13 Emiten Sabet Investor Awards 2015

13 Emiten Sabet Investor Awards 2015
Salah satu produk dari PT Indofood Sukses Makmur ( Foto: Istimewa )
/ HA Selasa, 12 Mei 2015 | 21:41 WIB

Jakarta - Majalah Investor memberikan penghargaan untuk 13 emiten karena menjadi yang terbaik di masing-masing sektor usaha yang digeluti, dalam acara Investor Awards 2015 yang digelar di Jakarta, Selasa (11/5) malam.

Di sektor Pertanian & Peternakan, penghargaan diberikan pada PT Dharma Satya Nusantara Tbk, Sektor Aneka Industri diraih PT Berlina Tbk, sekor tekstil dan garmen diraih PT Sri Rejeki Isman Tbk, dan sektor Infrastruktur diraih PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. Untuk sektor Perdagangan & Jasa, penghargaan diraih PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, dan Sektor Industri Dasar dan Primer diraih PT Samindo Resources Tbk.

Sektor Makanan & Minuman diraih PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan Sektor Rokok, Farmasi, dan Keperluan Rumah Tangga kembali diraih PT Unilever Indonesia Tbk. Bidang usaha investasi diraih PT Panin Financial Tbk, sektor Perbankan diraih PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan industri Reksa Dana dan Sekurtitas kembali diraih PT Kresna Graha Sekurindo Tbk. Sedangkan sektor Properti & Konstruksi diraih PT Lippo Karawaci Tbk serta sektor elektronika diraih PT Multipolar Technology Tbk.

Ada empat sektor usaha, oleh Dewan Juri, dinyatakan tidak ada pemenang, masing-masing sektor bidang usaha Pembiayaan atau Multifinance, Industri Logam dan Kabel, Kehutanan, serta Asuransi. Ada beberapa pertimbangan sektor-sektor ini tanpa pemenang, selain karena kinerja keuangan negatif pada beberapa bagian penting penilaian, juga karena pada beberapa sektor cuma tersisa kurang dari tiga kandidat karena yang lain gugur dalam seleksi awal.

Berdasarkan kesepakatan tim juri, pemeringkatan mengacu pada sembilan persyaratan seleksi awal untuk menyaring emiten yang dinilai layak diikutkan dalam pemeringkatan. Persyaratan pertama tentang kepatuhan emiten dalam mempublikasikan laporan keuangan tahun buku 2014. Sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), publikasi laporan keuangan tahunan selambatnya tanggal 31 Maret tiap tahun, kecuali emiten dual listing yang diberi toleransi hingga 15 April setiap tahun. Kedua, emiten yang dilibatkan dalam pemeringkatan harus sudah tercatat di Bursa Eefek Indonesia (BEI) sebelum tahun 2014. Ketiga, tidak mendapat opini disclaimer dan adverse dari akuntan publik. Keempat, tidak membukukan rugi bersih dan rugi operasional tahun 2014. Kelima, memiliki ekuitas tidak kurang dari Rp 50 miliar.

Persyaratan keenam, saham emiten bersangkutan tergolong aktif (selama periode 1 April 2014 – 31 Maret 2015 tidak boleh tidak ditransaksikan selama 10 pekan atau lebih). Ketujuh, laporan keuangan emiten yang diperingkat harus bertahun buku Desember. Kedelapan, memiliki ekuitas positif selama dua tahun terakhir, dan kesembilan memiliki jumlah pemegang saham lebih dari 300 pihak.

Setelah melalui tahapan seleksi awal terhadap 507 emiten, hanya 246 emiten yang dinyatakan layak diperingkat, sedangkan 261 gugur pada tahap seleksi awal. Jumlah yang lolos seleksi awal tahun ini lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 222 emiten. Dari 261 emiten yang tidak lolos seleksi, ada 77 emiten gugur karena terlambat mempublikasikan laporan keuangan atau menurun dari tahun lalu sebanyak 85 emiten, dan 94 emiten terganjal karena sahamnya tidak aktif diperdagangkan.

Sumber: PR