AKR Corporindo dan Air BP Bangun Aliansi Bisnis

AKR Corporindo dan Air BP Bangun Aliansi Bisnis
PT AKR Corporindo Tbk ( Foto: Istimewa )
Farid Nurfaizi / MHD Kamis, 17 November 2016 | 09:25 WIB

Jakarta – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) bersama perusahaan asal Inggris, Air BP, menandatangani perjanjian pembentukan usaha patungan (joint venture/JV) untuk mengembangkan bisnis bahan bakar penerbangan di Indonesia.

Perusahaan patungan yang bernama PT Dirgantara PetroIndo Raya tersebut akan beroperasi di bawah nama Air BP-AKR Aviation. AKR menguasai 50,1% saham Dirgantara PetroIndo Raya, sedangkan Air BP memiliki 49,9% saham.

Chief Strategy and Business Development Officer Air BP Jonathan Wood mengatakan, Air BP dan AKR melihat potensi besar dalam bisnis avtur di Indonesia. Usaha patungan bermaksud mendukung perkembangan industri penerbangan di Indonesia. Strateginya adalah menerapkan teknologi inovatif terbaru dan manajeman operasional terbaik dalam memasok avtur.

“Seiring waktu, Air BP dan AKR ingin membentuk bisnis yang kuat dan berkelanjutan di Indonesia. Aksi ini akan didukung oleh para ahli global Air BP serta pengelaman kuat AKR sebagai mitra lokal,” kata Jonathan dalam keterangan resmi, Rabu (16/11).

Sementara itu, Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan, pihaknya melihat Air BP mampu membawa keahlian global dalam bidang pengisian bahan bakar penerbangan. Keahlian ini cocok dengan AKR, yang menyediakan logistik bahan bakar, solusi rantai pasokan dan infrastruktur di seluruh Indonesia. Usaha patungan ini akan memenuhi permintaan Avtur yang kian meningkat.

Indonesia merupakan salah satu pasar penerbangan dengan pertumbuhan paling cepat di dunia. Penerbangan domestik diprediksi akan tumbuh rata-rata 15% per tahun, atau mencapai 180 juta penumpang pada 2021.

Pertumbuhan ini didorong oleh faktor laju peningkatan kelas menengah, faktor negara kepulauan, dan berkembangnya industri pariwisata. Saat ini, Indonesia merupakan pasar domestik terbesar kelima di dunia, setelah Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, dan Brasil.

Sebagai informasi, Air BP merupakan bagian dari BP Plc yang berkantor pusat di London. Saat ini, perseroan memasok lebih dari tujuh miliar galon jet minyak tanah dan avtur untuk pelanggan di seluruh dunia setiap tahunnya. Air BP telah berpartisipasi pada lebih 150 usaha patungan di seluruh dunia.

Adapun, di Indonesia, BP juga memiliki cabang yang melakukan kegiatan eksplorasi dan pertambangan minyak dan gas. Salah satu bentuk ekspansi BP adalah Tangguh LNG yang beroperasi pada pertengahan 2009.

Kinerja
AKR Corporindo mencetak laba bersih Rp 793,1 miliar hingga kuartal III-2016, turun 6,1% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 845,2 miliar. Pendapatan juga turun 27,3% menjadi Rp 10,9 triliun dari Rp 15 triliun.

Haryanto Adikoesoemo mengungkapkan, rendahnya pendapatan selama kuartal II-2016 dibandingkan dengan tahun lalu, karena penurunan yang signifikan pada harga BBM akibat penurunan harga minyak mentah. Pendapatan perseroan dari bisnis perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan beragam jenis kimia tercatat Rp 9,8 triliun, lebih rendah dari raihan tahun lalu Rp 13,7 triliun.

Sementara pendapatan perseroan dari sektor pabrikan yang beroperasi di Tiongkok, turun menjadi Rp 442,2 miliar dari kuartal III tahun lalu Rp 578,6 miliar. Sektor bisnis logistik berkontribusi Rp 526,6 miliar dari tahun sebelumnya Rp 584,2,3 miliar.

“Margin kotor kuartal III meningkat menjadi 13,5% dibandingkan dengan 10,9% untuk periode yang sama tahun lalu. Margin bersih meningkat 7,2% dibandingkan dengan 5,6% untuk periode yang sama tahun lalu,” jelas dia.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, AKR terus fokus pada peningkatan margin dan efisiensi dalam situasi yang cukup sulit. Masa sulit terutama terjadi pada lingkungan bisnis pertambangan, listrik serta sektor industri umum.

Deregulasi sektor BBM ritel tahun lalu memberi kesempatan yang sangat baik untuk AKR dalam memperluas jaringan ritel stasiun pengisian BBM. Membaiknya pasar komoditas dan perbaikan produk domestik bruto (PDB) Indonesia secara keseluruhan cenderung untuk merangsang permintaan bahan baku dasar dan produk BBM.

Sepanjang tahun ini, pengembangan infrastruktur Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) telah menunjukkan kemajuan. Sekarang JIIPE termasuk dalam salah satu dari lima kawasan industri strategis, tambahan akses jalan tol ke proyek dan pengembangan utilitas juga telah dimulai. Dengan perkembangan ini perseroan yakin dapat menarik banyak pelanggan industri lagi di JIIPE.



Sumber: Investor Daily