Bangun Smelter, Cita Mineral Cairkan Pinjaman US$ 150 Juta

 Bangun Smelter, Cita Mineral Cairkan Pinjaman US$ 150 Juta
Ilustrasi smelter ( Foto: boliden.com )
C08 / FER Kamis, 10 April 2014 | 20:34 WIB

Jakarta - PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA), unit usaha Harita Group, segera mencairkan pinjaman sebesar US$ 150 juta dari total pinjaman US$ 330 juta. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) bauksit menjadi alumina.

"Sesuai rencana, kami akan cairkan US$ 150 juta setelah penandatanganan perjanjian pinjaman pada Jumat (11/4)," kata Sekretaris Perusahaan Cita Mineral Yusak Lumba Pardede di Jakarta, Kamis (10/4).

Cita Mineral bersama China Hongqiao Group Ltd telah mendirikan perusahaan asosiasi, PT Well Harvest Winning Alumina Refinery, untuk membangun smelter di Ketapang, Kalimantan Barat. Total investasinya mencapai US$ 1 miliar, sudah termasuk PLTU dan pelabuhan.

Cita Mineral memiliki 25% saham Well Harvest, sedangkan China Hongqiao menguasai 60% saham. Adapun pemegang saham lainnya adalah Winning Investment Co Ltd sebesar 10% dan PT Danpac Resources Kalbar 5%.

Well Harvest memperoleh pinjaman bertenor tiga tahun sebesar US$ 330 juta dari sindikasi bank asing. DBS Bank Ltd, OCBC Ltd, dan PT Bank OCBC NISP Tbk bertindak sebagai mandated lead arranger dan bookrunner. Sedangkan Bank of China Ltd cabang Jakarta sebagai lead arranger dan PT Bank DBS Indonesia sebagai agen pinjaman. Fasilitas pinjaman tersebut disertai opsi penambahan hingga menjadi US$ 400 juta.

Kemarin, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) telah menyetujui rencana Cita Mineral untuk memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee) senilai US$ 120 juta terkait fasilitas pinjaman Well Harvest. Jaminan tersebut berupa 30% saham Well Harvest milik Cita Mineral. Nilai penjaminan tersebut sekitar 69,7% dari ekuitas Cita Mineral yang mencapai Rp 2,09 triliun.

Selain itu, China Hongqiao selaku pemilik 60% saham Well Harvest juga akan memberikan corporate guarantee. Begitu juga dengan Winning International Group selaku pemegang 10% saham.

Sesuai rencana, pembangunan smelter akan dibagi dua tahap. Pertama, kapasitas smelter ditargetkan sebanyak satu juta ton alumina per tahun. Fasilitas itu dijadwalkan beroperasi pada akhir 2015. Tahap kedua, kapasitas smelter akan ditingkatkan menjadi dua juta ton per tahun. Fasilitas itu ditargetkan beroperasi pada 2017.

Sejak 12 Januari 2014, Cita Mineral menghentikan kegiatan ekspor bauksit. Tindakan itu untuk mematuhi kebijakan pemerintah mengenai larangan ekspor bijih mineral. Penghentian dilakukan sampai adanya ketentuan yang mengizinkan perseroan untuk melaksanakan kembali kegiatan ekspor.

Sumber: Investor Daily