Wabah Virus Korona Bisa Picu Lonjakan Permintaan Sarung Tangan
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Wabah Virus Korona Bisa Picu Lonjakan Permintaan Sarung Tangan

Kamis, 23 Januari 2020 | 14:47 WIB
Oleh : Parluhutan Situmorang, Lona Olavia / PAR

Jakarta, Beritasatu.com - Mewabahnya virus korona di Tiongkok bisa mendongkrak volume penjualan cetakan sarung tangan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) tahun ini.

Berdasarkan data jumlah orang yang terinfeksi virus baru ini telah meningkat tiga kali lipat dalam sepekan. Disebutkan sebanyak empat dari 200 orang meninggal dunia di pusat kota Wuhan, Beijing, Shanghai, dan Guangdong sepekan terkahir.

Dirut Mark Dynamics Ridwan Goh mengatakan, Tiongkok belum memiliki penggunaan sarung tangan yang tinggi per kapita, dibandingkan dengan negara-negara maju dengan tingkat kesadaraan tentang kesehatan sudah lebih tinggi.

“Apabila wabah ini berkepanjangan, maka permintaan sarung tangan secara global akan meningkat secara tajam dan akan menguntungkan Mark Dynamics sebagai pemasok 35% pangsa pasar cetakan sarung tangan karet di dunia,” ujarnya melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Rabu (23/1/2020).

Perkiraan kenaikan volume permintaan juga didasarkan atas kondisi serupa pada 2003 yang berimbas terhadap peningkatan permintaan cetakan sarung tangan global. Saat itu, ungkap tim riset CGS-CIMB, permintaan sarung tangan global meningkat dari 12% menjadi 16%. “Kami yakin bahwa virus ini akan memberikan dampak kesadaran kesehatan yang lebih tinggi, terutama di negara-negara berkembang dan akan mendorong permintaan sarung tangan,” tambah Ridwan Goh.

World Health Organisation (WHO) sebelumnya telah menggelar rapat darurat untuk membahas virus corona yang telah memicu kecemasan karena dikaitkkan dengan virus menyerupai severe acute respiratory syndrome (SARS) yang sebelumnya menewaskan hampir 800 orang di 37 negara pada tahun 2002 dan 2003.

Hingga kuartal III-2019, Mark Dynamics berhasil memperoleh laba bersih sebesar Rp 65,49 miliar atau naik 11,32%, dibandingkan periode sama tahun 2018 sebesar Rp 58,83 miliar. Peningkatan laba komprehensif ini sejalan dengan kenaikan penjualan sebesar 11,13% menjadi Rp 267,21 miliar, dibandingkan periode kuartal III-2018 sebesar Rp 240,44 miliar.

Ridwan Goh juga mengungkapkan, ekspor berkontribusi sebesar 94,02% terhadap total penjualan perseroan hingga kuartal III- 2019 dan sisanya sebesar 5,98% pasar domestik. Perseroan juga mencatat pertumbuhan penjualan ekspor sekitar 9,98% hingga kuartal III-2019, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Sementara konstribusi pasar ekspor pada triwulan III tahun 2018 mencapai 95,10% dari total penjualan. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan berhasil meningkatkan nilai penjualan ekspor sekaligus meningkatkan pasar baru domestik.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

RedDoorz Luncurkan Layanan Sewa Kos

Hingga kini, KoolKost telah mengoperasikan Iebih dari 100 jaringan properti kos di 14 kota di seluruh Indonesia.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini Menguat

Shanghai SE composite di Tiongkok melemah 69,02 poin (2,28 persen) mencapai 2.991.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Jeda Siang IHSG Naik 8 Poin

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 54.376 miliar saham senilai Rp 2,610 triliun.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Pelaku Pasar Khawatir Penyebaran Virus Corona

Kasus serupa dengan virus korona pernah terjadi di 2003, yaitu wabah SARS yang mengakibatkan sektor pariwisata di Asia mengalami penurunan.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Rupiah Siang Ini Menguat saat Mata Uang Asia Tertekan

Sementara yen Jepang di pasar spot exchange menguat 0,23 (0,21 persen) mencapai 109,6 yen per dolar AS.

EKONOMI | 23 Januari 2020

2020, PP Presisi Targetkan Kontrak Baru Naik Jadi Rp 7 Triliun

Perseroan telah menyiapkan beberapa strategi untuk mendorong kinerja.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Ini 10 Topik Utama Hari Ketiga WEF Davos

Tema yang dibahas mulai masa depan Eropa sampai tips karier pendiri Alibaba, Jack Ma.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Emas Antam Capai Rp 772.000 Per Gram

Untuk pecahan 500 gram: Rp 360,8 juta.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Bertemu Investor di WEF 2020, Menperin Ungkap Berbagai Potensi RI

Sektor-sektor industri yang dibidik adalah sesuai prioritas peta jalan Making Indonesia 4.0.

EKONOMI | 23 Januari 2020

Mayoritas Bursa Asia Siang Ini Tertekan

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 249,9 (0,88 persen) mencapai 28.091.

EKONOMI | 23 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS