Logo BeritaSatu

Harga Mobil Listrik Mahal, Perlu Ada Insentif

Minggu, 5 Desember 2021 | 06:06 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Pemerintah sedang memacu ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Namun untuk mewujudkan cita-cita tersebut masih menghadapi tantangan seperti harga yang masih mahal.

Sekretaris Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara menilai harga mobil listrik di Indonesia masih terbilang mahal. Kondisi ini membuat populasi dan penjualannya rendah, yaitu sebanyak 565 unit. Sementara Indonesia merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara dan anggota Gaikindo sudah menyiapkan produk kendaraan ramah lingkungan tersebut. "Umumnya mobil listrik yang baterai elektrik penuh relatif masih rendah populasinya, sampai saat ini masih 565 unit karena harganya masih sangat tinggi," kata Kukuh seperti dikutip dalam keterangan yang diterima Minggu (5/12/2021).

Saat ini harga jual kendaraan listrik di Indonesia paling murah Rp 600 juta, terlalu jauh dari kemampuan daya beli masyarakat di bawah Rp 250 juta. "Ini saya pikir cukup berat dan harganya cukup tinggi, jadi ada selisih harga sekitar Rp 300 jutaan antara harga mobil listrik dengan harga kendaraan yang diminati masyarakat kita," ujarnya.

Menurut Kukuh, pemerintah negara lain telah memberikan insentif berupa subsidi agar harganya terjangkau, sehingga masyarakat tertarik. Cara ini dilakukan Tiongkok dengan memberi subsidi sebesar US$ 15 ribu per unit. "Kendaraan listrik mendapat subsidi dari pemerintahnya, di Tiongkok kami dapat informasi subsidinya sekitar US$ 15.000 per unit, begitu juga di Korea Selatan," ujarnya.

Direktur Utama PLN Zuklifli Zaini mengungkapkan, untuk mengakselerasi ekosistem mobil listrik dibutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak. Zulkifli melihat masyarakat membutuhkan kebijakan yang lebih menarik untuk membeli mobil listrik dibandingkan membeli mobil berbahan bakar fosil. "Terima kasih pemerintah telah menghapuskan PPnBM mobil listrik, tapi ada dua pajak yaitu PPn dan PPh yang dinikmati mobil fosil, tetapi belum dinikmati mobil listrik. Kami yakin dan berharap kebijakan pemerintah untuk melakukan penghapusan dari PPn dan PPh tersebut sesuai yang dinikmati mobil fosil," ungkapnya.

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad mengatakan, untuk meningkatkan nilai tambah nikel menjadi baterai yang akan digunakan kendaraan listrik dibutuhkan investasi besar. Sejumlah perusahaan telah menyatakan minatnya untuk membangun industri kendaraan listrik di Indonesia. "Banyak pelaku otomotif mengembangkan investasi di kita, kalau kita lihat Hyundai kurang lebih Rp 20 triliun, ke depan Toyota juga berencana hingga 2032 sebesar Rp 28 triliun dan Honda sekitar Rp 74 triliun. Tadi LG sudah disebut sekitar Rp 104 triliun, jadi kalau lihat dari ekosistem memang sebenarnya cukup mendukung dengan investor-investor," tuturnya.

Untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat, meski Indonesia memiliki 20% cadangan nikel di dunia dan saat ini sejumlah fasilitas seperti pengisian daya sudah disediakan PLN.

Menurut Tauhid, pemerintah harus membuat kebijakan yang lebih kuat untuk menetapkan insentif yang lebih menggiurkan, sehingga investor lebih tertarik membangun industri kendaraan listrik di Indonesia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kenalkan Alessa, PPM Ramaikan Pasar Motor Listrik Nasional

PT Pintar Pilih Motor (PPM) mempraktikan model bisnis dan investasi yang sustainable, melalui pendistribusian dan penjualan motor listrik Alessa.

OTOMOTIF | 5 Oktober 2022

Dorong Transisi Energi, GEM Gelar Pameran Kendaraan Listrik

Pameran EV Indonesia 2022 dapat mendorong pertumbuhan produsen dan perakitan kendaraan listrik di Indonesia.

OTOMOTIF | 3 Oktober 2022

Kuartal III, Pengiriman Kendaraan Tesla Capai 343.000

Produsen kendaraan listrik Tesla merilis angka produksi dan pengiriman kendaraan listrik kuartal ketiga 2022.

OTOMOTIF | 3 Oktober 2022

Ferrari Produksi Mobil Sport yang Tak Mungkin Dimiliki Cristiano Ronaldo

Ferrari memproduksi mobil sport yang Cristiano Ronaldo pun tak mungkin memilikinya karena hanya dibuat satu unit.

OTOMOTIF | 29 September 2022

Ditopang Sigra, Penjualan Ritel Daihatsu Tumbuh 38%

Penjualan ritel Daihatsu hingga Agustus 2022 tercatat sebanyak 123.584 unit, atau naik sekitar 38% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

OTOMOTIF | 28 September 2022

Ini Syarat Indonesia Bisa Punya Kendaraan Listrik Harga Ekonomis

Untuk menciptakan kendaraan listrik yang lebih ekonomis dibutuhkan baterai yang murah, motor buatan dalam negeri, dan stasiun pengecasan yang banyak.

OTOMOTIF | 28 September 2022

Toyota Siap-siap Produksi Kendaraan Hybrid di Indonesia

PT Toyota Astra Motor (TAM) menyampaikan akan segera memproduksi kendaraan jenis hybrid di Indonesia.

OTOMOTIF | 28 September 2022

Toyota Motor Corp Siapkan 35 Kendaraan Listrik di 2030

Toyota Motor Corporation (TMC) akan menghadirkan 35 kendaraan listrik dengan merek Toyota dan Lexus secara global pada 2030.

OTOMOTIF | 28 September 2022

Honda Segarkan Tampilan Vario 125, Ini Wujud Barunya

PT Astra Honda Motor (AHM) menyegarkan tampilan skutik New Honda Vario 125 melalui sentuhan desain sporty.

OTOMOTIF | 26 September 2022

Fitur di New Xpander Cross Ini Bantu Pengguna Hemat BBM

Fitur cruise control yang ada di Mitsubishi Xpander dan New Xpander Cross masih perlu intervensi pengemudi untuk penggunaannya.

OTOMOTIF | 26 September 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Dorong Perdamaian dengan Rusia

Bertemu Ketua Parlemen Ukraina, Puan Dorong Perdamaian dengan Rusia

NEWS | 34 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings