Volume Transaksi Saham CPRI Melonjak Usai Dicatatkan di BEI

Volume Transaksi Saham CPRI Melonjak Usai Dicatatkan di BEI
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. ( Foto: Antara )
Parluhutan / PAR Senin, 15 April 2019 | 07:00 WIB

Jakarta – Volume perdagangan saham PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI) melonjak di hari kedua usai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lonjakan transaksi tersebut menggambarkan tingginya minat investor pada saham perdana bersamaan dengan kuatnya prospek usaha perseroan.

Pada perdagangan saham di BEI Jumat (12/4), saham CPRI dibuka di level 196 per saham dan sempat melejit ke level Rp 260 per saham, meski akhirnya ditutup turun 23,20% menjadi 149 per saham. Hanya saja nilai transaksinya melonjak menjadi Rp 588 Miliar dengan volume perdagangan sekitar 22,5 juta lot.

Perseroan sebelumnya melepas sebanyak 683,37 juta melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham kepada investor publik atau sebesar 28,08% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Harga IPO saham ditetapka level Rp 125 per unit dengan UOB Kay Hian bertindak selaku penjamin emisi pelaksana efek.

Senior Analyst di CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, sentimen positif dan harga saham IPO yang relatif murah membuat saham CPRI diburu banyak pelaku pasar. Sentimen positif lainnya juga didukung atas optimisme terhadap bisnis perseroan ke depan.

“Lonjakan transaksi tersebut juga menggambarkan harga relatif saham CPRI murah dan ada prospek terhadap permintaan bisnis. Oleh karena itu, sahamnya diburu pemodal yang berdampak terhadap lonjakan transaksi,” tuturnya di Jakarta, Minggu (14//4).

Sementara itu, salah seorang pelaku pasar menilai bahwa kebanyakan IPO, harga naik tinggi dengan volume transaksi tipis. Namun tidak demikian dengan saham CPRI yang justru ditransaksikan secara fenomenal atau belum ada yang menyamai volume trasaksinya selama tiga tahun terakhir.

“Transaksi seperti ini menandakan bahwa ini adalah IPO saham sesungguhnya, dimana saham freefloat sekitar 20% sebenarnya tersebar merata ke publik”, ujar pelaku pasar tersebut.

Direktur Utama Capri Nusa Jansen Surbakti menargetkan kenaikan pendapatan perseroan menjadi Rp 25 miliar pada 2019 didukung atas penyelesaian pembangunan sebanyak 12 resort dan beach club. "Kami optimistis target pendapatan 2019 dapat direalisasikan," tegas dia.

Dia mengakui, target pendapatan Capri Nusa Satu Properti cukup signifikan mengingat realisasi tahun lalu hanya sekitar Rp 3 miliar. Namun Jansen menegaskan, pihaknya optimistis kinerja akan meningkat seiring dengan ekspansi yang dijalankan perseroan.

Terkait penggunaan dana IPO saham, Jansen Surbakti menyatakan, pihaknya menyiapkan dana sebesar Rp 45 miliar untuk merampungkan pembangunan 30resort. Seluruh dana tersebut sudah terpenuhi, karena perseroan meraup dana Rp 85,42 miliar dari IPO saham.

 



Sumber: Investor Daily