Dalam 2 Hari, Saham LPKR Meroket 11%

Dalam 2 Hari, Saham LPKR Meroket 11%
Ilustrasi Lippo Karawaci ( Foto: Beritasatu.com )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 15 Maret 2019 | 10:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), pengembang real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia hingga pukul 11.00 WIB Jumat (15/3/2019) naik Rp 18 (6,71 persen) mencapai Rp 286 dari perdagangan kemarin Rp 268. Frekuensi tercatat 2.571 dengan volume 1,085 juta senilai Rp 30,824 juta. Saham LPKR sempat menyentuh level tertinggi Rp 290 dan terendah 268 dengan harga pembukaan Rp 272.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Beritasatu.com, pencapaian ini melanjutkan tren positif setelah Kamis (14/3/2019) ditutup naik Rp 12 (4,68 persen) mencapai Rp 268 dari 256. Dengan demikian, sejak kemarin hingga siang ini pukul 11.00, saham LPKR sudah naik 11,3 persen.

Kenaikan saham LPKR sebenarnya sudah terjadi sejak Rabu (13/3/2019) yang ditutup naik Rp 2 (0,78 persen) mencapai Rp 256 dari perdagangan sebelumnya Rp 254.

Kenaikam saham LPKR hari ini tak lepas dari lembaga pemeringkat dunia, Moody's Investors Service (Moody's) yang menaikkan prospek peringkat PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menjadi 'Stabil' dari sebelumnya 'Negatif', Moodys juga mempertahankan peringkat B3 Lippo Karawaci, sementara S&P Global Ratings (S&P) menempatkan peringkat 'CCC+' atas utang jangka panjang di CreditWatch dengan implikasi positif.

Perubahan dalam prosepek peringkat Moody’s mencerminkan ekspektasi lembaga pemeringkat tersebut bahwa Lippo Karawaci akan memiliki cukup uang tunai untuk mendanai kebutuhan operasional dan memenuhi kewajiban utang hingga akhir tahun 2020.

Moody’s percaya bahwa usulan untuk melakukan right issue yang dijamin menunjukkan komitmen kuat dari keluarga Riady untuk mendukung langkah-langkah pengurangan utang perseroan dan menyelesaikan proyek-proyek yang sedang dibangun.

Moody's juga mempertahankan peringkat B3 untuk surat utang tanpa jaminan dari obligasi yang diterbitkan oleh Theta Capital Pte. Ltd., anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh LPKR.

Sementara itu, S&P percaya bahwa program pendanaan akan membantu memperbaiki posisi keuangan perseroan dengan mengurangi utang, dan mendanai pertumbuhan di masa depan dalam bisnis propertinya. S&P berencana untuk menyelesaikan CreditWatch setelah right issue LPKR selesai, yang berpotensi dapat menaikkan peringkat dengan satu atau dua tingkat.

Diketahui, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (right issue) senilai US$ 730 juta (Rp 10 triliun) dengan nilai nominal per saham Rp 100. Aksi korporasi ini diakukan dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang dijadwalkan pada kuartal II-2019 dan selambat-lambatnya kuartal III-2019. Right issue tersebut akan dijamin sepenuhnya oleh keluarga Riady, melalui PT Inti Anugrah Pratama (IAP). IAP merupakan pemegang saham terbesar LPKR dengan porsi kepemilikan 36,38 persen.

Tercatat di Bursa Efek Indonesia, Lippo Karawaci adalah perusahaan real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia dengan total aset US$ 3,4 miliar per 31 Desember 2018. Bisnis inti perusahaan terdiri dari pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls dan layanan kesehatan. Perusahaan juga secara aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.

Hadir di 35 kota, perusahaan adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan 1.297 ha landbank yang siap untuk dikembangkan. Melalui dua anak perusahaan publik tercatat, PT Lippo Cikarang Tbk, dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, di mana LPKR masing-masing memiliki saham 54,4 persen dan 62,7 persen, LPKR mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar



Sumber: BeritaSatu.com