Pengamat: DP 0% Belum Tentu Dongkrak Kredit Kendaraan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.21)   |   COMPOSITE 6251.05 (38.59)   |   DBX 1329.86 (16.32)   |   I-GRADE 180.794 (0.41)   |   IDX30 506.396 (0.9)   |   IDX80 136.709 (0.42)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.37)   |   IDXESGL 140.339 (-0.42)   |   IDXG30 143.133 (0.8)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.87)   |   IDXQ30 145.232 (0.1)   |   IDXSMC-COM 293.729 (3.96)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.07)   |   IDXV30 135.556 (1.53)   |   INFOBANK15 1043.56 (-2.24)   |   Investor33 435.417 (-0.04)   |   ISSI 183.035 (1.64)   |   JII 629.726 (4.78)   |   JII70 221.943 (2.13)   |   KOMPAS100 1220.71 (4.09)   |   LQ45 950.717 (1.82)   |   MBX 1696.63 (8.69)   |   MNC36 322.327 (0.16)   |   PEFINDO25 325.87 (0.1)   |   SMInfra18 306.901 (3.47)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.59)   |  

Pengamat: DP 0% Belum Tentu Dongkrak Kredit Kendaraan

Kamis, 18 Februari 2021 | 18:12 WIB
Oleh : Herman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Guna mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif, Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan ketentuan Uang Muka Kredit/Pembiayaan Kendaraan Bermotor menjadi paling sedikit 0% untuk semua jenis kendaraaan bermotor baru. Kebijakan ini berlaku efektif 1 Maret 2021 sampai dengan 31 Desember 2021.

Pengamat otomotif Bebin Djuana mengungkapkan, kebijakan down payment (DP) 0% ini tidak akan serta merta mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif. Pasalnya di masa pandemi Covid-19 ini, daya beli masyarakat masih melemah, terutama untuk kelompok menengah ke bawah yang paling terdampak pandemi.

“Kalau ditanya apakah kebijakan ini akan membantu mendorong pertumbuhan kredit mobil, mamang bisa membantu. Tetapi kalau melihat daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah yang masih lemah karena penghasilannya berkurang, saya rasa DP 0% ini belum terlalu menarik buat mereka. Mungkin kebijakan ini lebih menarik untuk kelompok menengah ke atas yang sebetulnya masih punya kemampuan untuk beli, hanya saja selama ini mereka masih menunda pembelian,” kata Bebin Djuana kepada Beritasatu.com, Kamis (18/2/2021).

Meskipun sudah dikeluarkan kebijakan DP paling sedikit 0% untuk semua jenis kendaran bermotor baru, menurut Bebin setiap perbankan atau lembaga perbankan pastinya akan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, agar di kemudian hari tidak terjadi kredit macet.

“Masing-masing bank tentunya berhak memeriksa profil risiko konsumen untuk mengurangi risiko gagal bayar. Jadi tidak akan dipukul rata semuanya bisa dapat DP 0%,” kata Bebin.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi belum bisa berkomentar banyak terkait kebijakan yang baru diumumkan ini. Sebab ada beberapa ketentuan yang mesti dipelajari terlebih dahulu.

“Ini kan kebijakan baru, masih harus mempelajari detail kebijakannya,” kata Yohannes Nangoi.

Diungkapkan Gubernur BI, Perry Warjiyo, kebijakan pelonggaran uang muka kredit kendaraan bermotor ini diluncurkan dengan mempertimbangkan perlunya dorongan pemulihan, khususnya di sektor otomotif, serta memperhatikan bahwa sektor tersebut memiliki backward dan forward linkage yang tinggi terhadap perekonomian.

Selain itu, kebijakan tersebut juga ditempuh sebagai bauran kebijakan dengan stimulus fiskal yang diberikan Pemerintah, antara lain insentif Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

“Pelonggaran tersebut juga mempertimbangkan risiko kredit atau pembiayaan yang masih cukup terkendali di sektor otomotif. Pelonggaran uang muka kredit kendaraan bermotor ini juga wajib memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko,” kata Perry.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemangkasan PPnBM Dongkrak Penjualan Mobil hingga 70.000 Unit Sebulan

Tahun lalu industri otomotif mendapat pukulan berat, sehingga target penjualan mobil pada 2020 harus direvisi turun dari 1,11 juta unit menjadi 525.000 unit.

OTOMOTIF | 18 Februari 2021

Soal Insentif PPnBM Mobil, Mitsubishi Masih Tunggu Aturan Teknis

Insentif fiskal ini diharapkan dapat kembali menggairahkan pasar otomotif di Indonesia, terutama di tengah pandemi.

OTOMOTIF | 16 Februari 2021

Tinggalkan BBM, Mobil Jaguar 100% Bertenaga Listrik di 2025

JLR mengatakan akan tetap membuka ketiga pabriknya di Inggris.

OTOMOTIF | 16 Februari 2021

Sahroni Optimistis Masa Depan Mobil Listrik Semakin Berkembang

Sekretaris Jenderal IMI, Ahmad Sahroni diberi tugas untuk menggencarkan sosialisasi mobil listrik.

OTOMOTIF | 15 Februari 2021

Modifikasi Mobil Karya Anak Bangsa Ini Diakui Internasional

The Beast M2 yang memakan waktu pengerjaan selama tiga bulan ini sangat spesial, karena mobil ini tidak hanya sekadar modifikasi untuk ikut kontes.

OTOMOTIF | 14 Februari 2021

Toyota Perluas Edukasi Mobil Terelektrifikasi di Indonesia

Pengetahuan masyarakat mengenai mobil terelektrifikasi mulai dari hibrid hingga full listrik sudah jauh berkembang dibandingkan 10 tahun lalu.

OTOMOTIF | 14 Februari 2021

Insentif PPnBM Membuat Harga Mobil Avanza Cs Turun Rp 20 Jutaan

Saat ini pengenaan PPnBM mobil mengacu kubikasi mesin dan jenis kendaraan.

OTOMOTIF | 13 Februari 2021

Toyota: Relaksasi Akan Dongkrak Industri Otomotif

Kebijakan relaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) otomotif yang akan diberikan pemerintah mulai Maret 2021 akan mendongkrak industri otomotif.

OTOMOTIF | 12 Februari 2021

Ini Bagian Mobil yang Harus Dicek Sebelum Perjalanan Jauh

Pastikan untuk mengecek wiper dan aki mobil sebelum bepergian jauh.

OTOMOTIF | 11 Februari 2021

Nissan Kicks e-POWER Segera Penuhi Permintaan Pasar Indonesia

Presiden Direktur PT Nissan Motor Distributor Indonesia Evensius Go akhirnya dapat memenuhi permintaan konsumen Nissan Kicks e-POWER.

OTOMOTIF | 10 Februari 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS