkulator Angsuran Kredit Flat Lifepal. Menggunakan kalkulator tersebut, Anda bisa menghitung, berapa tenor cicilan paling tepat untuk Anda, agar besaran cicilan yang Anda bayarkan tiap bulan tidak melebihi 35% dari penghasilan.

Itulah empat tips perencanaan keuangan bagi si pemilik mobil. Khusus bagi yang membeli mobil secara kredit, pastinya Anda akan diberikan asuransi mobil dari lembaga kredit atau multi finance, namun jangan lupa, Anda juga harus terlindungi dengan asuransi jiwa.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Indonesia Sambut Elektrifikasi Industri Otomotif, Tantangannya?

Di tengah upaya eskalasi kontribusi sebagai basis produksi dan ekspor global, Indonesia menyongsong era elektrifikasi industri otomotif nasional.

OTOMOTIF | 1 Desember 2022

IKN Uji Coba Mobil Terbang pada 2024

IKN akan melakukan uji coba mobil terbang pada 2024. Hal itu dikatakan Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN.

OTOMOTIF | 30 November 2022

Alami Pecah Ban, Rifat Sungkar Finis Kelima AXCR 2022

Rifat Sungkar yang tergabung dalam tim Mitsubishi Ralliart berhasil finis di posisi kelima dalam ajang Asia Cross Country Rally (AXCR) 2022.

OTOMOTIF | 28 November 2022

Pasar Otomotif Pulih, Ini Strategi BOLT Genjot Penjualan

Sejalan pulihnya permintaan otomotif pascapandemi, PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) mendorong penjualan dengan pengembangan produk dan pemasaran.

OTOMOTIF | 25 November 2022

Menhub: Mobil Listrik Masih Baru, Semoga Menginspirasi Masyarakat

Menhub berharap, mobil listrik yang relatif baru dapat menginspirasi masyarakat untuk memilikinya.

OTOMOTIF | 22 November 2022

Keuntungan Kendaraan Listrik, Lebih Irit hingga Dapat Insentif

Menhub Budi Karya membeberkan keuntungan menggunakan kendaraan listrik dibanding konvensional.

OTOMOTIF | 22 November 2022

Puji Investasi Toyota, Airlangga: Masa Depan Kendaraan Listrik Cerah

"Semoga investasi Toyota dalam mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia dapat memunculkan investasi-investasi baru lainnya," kata Airlangga.

OTOMOTIF | 21 November 2022

Ini Keunggulan Sistem Hybrid di Kijang Innova Zenix

Toyota menyematkan teknologi Toyota hybrid system generasi ke-5 pada All New Kijang Innova Zenix Hybrid.

OTOMOTIF | 21 November 2022

Kijang Innova Zenix Hybrid Bakal Diekspor ke 13 Negara

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah memulai produksi All New Kijang Innova Zenix di pabrik perakitan Toyota di Karawang, Jawa Barat.

OTOMOTIF | 21 November 2022

Kijang Innova Zenix Hybrid Resmi Diluncurkan, Segini Harganya

PT Toyota-Astra Motor (TAM) meluncurkan All New Kijang Innova Zenix Hybrid. Kendaraan ini jadi model hybrid pertama yang diproduksi Toyota di Indonesia

OTOMOTIF | 21 November 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ujung Ujungnya Dangdut Tampilkan Govinda, Wandra dan Syahiba

Ujung Ujungnya Dangdut Tampilkan Govinda, Wandra dan Syahiba

LIFESTYLE | 1 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE