Hyundai Segera Produksi Mobil Listrik dengan Investasi US$ 1,5 Miliar
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hyundai Segera Produksi Mobil Listrik dengan Investasi US$ 1,5 Miliar

Minggu, 21 Maret 2021 | 19:07 WIB
Oleh : Leonard AL Cahyoputra / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Prinsipal otomotif asal Korea Selatan (Korsel), Hyundai Motor Company, akan segera memulai produksi mobil listrik (electronic vehicle/EV) di Kawasan GIIC Deltamas, Cikarang, Jawa Barat pada 2022. Produsen kendaraan listrik terbesar keempat di dunia ini akan menggandeng LG Group untuk memasok baterai bagi mobil listrik yang bakal diproduksi di Indonesia.

"Tahun depan ada rencana membuat mobil listrik di Indonesia. Mobil listrik yang diproduksi di Indonesia akan dipasarkan untuk lokal dan ekspor,” kata Chief Operating Officer (COO) Hyundai Motor Asia Pacific, Lee Kang-Hyun dalam virtual company visit ke Beritasatu Media Holding (BSMH) di Jakarta, Jumat (19/3).

Menurut Lee, Hyundai telah menyiapkan investasi sekitar US$ 1,5 miliar untuk membangun pabrik otomotif di Indonesia dengan kapasitas 150.000 unit per tahun. Pabrik yang dibangun di Kawasan GIIC Deltamas tersebut telah mencapai progres 97%. Pada 1 Mei mendatang, pabrik itu ditargetkan mulai memproduksi prototipe mobil.

Lee menegaskan, pabrik Hyundai di Deltamas bakal menjadi basis produksi Hyundai untuk Asia Tenggara. Indonesia dipilih sebagai basis produksi karena pasar dalam negerinya besar dan memiliki sumber bahan baku baterai listrik yang memadai.

"Akhir tahun ini kami akan keluarkan mobil SUV 5 kursi penumpang hasil produksi pabrik di Deltamas. Tahun depan, kami punya rencana membuat mobil listrik di Indonesia,” ujar dia.

Lee mengungkapkan, penjualan mobil Hyundai akan dilakukan langsung melalui sales company Hyundai, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID). Sebelumnya, Hyundai menjual mobil Hyundai di Indonesia melalui distributor. Tapi, sekarang Hyundai sudah mendirikan HMID yang akan menjual langsung ke konsumen.

"Tahun ini kami memang belum begitu siap untuk banyak line-up. Kami hanya memiliki beberapa model, seperti Palisade. Juga mobil listrik yang diimpor dari Korsel, seperti Ionik dan Kona. Terlebih segmen pasarnya high-end, sehingga market yang didapat sangat kecil," tutur dia.

Palisade adalah mobil jenis SUV mewah berkapasitas tujuh penumpang yang diluncurkan di pasar Indonesia pada Desember 2020. Jenis ini mendapat respons positif konsumen. Palisade tampil dengan tiga varian, dengan harga (OTR) Rp 777 juta, Rp 888 juta, dan Rp 1,08 miliar.

Adapun mobil listik Ioniq yang dirilis pada November 2020 hadir dalam dua tipe, dibanderol Rp 624,8 juta- Rp 664,8 juta per unit yang membuatnya sebagai mobil listrik murni termurah di Indonesia. Loniq memiliki jarak tempuh hingga 373 km untuk sekali pengisian daya.

Sementara Kona Electric dilepas pada harga Rp 674 juta per unit. Kona mampu menempuh jarak hingga 345 km ketika baterai terisi penuh. Harga banderol tersebut termasuk free maintenance selama 5 tahun atau 75.000 km mana yang tercapai lebih dulu. Selain itu, Hyundai juga memberikan program garansi baterai 8 tahun atau 160.000 km.

Lee Kang-Hyun menjelaskan, mobil produksi pertama Hyundai dari Delta Mas akan meningkatkan pangsa pasar (market share) Hyundai di Indonesia. "Hyundai juga bisa lebih cepat bertumbuh, pasti akan menambah pabrik lagi. Untuk porsi pasar lokal dan ekspor, itu tergantung dari order-nya. Tetapi rencananya kira-kira sekitar 50-50 (fifty-fifty),” ucap dia.

