Penundaan IPO Saham Nara Hotel Bisa Berimbas Negatif bagi Pasar Modal
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Penundaan IPO Saham Nara Hotel Bisa Berimbas Negatif bagi Pasar Modal

Kamis, 13 Februari 2020 | 21:06 WIB
Oleh : Parluhutan / PAR

Jakarta - Polemik penundaan pencatatan perdana saham PT Nara Hotel Internasional ditengarai Tbk (NARA) bisa berimbas negatif terhadap iklim investasi dan pasar modal Indonesia. Padahal, perseroan telah mengikuti ketentuan menggelar IPO saham sesuai aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

OJK sebelumnya meminta Nara Hotel untuk menunda pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sedianya dilaksanakan Jumat (7/2). Penundaan akibat adanya complain pemegang saham publik saat pemesanan atau pooling.

Nara Hotel berniat melepas sebanyak 2 miliar saham atau setara dengan 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga pelaksanaan Rp 101 per saham, sehingga total dana yang diraup mencapai Rp 202 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi saham adalah PT Magenta Kapital Sekuritas.

Seorang trader saham dari perusahaan sekuritas lokal yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, masih menjadi pertanyaan bagi sejumlah pihak terkait penundaan listing perusahaan yang bergerak dalam bidang konsultasi hotel tersebut. Emiten dan publik juga masih menanti hasil keputusan OJK terkait kepastian hukum penundaan IPO tersebut.

Kasus penundaan IPO Nara Hotel, menurut dia, justru bisa berdampak buruk bagi iklim investasi dan pasar modal Indonesia. Jika Nara benar-benar gagal melantai di BEI, hal tersebut bisa berdampak sistemik karena banyak pihak yang secara fundamental jadi dirugikan.

"Semoga OJK tidak keliru mengambil keputusan. Tidak hanya investor pooling, tapi juga investor fix alotment, OJK juga perlu mempertimbangkan pandangan publik baik investor maupun calon emiten. Jangan-jangan nanti, calon emiten lain takut IPO saham, karena complain investor seperti ini", ujar trader yang tidak ingin disebutkan namanya.

Emiten yang berniat IPO saham, ungkap dia, sudah menempuh proses bisnis yang panjang, sehingga apabila dibatalkan dapat merugikan banyak pihak. Oleh karena itu, keputusan yang diambil OJK harus berdasarkan pertimbangan perlindungan bagi semua pihak, baik emiten maupun investor.

"Sebagai regulator, OJK harus berada di posisinya yang bersifat netral dan mendukung iklim investasi di Indonesia. Jangan sampai mengakibatkan kerugian moral dan material kepada si calon emiten, hanya karena oknum-oknum yang ingin menggagalkan IPO saham suatu perusahaan", tambah sang trader.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Pemerintah Tegaskan Belum Berencana Naikkan Harga Gas dan Listrik

Kenaikan harga listrik dan gas elpiji yang akan memiliki dampak kepada masyarakat secara langsung.

EKONOMI | 13 Februari 2020

Pemerintah Jaga Inflasi Volatile Food 4,0±1%

Penyumbang inflasi terbesar selama ini berasal dari bahan makanan yang pada umumnya adalah volatile food.

EKONOMI | 13 Februari 2020

2045, Indonesia dan Jepang Akan Masuk 5 Besar Perekonomian Dunia

Untuk masuk dalam 5 negara terbesar dalam perekonomian dunia, Indonesia membutuhkan kestabilan politik dan keamanan di kawasan.

EKONOMI | 13 Februari 2020

Diteken, Kontrak Pekerjaan Paket 3 Pelabuhan Patimban

Nilai kontrak paket 3 sebesar Rp 524 miliar yang akan dikerjakan selama lebih kurang 630 hari.

EKONOMI | 13 Februari 2020

Tingkatkan Konektivitas Antardesa, Kempupera Bangun 148 Jembatan Gantung

Kempupera terus bangun jembatan gantung.

EKONOMI | 13 Februari 2020

Menkop dan UKM Berharap BUMN Berdayakan Koperasi Karyawan

Koperasi BUMN disarankan bentuk anak usaha.

EKONOMI | 13 Februari 2020

Revisi UU Minerba Didorong Optimalkan Hilirisasi Industri

Kemperin terus dorong hilirisasi industri.

EKONOMI | 13 Februari 2020

Sinergi BUMN Dinilai Sangat Diperlukan

Kementerian BUMN diharapkan mampu mendorong kolaborasi antar BUMN dan antar kementerian untuk mendukung penciptaan teknologi yang bermanfaat bagi dunia usaha.

EKONOMI | 13 Februari 2020

Perluas Pasar, Garuda Kerja Sama dengan Agen Travel Umrah

Timur Tengah merupakan salah satu pangsa pasar yang menjanjikan.

EKONOMI | 13 Februari 2020

IHSG Turun 41 Poin, Kapitalisasi Saham UNVR dan TLKM Terpangkas

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengalami penurunan terdalam sebesar Rp 200 (2,6 persen) mencapai Rp 7.400 dengan kapitalisasi pasar Rp 282,3 triliun.

EKONOMI | 13 Februari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS