Copyright © 2023 BeritaSatu
Allright Reserved

Permintaan Kuat, Tesla Raup US$ 18,7 Miliar dari Jualan Mobil Listrik

Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:18 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB
Gerai mobil Tesla di Amsterdam, Belanda, dalam foto tertanggal 23 Oktober 2019.

California, Beritasatu.com - Harga saham Tesla melorot sekitar 4% pascaperdagangan di Wall Street, Rabu (19/10/2022). Meskipun kinerja Tesla positif ditopang penjualan mobil listrik, tetapi masih di bawah ekspektasi pasar.

Perusahaan membukukan laba GAAP pada kuartal III-2022 sebesar $3,3 miliar (Rp 51, 4 triliun), naik 103% dibanding periode yang sama tahun lalu, total dan pendapatan $21,45 miliar, naik 56%. Kinerja pendapatan lebih rendah dari ekspektasi Refinitiv sebesar US$ 21,96 miliar. Dua minggu sebelumnya, pembuat mobil listrik itu mengatakan memproduksi 22.000 lebih banyak kendaraan daripada yang dijual, menandakan bahwa perusahaan tidak mampu mempertahankan permintaan.

CEO Elon Musk mengaku tetap optimistis bahwa permintaan akan mobil listrik tetap kuat.

“Saya tidak bisa cukup menekankan bahwa kami memiliki permintaan yang sangat baik untuk Q4 dan kami berharap untuk menjual setiap mobil yang kami buat,” kata Musk. “Pabrik-pabrik berjalan dengan kecepatan penuh dan mengirimkan setiap mobil yang kami buat.”

Pendapatan dari penjualan mobil untuk QIII-2022 sebesar US$ 18,69 miliar, naik 55% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan laba kotor dari penjualan mobil sebesar US$ 5,2 miliar atau naik 42%. Margin laba sebesar 27,9% atau sama dengan kuartal sebelumnya.

Produksi mobil listrik Tesla pada QIII-2022 sebanyak 365.923 unit atau naik 54%, sedangkan pengiriman mencapai 343.840 unit atau naik 42% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Perusahaan mengatakan lemahnya pengiriman diakibatkan masalah transportasi dan mengatakan dalam laporan pendapatannya bahwa ongkos logistik telah menjadi semakin mahal.

Wall Street memperkirakan perusahaan akan melaporkan laba $3,9 juta dan pendapatan $21,96 miliar pada hari Rabu. Meskipun perusahaan gagal memenuhi ekspektasi pasar, laporan keuangannya menunjukkan bahwa Tesla mampu pulih dari kuartal kedua tahun 2022 yang goyah setelah penutupan pabrik Shanghai dan produksi melambat.

“Kami menantikan Q4 yang memecahkan rekor,” kata Musk.

Musk mengatakan Tesla pada akhirnya bisa menjadi lebih berharga daripada gabungan Apple dan Saudi Aramco, dua perusahaan paling berharga di dunia. Itu tidak akan mudah, kata Musk mengakui.

Direksi juga meninjau kemungkinan untuk membeli kembali saham senilai $5 miliar hingga $10 miliar tahun depan.

Sementara beberapa analis tetap optimis tentang pertumbuhan Tesla, mereka mengingatkan bahwa perusahaan perlu berhati-hati tentang seberapa besar kenaikan harga kendaraan mengingat perlambatan ekonomi yang lebih luas.

Musk mengatakan bahwa meskipun masing-masing pabriknya mencatat rekor produksi, tetapi "kemacetan rantai pasokan" termasuk kendala rantai pasokan baterai "tetap menjadi tantangan langsung".

Terkait proses akuisisi Twitter, Musk mengatakan dia senang dengan potensi kesepakatan Twitter, meskipun dia pikir dia dan investor lain "jelas membayar lebih untuk Twitter sekarang".



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Guardian, CNBC


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI