Sentimen Defisit Neraca Perdagangan Membuat IHSG Jatuh 1%

Sentimen Defisit Neraca Perdagangan Membuat IHSG Jatuh 1%
Ilustrasi ( Foto: BeritaSatu Photo/David Gita Roza )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Rabu, 15 Mei 2019 | 12:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah 1 persen (61,35 poin) ke kisaran 6.009,85 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (15/5/2019).

Setelah dua bulan mencatat surplus, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia bulan April 2019 mengalami defisit US$ 2,5 miliar, melebar dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 1,67 miliar.

Menurut data BPS yang diumumkan hari ini, Rabu (15/5/2019), nilai ekspor Indonesia April 2019 mencapai US$12,60 miliar atau menurun 10,80 persen dibanding ekspor Maret 2019. Demikian juga jika dibanding April 2018 menurun 13,10 persen. Nilai impor Indonesia April 2019 mencapai US$15,10 miliar atau naik 12,25 persen dibanding Maret 2019, tetapi bila dibandingkan April 2018 turun 6,58 persen

Saham-saham unggulan yang tergabung dalam Investor33 turun 1,3 persen ke kisaran 435,75, indeks LQ45 turun 1,3 persen ke kisaran 937,96, JII turun 1,4 persen ke 632,18.

Sektor agri turun 0,7 persen, industri dasar turun 1 persen, konsumsi turun 1,3 persen, keuangan turun 1 persen, infrastruktur turun 1,2 persen, manufaktur turun 1,3 persen, tambang turun 0,3 persen, aneka industri turun 1,6 persen, properti turun 1,5 persen, perdagangan turun 0,3 persen.

Saham PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE) naik 19,8 persen (Rp 1.625) ke Rp 9.825, PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) naik 3 persen (Rp 175) ke Rp 5.975, PT Meta Epsi Tbk (MTPS) naik 21,6 persen (Rp 165) ke Rp 930.

Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun 1,8 persen (Rp 1.500) ke Rp 80.000, PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) turun 7,1 persen (Rp 1.000) ke Rp 13.000, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) turun 3,6 persen (Rp 700) ke Rp 18.875.



Sumber: BeritaSatu.com