2016, Saatnya Investasi di Bursa, Properti, dan Emas

2016, Saatnya Investasi di Bursa, Properti, dan Emas
Harga emas diprediksi turun di 2016 ( Foto: ist / ist )
Mardiana Makmun / MAR Kamis, 24 Desember 2015 | 06:00 WIB

Jakarta - Perekonomian Indonesia pada 2016 diprediksi mengalami pertumbuhan lebih baik dibanding 2015. Hal ini dipicu oleh kebijakan paket ekonomi yang baru, kenaikan suku bunga The Fed, dan pembangunan infrastruktur yang mulai berjalan.

“Saya optimis ekonomi pada 2016 akan lebih baik dibanding 2015. Pengumuman kenaikan suku bunga The Fed memberikan kepastian pasar sehingga spekulasi dan volatilitas mereda. Pengumuman paket stimulus dari pemerintah juga akan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan mendukung pertumbuhan ekonomi di 2016,” ujar Financial Planner Aidil Akbar Madjid memaparkan sisi positif 2016 kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (23/12).

Dengan optimisme di 2016 tersebut, bagi individu, investasi di bidang apakah yang paling menguntungkan tahun depan?

“Pilihan investasi yang menguntungkan bagi individu di tahun 2016 diantaranya adalah investasi di bursa saham dan reksadana serta investasi properti dan emas,” ungkap Aidil Akbar.

Pada 2016 ke depan, lanjut Aidil, bursa berpotensi naik. Apalagi melihat sejarahnya bila suku bunga The Fed naik, maka nilai IHSG dalam 3-6 bulan justru naik. IHSG diprediksi berada di kisaran 5600-6200 di akhir 2016. “Karena itu, berinvestasi di bursa saham dan reksadana berpotensi menguntungkan,” saran pendiri AAM & Associate itu.

Harga properti yang saat ini cenderung stagnan dan turun, akan membuka peluang berinvestasi pada properti. “Nah, mengingat perbaikan ekonomi terjadi pada 2016 dan daya beli masyarakat meningkat, maka tahun 2016 saat tepat berinvestasi di properti, terutama di residensial seperti rumah tapak dan apartemen dengan harga di bawah Rp1 miliar,” lanjut Aidil.

Berinvestasi di bidang emas juga menguntungkan di 2016. “Akibat kenaikan The Fed, dolar diprediksi menguat terhadap mata uang lain dan mengakibatkan harga emas dunia turun. Nah, selagi harga turun, belilah emas,” tandas Aidil.

Sumber: Investor Daily