7 Investor Garap Megaproyek Jababeka

7 Investor Garap Megaproyek Jababeka
Ilustrasi Jababeka ( Foto: Beritasatu.com )
Nuriy Azizah / FMB Selasa, 24 Februari 2015 | 04:52 WIB

Banten – PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) melalui anak usahanya, PT Banten West Java Tourism Development (BWJ), menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) bersama tujuh investor untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di Pandeglang, Banten.

Tujuh investor tersebut terdiri atas tiga perusahaan lokal dan empat perusahaan asing. Salah satunya Corden Sports Academy yang bermitra dengan perseroan untuk mengembangkan kompleks olahraga di lahan seluas 5 hektare (ha). Total investasi senilai US$ 10 juta atau sekitar Rp 128 miliar.

CEO Sports Academy sekaligus founder Pigeon Barrels James Corden mengharapkan dukungan pemerintah pusat. “Terutama soal keamanan dan kepastian hukum bagi investor asing seperti kami untuk pengembangan lini bisnis shooting resort dan tennis academy,” ungkap dia, usai penandatanganan MoU di Pandeglang, Banten, kemarin.

Selanjutnya investor asing yang juga siap menanamkan investasinya adalah Eastern Latitudes untuk pembangunan vila seluas 2 ha. Adapun Euro Asia Managements Pte Ltd akan membangun theme park seluas 30 ha.

Jababeka juga menggandeng investor asal Tiongkok, yakni China Harbour dalam pengembangan Tanjung Lesung dan pembangunan kemaritiman.

Di dalam negeri, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom/TLKM) akan bekerjasama dalam pembentukan digital world. Sedangkan investor lokal kedua adalah President University, yang digandeng Jababeka untuk membangun pusat kajian budaya maritim nasional sebagai salah satu fasilitas rekreasi. Investor ketujuh adalah PT Pelindo II, yang akan mengucurkan dana untuk membangun terminal cruise dan marina.

Meski demikian, Direktur Utama Jababeka SD Darmono belum dapat mengungkapkan besaran investasi dari masing-masing investor. Ia hanya menyebutkan, dalam perbincangan awal, terdapat salah satu investor yang siap menggelontorkan investasi hingga sebesar Rp 2 triliun.

“Investor asing, bukan dalam negeri, tapi masih perbincangan awal. Jadi belum bisa saya ungkap siapa namanya. Semua juga masih bisa terus berubah besaran investasinya,” ujar dia.

Darmono optimistis mampu menggaet investor sebanyak-banyaknya. Terlebih Presiden Joko Widodo berencana mempercepat pembangunan Tol Panimbang sepanjang 80 km senilai Rp 5 triliun pada 2018. Selain itu, Presiden berjanji memberikan insentif fiskal maupun non-fiskal. Hal itu yang ditunggu-tunggu oleh investor selama ini.

“Para investor menunggu statement dari Pak Jokowi, yang akhirnya diungkapkan saat peresmian soal kemudahan akses dan investasi. Berarti mereka tinggal menunggu realisasinya. Kalau benar direalisasikan, mereka pasti akan serius berinvestasi,” papar Darmono.

Sebelumnya, pembangunan KEK Pariwisata Tanjung Lesung ditargetkan selesai pada 2025. Namun, penyelesaian proyek itu dipercepat menjadi tahun 2022. Total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 4,83 triliun. Sesuai rencana, Jababeka melalui BWJ akan menggelontorkan dana senilai Rp 1,4 triliun.

Peresmian

Kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan beroperasinya KEK Tanjung Lesung, megaproyek pariwisata maritim berkelas dunia. Ke depan, kemudahan akses, perizinan, serta investasi harus menjadi sorotan guna percepatan pembangunan dan menggenjot pendapatan negara.

Dalam sambutannya, Jokowi berjanji segera membangun berbagai infrastruktur penunjang di KEK Tanjung Lesung. Ia pun mengimbau investor lokal maupun asing supaya tidak ragu berinvestasi.

Pemerintah akan menggarap jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 80 km senilai Rp 5 triliun. "Dalam perjalanan ke sini, saya langsung telpon Menteri Pekerjaan Umum. Saya minta tahun ini segera dikerjakan dan selesai dalam waktu 3 tahun," kata Jokowi.

Jokowi juga meminta BWJ, anak usaha Jababeka, untuk mempercepat pembangunan dan pengembangan KEK Tanjung Lesung. “Pak Darmono (dirut Jababeka) bilang ke saya, semua akan terealisasi lima tahun. Saya tidak mau, harus lebih cepat, karena saya perkirakan tol jadi tiga tahun. Semua harus dipercepat beriringan," ujar dia.