Perihal perbandingan produksi mobil listrik dan mobil konvesional yang akan dibangun di Delta Mas, Lee mengaku belum bisa memprediksinya. Namun, dia membuat perbandingan dengan perkembangan mobil listrik di Korsel. Sekitar lima tahun silam, jumlah mobil listrik di Negeri Ginseng mencapai 6.000 unit. Kini, jumlahnya mencapai 500.000 unit.

Pemerintah Korsel, menurut Lee, memberikan subsidi dan mendorong pengembangnya melalui kebijakan yang benar-benar lengkap di seluruh mata rantai, termasuk di stasiun pengisian baterai kendaraan listrik (charging station).

"Walau begitu, kenaikan penjualannya nggak begitu besar. Di Indonesia, yang benar-benar baru memulai mobil listrik, kami tidak bisa prediksi dalam beberapa tahun sampai berapa unit penjualannya, kami belum bisa bicara,” papar dia.

Lee menjelaskan, Hyundai siap membangun industri mobil listrik di Indonesia. Meski demikian, perusahaan itu juga meminta dukungan pemerintah untuk menyediakan infrastruktur penunjang seperti stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang memadai. "Kami minta kerja sama pemerintah agar pengembangan mobil listrik ini bisa berjalan tanpa banyak hambatan,” tandas dia.

Dukungan Pemda
Lee Kang-Hyun mengemukakan, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) telah membangun 33 charging station dan berencana menambah hingga 190 unit tahun ini. Hyundai juga akan membangun di beberapa tempat, seperti agen-agen penjualan Hyundai dan pusat perbelanjaan.

"Indonesia memang harus bertahap membangun kendaraan listrik karena pasarnya masih kecil. Tapi, semuanya harus dimulai. Pemerintah harus mengambil peran besar di awal,” tegas dia.

Lee mencontohkan, negara-negara yang telah mengembangkan kendaraan listrik banyak memberikan insentif, seperti subsidi kepada pembeli, hingga penyediaan sistem pegisian baterai (charging system) yang lengkap.

"Kalau di Indonesia, mobil listrik bisa diberi sejumah kelonggaran, misalnya tidak terkena peraturan ganjil genap atau perpajakannya diringankan. Yang jelas, pemerintah harus mulai memberi dukungan,” tutur dia.

Lee mengakui, kendati pemerintah sudah memberikan dukungan penuh, perkembangan kendaraan listrik di Indonesia tidak akan langsung melesat. “Market size kendaraan listrik sangat kecil. Misalnya kalau dijual ke konsumen langsung, paling di bawah 1.000 unit karena konsumen belum siap, infrastrukturnya juga belum siap. Subsidinya pun belum ada," ujar dia.

Untuk merangsang penggunaan mobil listrik, menurut Lee, pemerintah bisa memberikan contoh. Misalnya seluruh kementerian/lembaga (K/L) dan pemda memakai mobil listrik untuk kendaraan operasional. Dengan demikian, masyarakat bakal lebih yakin. "Sebab, kalau tidak ada angka penjualan, pasti tidak ada yang mau berinvestasi di indonesia,” kata dia.

Lee menerangkan, Presiden Jokowi dan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sudah mendorong pemerintah pusat dan pemda membeli mobil listrik sebagai contoh. Kementerian Perhubungan (Kemhub) bahkan telah memesan. Sejumah instansi pemerintah juga sudah mulai melakukan pembicaraan. "Tetapi, masih belum jelas. Saya harap pemerintah benar-benar bisa membimbing agar mobil listrik bangkit di Indonesia,” ujar dia.

Kerja Sama Grab
Mengenai kerja sama Hyundai dengan Grab, Lee mengatakan, sewaktu mobil listrik baru muncul di Indonesia, Grab menggunakan mobil listrik Ioniq untuk digunakan di bandara sebagai taksi online. Hal itu dilakukan untuk melakukan tes pasar agar mengetahui apa saja kekurangan dan kelebihan mobil tersebut.

Bentuk kerja sama itu, kata dia, tidak hanya untuk taksi online. Ada alternatif lain, seperti mobil rental dan showbiz. “Itu sedang dibahas. Belum ada perkembangannya. Tapi, bisa saja mobil Hyundai dipakai sebagai taksi seterusnya, itu tergantung mereka mau belanja atau nggak. Itu belum diputuskan,” ucap dia.

