Moody’s Naikkan Prospek Peringkat Lippo Karawaci Jadi Stabil

Moody’s Naikkan Prospek Peringkat Lippo Karawaci Jadi Stabil
Lippo Karawaci ( Foto: Wikimedia )
Whisnu Bagus Prasetyo / Lona Olavia / WBP Jumat, 15 Maret 2019 | 10:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga pemeringkat dunia, Moody's Investors Service (Moody's) menaikkan prospek peringkat PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), pengembang real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia menjadi 'Stabil' dari sebelumnya 'Negatif', Moodys juga mempertahankan peringkat B3 Lippo Karawaci, sementara S&P Global Ratings (S&P) menempatkan peringkat 'CCC+' atas utang jangka panjang di CreditWatch dengan implikasi positif.

“Peningkatan peringkat oleh Moody's dan S&P memvalidasi ketahanan program pendanaan kami, yang akan memperkuat neraca, meningkatkan likuiditas dan memungkinkan perseroan meneruskan investasi dalam proyek-proyek utama yang sedang berjalan," kata CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady, dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Jumat (15/3/2019).

Ke depan, kata John Riady, Lippo Karawaci akan fokus untuk menerapkan pengelolaan modal dengan lebih disiplin, untuk mendorong profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan dari platform real estat perusahaan.

Perubahan dalam prosepek peringkat Moody’s mencerminkan ekspektasi lembaga pemeringkat tersebut bahwa Lippo Karawaci akan memiliki cukup uang tunai untuk mendanai kebutuhan operasional dan memenuhi kewajiban utang hingga akhir tahun 2020.

Moody’s percaya bahwa usulan untuk melakukan right issue yang dijamin menunjukkan komitmen kuat dari keluarga Riady untuk mendukung langkah-langkah pengurangan utang perseroan dan menyelesaikan proyek-proyek yang sedang dibangun.

Diketahui, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (right issue) senilai US$ 730 juta (Rp 10 triliun) dengan nilai nominal per saham Rp 100. Aksi korporasi ini diakukan dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang dijadwalkan pada kuartal II-2019 dan selambat-lambatnya kuartal III-2019. Right issue tersebut akan dijamin sepenuhnya oleh keluarga Riady, melalui PT Inti Anugrah Pratama (IAP). IAP merupakan pemegang saham terbesar LPKR dengan porsi kepemilikan 36,38 persen.

Moody's juga mempertahankan peringkat B3 untuk surat utang tanpa jaminan dari obligasi yang diterbitkan oleh Theta Capital Pte. Ltd., anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh LPKR.

Sementara itu, S&P percaya bahwa program pendanaan akan membantu memperbaiki posisi keuangan perseroan dengan mengurangi utang, dan mendanai pertumbuhan di masa depan dalam bisnis propertinya. S&P berencana untuk menyelesaikan CreditWatch setelah right issue LPKR selesai, yang berpotensi dapat menaikkan peringkat dengan satu atau dua tingkat.

Tercatat di Bursa Efek Indonesia, Lippo Karawaci adalah perusahaan real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia dengan total aset US$ 3,4 miliar per 31 Desember 2018. Bisnis inti perusahaan terdiri dari pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls dan layanan kesehatan. Perusahaan juga secara aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.

Hadir di 35 kota, perusahaan adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan 1.297 ha landbank yang siap untuk dikembangkan. Melalui dua anak perusahaan publik tercatat, PT Lippo Cikarang Tbk, dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, di mana LPKR masing-masing memiliki saham 54,4 persen dan 62,7 persen, LPKR mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar.



Sumber: BeritaSatu.com