Bank BUMN Danai BW Plantation Rp 520 Miliar

Bank BUMN Danai BW Plantation Rp 520 Miliar
BW Plantation (Foto: Istimewa)
Antonia Timmerman / WBP Rabu, 7 Januari 2015 | 09:52 WIB

Jakarta – Sebanyak tiga bank badan usaha milik negara (BUMN) mengucurkan pinjaman sebesar Rp 520 miliar kepada PT BW Plantation Tbk (BWPT).

Tiga bank tersebut yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kelik Irwantoro mengatakan, dana pinjaman akan dipakai untuk memenuhi 40 persen belanja modal (capital expenditure/capex) BW Plantation yang dianggarkan Rp 1,3 triliun pada tahun ini. Adapun sisanya 60 persen atau sekitar Rp 780 miliar dana capex berasal dari kas internal.

“Fasilitas itu memiliki bunga floating rata-rata sebesar 11,5 persen. Fasilitas pinjaman ini sudah siap dan tinggal ditarik sesuai kebutuhan nanti,” kata Kelik kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Dia pernah mengatakan, sebanyak Rp 400-500 miliar dari capex akan digunakan untuk membangun empat pabrik kelapa sawit (PKS). Adapun sisanya Rp 800-900 miliar akan digunakan untuk modal kerja, perawatan tanaman, dan menambah lahan tertanam sebanyak 10.000 hektare (ha).

Sesuai rencana, perseroan akan membangun PKS di Papua, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Sementara itu, kapasitas produksi masing-masing PKS akan berkisar antara 30-45 ton per jam.

“Tahun 2015, kami akan membangun empat PKS sekaligus, lebih banyak dari sebelumnya sekitar 1-2 PKS per tahun. PKS diharapkan selesai dalam 12-18 bulan untuk mengantisipasi pertumbuhan produksi kelapa sawit yang cukup signifikan,” kata Kelik.

Dana capex BW Plantation pada 2015 diperbesar 85,7 persen dibandingkan anggaran belanja modal tahun lalu Rp 700 miliar. Peningkatan investasi dilakukan menyusul masuknya BW Plantation menjadi anggota Grup Rajawali, kelompok usaha yang dikendalikan Peter Sondakh.

Tahun lalu, perseroan membangun pabrik di Kalimantan Tengah dengan kapasitas produksi sebesar 45 ton per jam, namun dapat ditingkatkan menjadi 60 hingga 80 ton per jam. Nilai investasi membangun pabrik ini sekitar US$ 9 juta hingga US$ 11,25 juta.

Dengan penambahan empat pabrik dan penggabungan aset Green Eagle (perusahaan afiliasi Rajawali Group) total kapasitas produksi BW Plantations akan menjadi 550 ton per jam pada 2016. Adapun target produksi kelapa sawit pada 2015 ditetapkan sebesar 350.000 ton.

Sumber: Investor Daily