Lee mengklaim, biaya penggunaan mobil listrik Ionik sangat murah dibandingkan mobil bensin, meski harga mobilnya lebih mahal. Jika dipakai selama lima tahun, biaya charging-nya murah sekali.

"Jadi, ada keunggulannya. Gubernur Jawa Barat, Pak Ridwan Kamil, setelah membeli mobil Ionik dan dipakai sendiri, beliau mengatakan bahwa mobil ini benar-benar hemat dan tidak ada suaranya waktu menyetir. Tidak ada noise-nya,” papar dia.

Ihwal keterlibatan Hyundai dalam holding baterai kendaraan listrik, PT Industri Baterai Indonesia (IBI), Lee Kang-Hyun menjelaskan, saat ini pimpinan Hyundai sedang melakukan pembicaraan dengan LG Chemical untuk mengembangkan ekosistem industri baterai secara keseluruhan.

Menurut Lee, walau pemerintah sudah mengumumkan kerja sama tersebut dan bakal meluncurkan IBI paling lambat pada Juni mendatang, sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari kedua pihak. “Kami belum belum bisa bicara soal ini. Dalam pembahasan mungkin sebelum Juni, sebelum launching IBI akan ada kabar gembira,” tandas dia.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mei, Hyundai Garap Model Baru di Pabrik Cikarang

Saat ini, proses pembangunan dan instalasi mesin pabrik baru Hyundai di Cikarang sudah mencapai 97%.

OTOMOTIF | 21 Maret 2021

Pabrik Hyundai di Cikarang Sudah Hampir Selesai Dibangun

Hyundai berinvestasi sekitar US$ 1,5 miliar untuk pembangunan pabrik ini, dengan kapasitas produksi 150.000 unit per tahun.

OTOMOTIF | 21 Maret 2021

Xpander Masih Jadi Mobil Terlaris Mitsubishi

Sejak diluncurkan pada Agustus 2017, Xpander selalu menjadi kontributor terbesar dalam penjualan mobil Mitsubishi di Indonesia.

OTOMOTIF | 20 Maret 2021

Ini Fungsi Fitur Mitsubishi Remote Control di Pajero Sport Terbaru

Mitsubishi Remote Control memiliki manfaat untuk mengoperasikan fungsi power tailgate, mengetahui informasi kendaraan, car finder, reminder dan operation assist

OTOMOTIF | 20 Maret 2021

Smart E-Mirror XL7 Tingkatkan Keamanan dan Kenyamanan Berkendara

Adanya fitur smart e-mirror yang pertama di kelasnya menjadi salah satu alasan konsumen memilih Suzuki XL7.

OTOMOTIF | 20 Maret 2021

Hyundai Kona Facelift Berikan Fitur Keselamatan Lebih Lengkap

Hyundai Kona Electric facelift yang diluncurkan awal Februari lalu menonjolkan fitur keselamatan yang lebih lengkap dibanding model sebelumnya.

OTOMOTIF | 19 Maret 2021

Demi Kepuasan Pelanggan, Daihatsu Recall 3 Model Kendaraannya

Ketiga model kendaraan tersebut adalah Xenia, Terios, dan Sirion.

OTOMOTIF | 19 Maret 2021

Pemesanan Mobil Daihatsu Naik 2 Kali Lipat Akibat Relaksasi Pajak

Pemesanan kendaraan Daihatsu mengalami kenaikan hingga lebih dari 2 kali lipat dibandingkan bulan Februari 2021.

OTOMOTIF | 19 Maret 2021

Wuling Terapkan Inovasi WISE di Almaz RS

Wuling Motors menerapkan inovasi Wuling Interconnected Smart Ecosystem (WISE) di Almaz RS.

OTOMOTIF | 18 Maret 2021

Relaksasi PPnBM, Pemesanan Mobil Daihatsu Melejit 233%

Sejak diberlakukan relaksasi PPnBM, pemesanan mobil Daihatsu naik 233% dibandingkan medio Februari 2021.

OTOMOTIF | 18 Maret 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS