Interra Bantu Mitra Investindo Akuisisi Blok Migas

Interra Bantu Mitra Investindo Akuisisi Blok Migas
Farid Nurfaizi / FMB Jumat, 19 Juni 2015 | 05:19 WIB

Jakarta – PT Mitra Investindo Tbk (MITI), anak usaha Interra Resources Ltd, tengah menjajaki akuisisi sejumlah blok migas di Indonesia tahun ini. Interra Resources, perusahaan yang terafiliasi dengan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), siap membantu rencana akuisisi tersebut.

Presiden Direktur Mitra Investindo Sugi Handoko mengatakan, setelah Interra Resources menguasai 52,46 persen saham perseroan pada Agutus 2014, perseroan fokus mengembangkan bisnis migas. Sebelumnya, perseroan hanya memiliki satu lini binis, yaitu batu granit.

“Saya belum bisa bilang persisnya letak blok migas yang mau diakuisisi, tapi yang jelas blok migas lokal. Akuisisi blok migas itu bisa butuh puluhan juta dolar Amerika Serikat (AS),” kata Sugi di sela paparan publik perseroan di Jakarta, Kamis (18/6).

Sugi mengatakan, pihaknya berharap akuisisi blok migas baru bisa terealisasi tahun ini. Sesuai rencana, Interra Resources diperkirakan siap mendukung perseroan terkait sumber pendanaan akuisisi. Namun, saat ini, perseroan belum menentukan nilai dana yang dibutuhkan.

“Setelah Interra masuk sebagai pemegang saham, kami diminta mencari peluang akuisisi blok di Indonesia,” jelas dia.

Pada kesempatan sama, Direktur Mitra Investindo Yoyong mengatakan, perseroan memiliki sejumlah opsi dalam mencari pendanaan eksternal untuk akuisisi. Selain pinjaman perbankan, perseroan juga mengkaji penerbitan saham baru (rights issue). Perseroan bersama Interra Resources masih mempelajari skema yang tepat.

Tahun lalu, Mitra Investindo telah menerbitkan saham baru sebanyak 641,61 juta unit. Interra Resources menjadi pembeli siaga dengan menyerap seluruh sisa saham baru Mitra Investindo sejumlah 641,08 juta saham seharga Rp 230 per saham.

Melalui aksi korporasi tersebut, Interra Resources menambah kepemilikan saham pada Mitra Investindo menjadi 673,17 juta saham. Kepemilikan saham tersebut setara dengan 52,46 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan.

Saat ini, Saratoga Investama dan Shinning Invesments Pte Ltd merupakan pengendali saham Interra Resources. Masing-masing menggenggam saham sebesar 17,66 persen dan 11,68 persen. Sementara sisa 70,41 persen dimiliki oleh investor publik.

Tahun lalu, Mitra Investindo pun resmi menguasai 90 persen saham Goldwater LS Pte Ltd dari Interra Resources Limited. Perseroan menuntaskan proses akuisisi Goldwater senilai US$ 13,5 juta atau setara dengan Rp 155,2 miliar.

Goldwater saat ini memiliki entitas anak, yaitu IBN Oil Holdico. IBN Oil memiliki kerjasama dengan PT Pertamina EP untuk melakukan penambangan minyak dan gas di wilayah Linda Sele, Papua Barat.

“Saat ini proyeksi blok Linda Sele sekitar 200 barel per hari. Untuk sekarang, belum ada anggaran spesifik untuk kegiatan menggenjot produksi. Ini karena harga minyak dunia masih melemah,” kata dia.

Harga minyak yang belum menguat tersebut juga membuat Mitra Investindo merevisi target kontribusi dari pendapatan migas. Tahun lalu, kata Yoyong, ketika harga minyak masih bertengger di bawah US$ 100 per barel, perseroan menargetkan kontribusi migasi mencapai 50 persen pada ahir 2015. Namun, sampai kuartal I-2015, kontribusi migas baru mencapai 25 persen.

“Kalau dari segi aset, kontibusi dari migas telah mencapai 50 persen. Kami perlu mengihitung pengeluaran secara matang, kalau tidak nanti rugi. Di sisi lain, kami juga masih mempertahankan bisnis granit, karena tetap ada permintaan” kata dia.

Yoyong memperkirakan, perseroan meraup sebanyak Rp 65 miliar. Sepanjang kuartal I-2015, perseroan meraup pendapatan Rp 32,11 miliar, naik 2,65 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp 31,28 miliar. 

Sumber: Investor Daily